Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label AGAMA ISLAM - MUSLIM. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label AGAMA ISLAM - MUSLIM. Papar semua catatan

Selasa, 17 Mac 2020

V 37 : WASPADALAH

Pernahkah terdetik di hatimu…
Tatkala dikau melihat saudara-saudara kita diseksa…
Anak-anak muslim disembelih.
Masjid-masjid dibom.
Al Aqsha diinjak-injak.
Pernahkah dikau mengatakan kepada dirimu, bila kiranya aku dapat membantu mereka?
Bila kiranya aku dapat mengendong anak-anak yang dibantai dan menyelamatkan yang lainnya!
Bila kiranya aku dapat bergabung memerdekakan Aqsha dari tangan-tangan Yahudi.
Bila kiranya aku berangkat berjihad dan berperang menegakkan agama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda,

من مات ولم يغزو أو يحدث نفسه بالغزو مات على شعبة من نفاق

“Siapa saja yang meninggal dunia dan dia belum pernah berperang, atau meniatkan dirinya untuk berperang, bererti dia meninggal di atas salah satu cabang kemunafikan.”
(HR Muslim)

Bila perasaan itu ada dirimu, maka jagalah dengan mempersiapkan diri dengan ilmu, amal dan iman sehingga tatkala ALLAH SUBHANAHU WA TAALA mengizinkan niatmu untuk terlaksana, kau sudah siap. Tak perlu kau banyak cakap, tapi tegakkanlah agama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA yang benar pada dirimu.
Ajarkan pada keluargamu dan beramallah. Kitapun di negeri kita tidak aman dari makar-makar zionis segala petaka yang menimpa umat itu disebabkan kita telah meninggalkan agama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Kesyirikan dibiarkan, kemasiatan merajalela, maka mana mungkin ALLAH SUBHANAHU WA TAALA akan menyelamatkan kita.

Tetapi, kalau ternyata kau tidak pernah simpati dan peduli dengan apa yang terjadi dan tidak pernah ada keinginan untuk berjuang di jalan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, kau sibuk dengan urusan perutmu saja jangan-jangan apa yang disampaikan Nabi itu telah menimpamu.

Ust Syafiq Riza Basalamah




Sabtu, 22 Februari 2020

V 6 : TANDA ORANG SOLEH


Syaqiq Ibnu Ibrahim ditanya, “Bagaimana dapat mengetahui sayakah orang soleh tersebut. Apakah disebabkan orang-orang berkata, ‘Saya orang soleh?”
Syaqiq Ibnu Ibrahim menjawab, “Tunjukkan rahsiamu pada orang soleh bila mereka reda kamu termasuk golongan mereka.” Tawarkan dunia pada nuranimu. Jika kau menolaknya, itulah salah satu tanda.
Hadapkanlah maut pada dirimu. Apabila kau berani menerima, maka kaulah orang soleh itu.
Bila ketiganya ada pada dirimu mintalah pada Tuhan selalu jauhkanlah riak dari amalmu supaya tak dirosak dan lebur jadi debu.”

Orang yang soleh tersebut bukanlah orang yang hanya sekadar dikatakan soleh oleh orang lain. Apalagi belum tentu seseorang yang bernama soleh. Kesolehannya seseorang adalah disamping terlihat dari amal perbuatannya, juga harus dapat memenuhi kriteria yang diajukan sebagaimana oleh Syaqiq Ibnu Ibrahim di bawah ini.
Apabila di antara mereka/ orang yang soleh, kita membuka rahsia hidup yang selama ini kita jalani, apa-pun bentuknya, apabila mereka reda maka kita termasuk di antara golongan mereka. Ini ertinya perbuatan kita sama halnya atau tidak jauh berbeza dengan perilaku mereka.
Apabila terdapat kemaksiatan yang masih kita lakukan, sementara mereka tersebut tidak pernah melakukannya, jelas mereka tidak akan reda. Mereka akan menyingkirkan kita dari komunitinya. Misalnya pada suatu jamaah zikir kita bercerita kepada jamaah zikir tersebut perihal hal buruk kita, yakni bahawasanya kalau tiap malam kita sering pergi ke nite club. Pastinya jamaah zikir tersebut  akan berusaha mengambil jarak dengan kita. Akan tetapi apabila kita menceritakan kebiasaan baik, kita melakukan puasa Isnin Khamis atau kita mengelola TPA (Taman Pengajian Al Quran) dan lain sebagainya sebagainya, maka kita akan dianggap kelompoknya.
Apabil datang kepada kita seseorang untuk menawarkan sesuatu pekerjaan, dengan fasiliti dan gaji yang jauh lebih baik, tapi pekerjaannya amat menyita waktu dan berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya subahah. Apakah kita akan menerima pekerjaan tersebut? Sedangkan pada saat ini kita bekerja di sebuah perusahaan di mana gaji dan tunjangannya tersebut sebetulnya sudah sangat cukup. Lalu kita masih punya waktu untuk ketemu dengan anak dan isteri. Juga masih ada waktu luang untuk dakwah di perusahaan saat ini kerana ada Kerohanian Islam (Rohis)nya.
Memang tawaran yang sangat duniawi tersebut memang sangatlah mengiurkan. Akan tetapi orang yang soleh akan mempertimbangkan apakah pekerjaan yang baru tersebut lebih mendekatkan atau justeru menjauhkan dirinya (sebagai seorang hamba) daripada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Sudah jelas apabila tawarannya seperti di atas, maka automatik nurani orang yang soleh tersebut akan mengatakan ‘”Tidak, Terima kasih.”
Ciri orang yang soleh adalah mereka tidak takut akan mati. Sebab mati bagi orang yang soleh adalah gerbang yang harus ia lalui untuk berjumpa dengan Sang kekasih sejati yakni ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
Seperti misal, Bagaimana mungkin kita bertemu dengan seorang gadis di dalam rumah tanpa kita mengetuk pintu, masuk, dan menemuinya. Kadangkala, kerana badan kita masih kotor dengan baju berpalit lumpur kita belum siap menemui seorang gadis pujaan tersebut kita membersihkan diri terlebih dulu agar pertemuan berlangsung demikian indah. Seperti Itulah halnya orang yang soleh. Ia akan mempersiapkan kesucian hatinya sehingga, Ia tidak saja tidak takut akan mati, tapi justeru siap Ia menyongsong kematian untuk berjumpa dengan yang Maha Indah.
Satu lagi syarat yang sebagaimana telah dikemukakan oleh Syaqiq Ibnu Ibrahim, iaitu janganlah riak. Apabila kita sudah berada dalam golongan orang yang soleh, kita sudah tidak tergiur dengan tawaran dunia yang menghambat dan menjauhkan kita dalam beribadah kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, juga tidak takut mati, jangan hal tersebut dipamerkan kepada orang lain. Cukup itu tulus ikhlas semata-mata untuk mendapatkan keredaan daripada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA semata.
Janganlah sampai hanya kerana kita ingin dianggap sebagai orang yang soleh kerana berkumpul dengan orang yang soleh, juga bukan kerana kita menolak tawaran sehingga datanglah pujian, terlebih ingin dipuji bahawa kita siap mati. Untuk itulah saudaraku yang kami cintai, marilah mulai dari sekarang kita perbaiki diri ini dengan selalu menegakkan ibadah kita dan selalu berdoa kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA agar kita beserta keluarga kita dijauhkan dari dari penyakit riak.
Semoga ALLAH SUBHANAHU WA TAALA selalu menjadikan kita golongan Hamba yang soleh dan selalu dalam keredaanNya. Aamiin.

Oleh : Ning Silviana Sholeha
Redaktur : Aminatul Jannah

Sabtu, 8 Februari 2020

U 185 : JANGANLAH BERSIKAP SOMBONG


Allah SWT berfirman,

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Lukman: 18)

Maksud ayat ini adalah janganlah bersikap sombong dan angkuh. Janganlah melakukan hal tersebut kerana dibenci oleh Allah SWT. Oleh kerananya, Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Syaikh As Sa’di berkata mengenai ayat ini, “Yang dimaksud adalah jangan bersikap sombong iaitu begitu bangga dengan nikmat dan akhirnya lupa pada pemberi nikmat. Dan jangan pula merasa ujub terhadap diri sendiri.”
Barakallahu Fiikum

U 172 : MENJADI PERIBADI YANG BERMANFAAT


Menjadi peribadi yang bermanfaat adalah salah satu karaktor yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalamShahihul Jami’ no:3289).

Menjadi peribadi yang bermanfaat adalah salah satu karaktor yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri.”
(QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.”
(Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa yang memudah kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan nescaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat.”
(HR. Muslim).

Agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, kerana ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.
Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia mahupun di akhirat kelak.
Muslim.or.id
Penulis: Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc.

Sabtu, 4 Januari 2020

U 78 : RAHSIA CINTAKU

Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu. Hilanglah cintaku padamu.
(Imam Nawawi)





Sabtu, 29 Disember 2018

T 98 : BILA NAMPAK CANTIK

Cantik itu terpancar dari akhlak dan sopan santunmu, bukan kerana menampakkan auratmu.



T 97 : IDENTITI DIRI

Jadikanlah kejujuran sebagai kenderaanmu. Kebenaran sebagai pedangmu dan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA sebagai tujuanmu. 'Abu sulaiman'


Ahad, 12 November 2017

S 15 ORANG YANG PANDAI

Rasulullah SAW bersabda,

"Orang yang pandai ialah orang yang mampu mengendalikan nafsunya dan beramal untuk kepentingan hidupnya sesudah mati."
(HR. Termizi, Imam Ahmad,& Ibnu madjah).

Ia akan merasa cukup dengan apa yang telah mampu diraihnya secara halal.
Ia pandai memilih dan memilah (yang halal dan haram) untuk dimasukkan ke dalam perutnya dan keluarganya dan untuk disedekahkan kepada yang memerlukan, sehingga mendatangkan berkah.

ALLAH SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik(halal') yang ALLAH berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada ALLAH, jika kamu hanya menyembah kepadaNYA.”
(Qs.2:172)

“Sesungguhnya ALLAH itu Maha baik dan hanya menerima yang baik-baik.”

(HR. MUSLIM dan Termizi).

Selasa, 22 April 2014

Q 76 : MENJADI MUSLIM TERBAIK

Pokok ajaran Islam ada 3, iaitu: Iman, Islam dan Ihsan.

Sebuah hadits menguraikan sebagai berikut:

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata,

“Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” 
Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahawa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan solat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”

Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.” 
Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya.”

Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” 
Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihatNya walaupun anda tidak melihatNya, kerana sesungguhnya Allah melihat anda.

Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).”
Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlumba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata.
Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.”
(HR. Muslim)

Bila dibandingkan dengan iman maka ihsan itu lebih luas cakupannya bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada iman bila ditinjau dari orang yang sampai pada darjat ihsan.
Sedangkan iman itu lebih luas daripada islam bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada islam bila ditinjau dari orang yang mencapai darjat iman.
Maka di dalam sikap ihsan sudah terkumpul di dalamnya iman dan Islam.
Sehingga orang yang bersikap ihsan itu lebih istimewa dibandingkan orang-orang muKmin yang lain, dan orang yang mukmin itu juga lebih istimewa dibandingkan orang-orang muslim yang lain.
Setiap mukmin pasti muslim, kerana orang yang telah merealisasikan iman sehingga iman itu tertanam kuat di dalam hatinya pasti akan melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir.
Dan belum tentu setiap muslim itu pasti mukmin, kerana boleh jadi imannya sangat lemah sehingga hatinya tidak meyakini keimanannya dengan sempurna walaupun dia melakukan amalan-amalan lahir dengan anggota badannya, sehingga statusnya hanya muslim saja dan tidak tergolong mukmin dengan iman yang sempurna.

Sebagaimana Allah Taala telah berfirman, 

“Orang-orang Arab Badwi itu mengatakan ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah ‘Kalian belumlah beriman tapi hendaklah kalian mengatakan: ‘Kami telah Islam.” 
(Al Hujuroot: 14).

Seorang muslim yang mampu dapat menunaikan rukun Islam ke 5 yakni ibadah haji. Di Negara kita dikenal dengan predikat haji atau hajjah.
Seorang mukmin yang mendalami ilmu sebagai implementasi lebih jauh dari rukun-rukun iman seperti beriman pada kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya
Firman Allah, 

“…..nescaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
 (Al-Mujaadilah (58):11)

Mukmin yang menguasai ilmu kita kenal dengan ustad, kyai, ulama dan yang khusus seperti yang menguasai fiqh disebut fuqaha. Ada pula dengan predikat syaikhul islam.
Dengan demikian jelaslah sudah bahawasanya agama ini memang memiliki tingkatan-tingkatan, di mana satu tingkatan lebih tinggi daripada yang lainnya. Tingkatan pertama iaitu Islam, kemudian tingkatan yang lebih tinggi dari itu adalah iman, kemudian yang lebih tinggi dari tingkatan iman adalah ihsan
Ihsan (bahasa Arab: احسان) adalah kata dalam bahasa Arab yang bererti “kesempurnaan” atau “terbaik.” Dalam terminologi agama Islam, Ihsan bererti seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihatNya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihatNya, maka orang tersebut membayangkan bahawa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya. Orangnya disebut muhsin, jamaknya : muhsinin
Tingkatan Ihsan pertama adalah “sesungguhnya Allah melihat perbuatannya,” sedangkan yang terbaik adalah “seolah-olah ia melihatNya.”
“Seolah-olah melihat Allah,” tentu tidak boleh diertikan secara harfiah atau secara fisik atau tersurat.  Namun fahami secara hakekat adalah dengan menelisik apa yang tersembunyi / tersirat, mencari makna spiritual (thariq al bathin), guna mensucikan bathin (thathhir al bathin). Silakan baca juga.

 Tulisan http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/03/24/allah-itu-dekat/

Jadi untuk menjadi muslim yang terbaik adalah yang dapat mencapai tingkatan Ihsan (muhsin).


Beberapa pertanyaan kritis terhadap muslim yang sering dilontarkan orang awam adalah,
·         Mengapa ada seorang muslim yang taat menjalankan solat, puasa, zakat bahkan telah menunaikan ibadah haji namun dia berzina, korupsi atau melakukan perbuatan yang dilarang Allah lainnya.
·         Mengapa ada seorang ustaz dapat menyiram air keras kepada muridnya di sebuah pondok pesantren kerana diduga murid tersebut mencuri HP anak sang ustaz.
·         Mengapa ada seorang fuqaha (ahli fiqh) boleh sombong bahkan tersesat kerana memilih-memilih hadits, ayat-ayat al Quran demi memperturutkan keinginan, pemikiran atau hawa nafsu semata.
·         dll.
Jawapannya adalah mereka tahu dan faham apa yang dilarang Allah namun mereka tidak sampai pada tingkatan Ihsan.
Seorang yang sampai pada tingkatan seolah-olah melihat Allah atau paling tidak seorang yang yakin bahawa segala perbuatannya dilihat Allah maka tentu akan terdorong melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Inilah sesungguhnya bentuk ketakwaan kepada Allah yang menentukan tingkat/ukuran kemuliaan seorang muslim di hadapan Allah.
Sesuai firman Allah,

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Contoh faham yang disebar luaskan oleh orang-orang yang memusuhi orang beriman adalah faham sekularisme.  Faham sekularisme adalah faham yang mengupayakan memisahkan orang-orang beriman dengan Allah. Walaupun untuk waktu tertentu atau waktu yang sekejap.
Orang-orang yang mendukung fahaman sekularisme adalah orang-orang keliru. Mereka berupaya memisahkan suatu urusan manusia di dunia dengan agama atau dengan kata lain sewaktu-waktu dapat memisahkan urusan manusia dengan Allah.
Sebagai contoh Negara sekuler yakni memisahkan urusan Negara dengan agama, sehingga sebenarnya mereka beranggapan ketika mereka berusan dengan masalah Negara maka saat itu tidak berhubungan dengan agama atau tidak berhubungan dengan Allah. Padahal Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap waktu.
Maka kita boleh temui orang-orang berfahaman sekularisme walaupun dia muslim taat namun ketika mereka sedang urusan Negara maka mereka dapat melakukan korupsi atau mengambil kebijakan keliru atau memimpin secara otoriter atau memaksakan kehendak kerana ketika mereka sedang berurusan Negara, seolah-olah Allah tidak melihat mereka.
Jika muslim telah sampai pada tingkatan Ihsan tentu akan menolak fahaman sekulerisme.

Sesungguhnya fahaman sekulerisme disebarluaskan oleh kaum yang memusuhi umat Islam.
Kaum tersebut telah Allah uraikan dalam firmanNya,

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” 
(Al Maaidah: 82)

Maksud sesungguhnya dari kaum yang memusuhi umat Islam atas fahaman sekulerisme adalah, fahaman yang menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi” kepada Allah / Agama.

Nauzubillah min zalik.
Sebaiknya yang perlu diingat selalu adalah, “Marilah kita intropeksi diri sendiri mahupun jamaah/kelompok/organisasi adakah tersusupi kaum itu atau adakah tersusupi pemikiran/pendapat dari kaum itu.”
Fahaman Sekulerisme merebak sejak runtuhnya Kesultanan Utsmani Turki yang sekaligus merupakan kekhalifahan Islam terakhir pada tahun 1924.
Setelah runtuhnya sistem pemerintahan Islam, maka selanjutnya umat Islam mulai menjalani kehidupan dengan mengekor kepada pola kehidupan bermasyarakat dan bernegara ala Barat. Mulailah di berbagai negeri muslim didirikan di atasnya berbagai nation-state (negara bedasarkan kesatuan bangsa).
Padahal sebelumnya semenjak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjadi kepala negara Daulah Islamiyyah (Negara Islam) pertama di Madinah, umat Islam hidup dalam sistem akidah-state (negara berdasarkan kesatuan akidah) selama ribuan tahun.
Mereka yang memusuhi umat Islam, di antaranya adalah Mustafa Kemal Attaturk (Yahudi dari Dumamah) yang menghancurkan kekhalifahan Turki Utsmani..
Jadi kita boleh memahami bagaimana tingkatan seorang muslim jika mereka mengidolakan, meneladankan Mustafa Kemal Attaturk.
Dalam salah satu konsultasi di situs eramuslim berjudul ”Arab dan Kiamat” dijelaskan fakta sebagai berikut:

”Kita juga harus ingat, Kerajaan Saudi Arabia itu berdiri, berontak dan lepas dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, atas dukungan jaringan Zonis Internasional. Salah seorang perwira Yahudi Inggris, Letnan Terrence Edward Lawrence, disusupkan dan mengendalikan pasukan Saudi ini.
Setelah menjadi kerajaan, 75.000 pasukan Saudi Arabia—Saudi Arabian National Guard (SANG)—dibentuk dan mendapat pelatihan dari Vinnel Corporation, salah satu Privat Military Agency (PMA) AS dengan nilai kontrak yang sangat besar. Tentu saja, CIA dan MOSSAD berada di belakang PMA ini.
Di Mekah pula, para penguasa Saudi mempersilakan perusahaan-perusahaan donatur Zionis seperti Starbucks dan McD buka gerai dan banyak menarik pelanggan.
Bahkan Al-Walid, salah seorang kerabat istana Saudi, menguasai banyak perusahaan yang banyak di antaranya menjadi donatur Zionis Israel. Namun ketika Muslim Gaza dibantai Israel, Saudi (dan juga Mesir) bersikap adem-ayem, bahkan merestui pembantaian ini kerana mereka lebih bersahabat dengan pelayan Zionis bernama Mahmud Abbas, ketimbang dengan HAMAS.”
Pantaslah bilamana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memprediksi bahawa di antara langkah awal yang akan dikerjakan oleh Panglima Ummat Islam Akhir Zaman -yakni Imam Mahdi- ialah mengakhiri kesombongan para Mulkan Jabbriyyan di semenanjung Arabia.
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu projek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat.
Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, iaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi In sya Allah akan diizinkan Allah untuk sentiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ
ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Rom dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” 
(HR Muslim)

Lalu bila Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit dihantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal.
Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.
Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahawa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus.
Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang solat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam dihantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami solat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam solat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.

” ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،
فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة ” .

“Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin solat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebahagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Umat ini.” 
(Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.
Wallahu a’lam




Isnin, 21 April 2014

Q 61 :MUKMIN ADALAH MEREKA YANG MEMPERTAHANKAN PERINTAH ALLAH SWT

Mukmin itu ialah mereka yang mempertahankan perintah Allah swt walau di mana dan di dalam keadaan apa jua, bukannya orang yang meninggalkan perintah Allah swt demi mempertahankan kebendaan dan keduniaan. Mukmin itu ialah mereka yang mengejar perintah Allah swt, bukannya orang yang mengejar keduniaan. Mukmin meyakini bahawa kebahagiaan ada di dalam perintah Allah bukan dalam asbab-asbab keduniaan.

- Maulana Muhammad Yusuf rah.a




Rabu, 16 April 2014

Q 4 : AKIDAH SEORANG MUKMIN

Sinopsis  

Akidah seorang mukmin menceritakan tentang kisah-kisah anbia dahulu kala yang hidup dalam pelbagai suasana dan persekitaran.

Di dalam ini terdapat pelbagai cerita antaranya ialah kisah Ibrahim membina bangunan Kaabah. Ibrahim telah membina Kaabah dengan pertolongan daripada anaknya Ismail. Selepas Ismail mula dewasa, Tuhan memerintahkan Ibrahim dan Ismail membina Kaabah di atas tapak asal Kaabah yang mula-mula dibina oleh Adam. Semasa Ibrahim dan Ismail hampir menyiapkan Kaabah mereka mencari batu yang sesuai untuk diletakkan di penjuru namun tidak ditemui.
Selain itu, ialah kisah sikap syirik memasuki semenanjung Arab yang menceritakan tentang perbuatan-perbuatan syirik yang selama ini terpaksa mereka hadapi sebelum kedatangan Nabi Muhammad S.A.W. Kemudian ialah kisah Abdul Mutalib berniat nazar untuk menyembelih salah seorang anaknya. Abdul mutalib seorang yang berpegang pada janji dan beliau telah bernazar untuk menyembelih salah seorang anaknya walaupun tidak sanggup. Muhammad Bin Abdullah berniaga dengan harta Siti Khadijah menceritakan perilaku Nabi Muhammad sebagai seorang peniaga dan kisah yang terjadi antara beliau dan Siti Khadijah.
Tuhan memelihara Muhammad Bin Abdullah pula ialah kisah bagaimana Allah melindungi Nabi Muhammad S.A.W daripada keburukan dan kerosakan akidah dan akhir sekali ialah Muhammad bin Abdullah meletakkan Hajarul Aswad di tempatnya. Nabi Muhammad seorang yang bijaksana telah menyelesaikan satu masalah yang telah membawa kepada pendamaian.

Pendahuluan

Akidahan seorang Islam perlu dijaga dan dikut sebagai pedoman kepada orang ramai.
Islam merupkan agama yang diturunkan oleh Allah S.W.T kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W.. Berkata sayyid sabiq dalam kitabnya Aqaaid Islamiyyah bermaksud “Keimanan merupakan akidah dan pokok yang di atasnya berdiri syariat Islam dan kemudian daripada pokok tersebutlah keluarnya cabang-cabangnya, perbuatan itu merupakan syariat dan cabang-cabang yang dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta akidah itu.” Apa yang di perkatakan oleh sayyid sabiq adalah iman merupakan asas bagi akidah dan tunjang yang kukuh dalam mengukuhkan akidah seseorang. Akidah dan syariat tidak boleh tidak, mesti dan wajib selari antara satu sama lain. Ianya saling memerlukan dan tidak boleh terpisah antara satu sama lain.

Firman Allah :
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan baik lelaki mahupun perempuan dan ianya beriman, maka pasti kami akan memberikan kehidupan yang lebih baik dan pasti kami akan member balasan dengan pahalanya menurut apa yang telah dikerjakan dengan sebaik-baiknya.”
Surah al-Nahl : 96

Firman Allah :
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan bahawasanya mereka itu akan memperoleh syurga yang di bawahnya mengalir beberapa sungai.”
Surah al-Baqarah : 25

Dalam konteks ayat di atas, kita dapat lihat bahawa keimanan dan kelakuan atau perbuatan tidak boleh dipisahkan antara satu lain. Ini kerana kita lihat bahawa orang yang beriman akan menzahirkan keimanannya dengan berbuat amal soleh dan natijahnya adalah seperti mana yang telah dijanjikan oleh Allah S.W.T. Dengan demikian itu, kita dapat ketahui bahawa keimanan dan syariat tidak boleh bergerak bersendirian.
Di sini saya ingin menceritakan sedikit kisah-kisah zaman Nabi Muhammad S.A.W. yang boleh dijadikan sebagai contoh kepada umat islam yang kini semakin lupa mengenai kepentingan akidah dalm kehidupan seharian.

Kisah-kisah

Tajuk : Akidah seorang Islam

IBRAHIM MEMBINA BANGGUNAN KAABAH

Allah memerintahkan Ibrahim membawa isterinya Siti Hajar dan anak kecilnya iaitu Ismail supaya ditinggalkan di suatu tempat bernama Mekah. Apabila mereka ditinggalkan di situ Siti Hajar merasa pelik kerana di situ tiada air, makanan dan juga jiran untuk meminta tolong. Dia pula ditinggalkan berdua bersama anaknya yang masih kecil. Puas Siti Hajar bertanya kepada Ibarahim namun tidak diendahkan. Akhirnya Siti Hajar bertanya “Adakah ini perintah dari Allah?” “Benar” jawab Ibrahim. Siti Hajar berkata dengan penuh yakin. “Kalau begitu, pasti Tuhan tidak akan mensia-siakan kita. Sekiranya ini adalah perintah Tuhan, pasti ada pembelaan dari Tuhan Yang Maha Baik itu.”
Apabila si anak menangis kehausan, sementara susu Siti Hajar sudah mula kering, lalu berlarilah Siti Hajar mencari air dari Bukit Safa menuju ke Bukit Marwah dengan penuh cemas dan mengharapkan kepada Allah. Berkat rintihannya yang penuh ikhlas Allah menghantar malaikat yang bernama Jibril. Dengan sayapnya, jibril menyingkap telaga Zamzam yang airnya terpancar keluar apabila Ismail menghentak-hentakkan kakinya ke bumi. Telaga ini terletak berdekatan dengan banggunan Kaabah di Mekah.
Selepas Ismail mula dewasa, Tuhan memerintahkan Ibrahim dan Ismail membina Kaabah di atas tapak asal Kaabah yang mula-mula dibina oleh Adam. Semasa Ibrahim dan Ismail hampir menyiapkan Kaabah mereka mencari batu yang sesuai untuk diletakkan di penjuru namun tidak ditemuinya. Pada masa itu Allah menurunkan batu dari syurga yang disebut Hajar Aswad. Tuhan memerintahkan Ibrahim membuat seruan kepada manusia. Ibrahim pun naik ke Bukit Arafah yang terletak berdekatan dengan Kaabah dan telaga zamzam. Suara Ibrahim didengari oleh semua manusia dan Allah menjatuhkan ke dalam hati semua manusia rasa cinta bagi memuliakan Kaabah.

Sikap syirik masuk ke Semenanjung Arab

Dalam satu peristiwa,sahabat-sahabat Muhammad bin Abdullah pernah melihat Umar menangis dan kemudia tertawa tanpa sebab yang jelas. Akhirnya ada yang berani bertanya, “Wahai pemimpin orang Islam, kenapa kamu menangis kemudian tersenyum tanpa sebab yang dapat kami fahami.”
Umar menceritakan, “Dahulu aku dan orang-orang Quraisy sangat membenci anak perempuan. Ketika aku mendapat kabaran bahawa anak perempuan. Daripada saat kelahirannya lagi kebencianku sudah bermula. Aku pendam rasa benci itu sehingga umurnya enam tahun, aku tidak tahan lagi aku membawanya ke padang pasir dan aku gali lubang. Dia menyangka aku membawanya untuk berkelah dan bermain-main, dia turut sama membantuku mengali lubang. Apabila lubang sudah siap digali aku menolaknya ke dalam lubang dan menimbusnya dengan pasir. Anakku yang masih kecil tidak tahu niat aku sebenarnya terus membantuku dan mengibas-gibas pasir di bahu dan janggutku, tetapi akhirnya aku menimbusnya hidup-hidup tanpa belas kasihan. Inilah kehidupan kami sebelum kehadiran Muhammad yang meletakkan perempuan di tempat yang mulia. Marilah kita bersyukur di atas nikmat ini. Itulah rahsianya, apabila aku teringat akan peristiwa itu aku akan menangis.”
Umar berkata lagi. “Berkenaan mengapa aku tersenyum, pada suatu hari aku keluar dari Bandar Mekah. Apabila keluar dari Mekah kami akan membawa batu dari Mekah untuk dijadikan sembahan, tetapi hari itu aku lupa untuk membawa batu tetapi aku membawa kurma, aku membuat berhala menggunakan kurma untuk membuat berhala dan aku sembah kurma itu. Apabila makanan aku kehabisan aku makan Tuhan aku itu sedikit demi sedikit. Apabila aku teringat kisah ini aku akan ketawa sendirian.

Abdul Muttalib Melaksanakan Nazar Menyembelih Salah Seorang Anaknya

Abdul Muttalib mempunyai 10 orang anak lelaki dan 6 orang anak perempuan. Antara anak lelakinya adalah Abbas dan Hamzah. Mereka adalah orang yang masuk islam di kalangan anak-anak Abdul Muttalib. Kemudian Abdul Manaf dan Abu Lahab, mereka berdua sempat bertemu dengan islam namun tidak masuk islam. Semasa mengali Zamzam, orang Quraisy menghalang Abdul Mutalib daripada terus menggali. Hanya anaknya Harith yang mempertahankannya, akhirnya orang Quraisy mengakui Zamzam kepunyaan Abdul Muttalib. Abdul Muttalib bernazar sekiranya beliau mendapat 10 orang anak lelaki beliau akan korbankan salah seorang daripada mereka. Allah mengabulkan doanya. Dia mendapat 10 orang anak lelaki dan salah seorangnya ialah ayah Muhammad iaitu Abdullah, anak yang paling disayanginya.
Abdul Muttalib pergi berjumpa kahin iaitu pendeta Kaabah, meminta membuat undi kepada anak-anaknya yang bakal menjadi korban. Abdul Muttalib berharap undi tidak terkena kepada Abdullah namun hampa, undian terkena kepada Abdullah. Walaupun dengan hati yang berat dan hiba Abdul Muttalib nekad melaksanakan nazarnya. Orang sepertinya tidak mungkin mungkir dengan nazarnya. Abdullah dibawa ke Isaf untuk disembelih namun dihalang oleh kaum Quraisy dan berlaku pertelingkahan hingga menyebabkan kepala Abdullah terluka. Kaum Quraisy menasihati Abdul Muttalib agar menghentikan perbuatannya kerana khuatir akan menjadi ikutan kepada rakyat. Abdul Muttalib merujuk kepada pendeta suku Saad. Pendeta menyuruh mereka mengorbankan 10 ekor unta sebagai ganti rugi. Sekiranya undian terkena kepada Abdullah ditambah unta sebanyak 10 ekor lagi sehingga la undian terkena kepada unta. Sehingga unta bertambah ke 100 ekor baru undian kena pada unta. Pada masa itu Abdul Muttalib minta diulang sebanyak tiga kali dan undian masih kena pada unta.

Muhammad Bin Abdullah berniaga dengan harta Siti Khadijah.

Di Mekah pada masa itu ada seorang wanita kaya daripada suku Abdul Uzza bin Qusai bin Kilab. Namanya Siti Khadijah binti Khuwailid. Kekayaan adalah menyamai perniagaan semua orang quraisy yang lain. Siti Khadijah telah mendengar berkenaan peribadi Muhammad dan menawarkan kepada Muhammad untuk menjaga perniagaanya di Syam. Muhammad bersetuju dan membawa barang-barang perniagaan Siti Khadijah ditemani oleh Maisarah pembantu Siti Khadijah. Maisarah berasa kagum dengan Muhammad sepanjang perjalanan Muhammad kelihatan mesra, lemah lembut dan penuh kasih sayang. Rupa-rupanya selepas itu Maisarah melihat perkara yang lebih pelik, sepanjang perjalanan mereka awan menaungi mereka daripada cahaya matahari. Mereka singgah rehat di tempat yang berdekatan dengan rumah ibadah yang pernah didatangi oleh Muhammad semasa beliau mengikut bapa saudaranya suatu masa dulu. Muhammad berhenti di bawah sebatang pokok. Paderi melihat dahan dan ranting-ranting pokok ini bergerak menaungi Muhammad daripada cahaya matahari.
Akhirnya paderi itu datang bertemu Maisarah, pelbagai soalan diajukan kepada Maisarah sambil menunjukkan pokok yang menjadi tempat Muhammad berteduh. Rahib itu berkata “Hanya seorang Nabi sahaja yang berteduh di pokok ini.” Maisarah semakin pelik berbagai perkara ajaib yang disaksikan Maisarah. Akhlak Muhammad, kasih sayangnya, kemampuan Muhammad berhadapan dengan pelbagai lapisan orang, belas kasihannya kepada orang miskin dan kejujurannya menyebabkan semua orang datang kepadanya. Perniagaan Khadijah kali ini mendapat keuntungan berlipat ganda. Bahkan ini adalah merupakan kali pertama Siti Khadijah mendapta keuntungan yang banyak sebanyak itu. Hasil daripada perniagaan kali ini membuatkan Siti Khadijah senang hati dengan Muhammad ditambah pula apabila beliau mendengar cerita-cerita daripada Maisarah, menambahkan lagi kekaguman beliau kepada Muhammad.
Oleh kerana terlalu tertarik dengan peribadi ini, Siti Khadijah ingin menjadi isteri Muhammad yang pada ketika itu masih bujang berumur 25 tahun manakala Siti Khadijah pula sudah berumur 40 tahun; janda yang sudah kematian dua orang suami sebelum itu. Khadijah menghantar wakilnya untuk menyampaikan hajatnya kepada Muhammad. Hasil perkahwinan mereka dikurniakan anak-anak lelaki antaranya ialah Qasim dan Abdullah namun mereka meninggal dunia sejak kecil lagi. Manakala anak perempuan mereka pula ialah Ruqayah, Zainab, Ummu Khalthum dan Fatimah. Mereka semua hidup hingga zaman Islam. Siti Khadijah seorang isteri yang banyak berkorban kepada Muhammad dan perjuangan beliau. Dia lah yang membantu suaminya dari segi harta dan kedudukannya.

Tuhan Memelihara Muhammad Bin Abdullah

Allah memelihara Muhammad Bin Abdullah daripada menyembah berhala dan daripada angkara orang-orang Yahudi yang boleh mencacatkan peribadinya. Muhammad teringin hendak mengikuti majlis-majlis nyanyian tetapi beliau tertidur sebaik sahaja beliau duduk dalam majlis itu. Muhammad berkata “Aku hanya sedar esoknya apabila matahari meninggi mengenaiku.” Esoknya ada kenduri lagi, dan perkara sama berlaku.
Muhammad Bin Abdullah tidak pernah berebut makanan di rumah Abu Talib yang ramai anak. Tetapi kadang-kadang makanan tak mencukupi. Kerana tidak tahu berbuat Muhammad tidur dalam keadaan perut lapar. Akhirnya, Abu Talib menyedari hal ini dan mengkhususkan bahagian tertentu untuk Muhammad bin Abdullah. Selain daripada itu Muhammad tidak pernah bercakap bohong semenjak kecil lagi. Bahkan Muhammad terkenal dengan panggilan Al-amin iaitu jujur dan yang benar. Semasa remaja, Muhammad bin Abdullah pernah menyertai keluarga dan kaumnya bagi mempertahankan Mekah. Muhammad membantu bapa-bapa saudaranya menyiapkan panah. Dari situ Muhammad belajar tentang strategi-strategi peperangan dengan lebih dekat. Muhammad juga merupakan salah seorang anggota yang membela nasib mereka yang dizalimi di Mekah. Siapa sahaja yang dizalimi, pakatan ini akan datang membantu. Dengan itu Muhammad terkenal di kalangan lapisan masyarakat sebagai seorang yang peribadi mulia dan dihormati.

Muhammad Bin Abdullah meletakkan Hajarul Aswad di tempatnya.

Banjir besar telah melanda Mekah sehingga menyebabkan Kaabah hampir runtuh. Orang Quraisy berpakat membina semula Kaabah. Selepas mengumpul wang, mereka mencari orang yang dapat membina semula binaan Kaabah daripada batu bata. Orang Mekah tidak pandai membina binaan daripada batu kerana rumah-rumah mereka diperbuat daripada tanah. Tuhan menghantar orang yang dapat membantu mereka dalam hal ini. Tetapi mereka menghadapi masalah iaitu bagaimana hendak meruntuhkan binaan yang hampir roboh itu untuk didirikan binaan baru. Pembesar-pembesar Quraisy tidak berani. Mereka menyaksikan bagaimana Allah lakukan kepada tentera Abrahah yang cuba melanggar Kaabah. Akhirnya Walid bin Mughirah ayah Khalid Al Walid memberanikan diri. Selepas melihat tiada apa-apa yang terjadi barulah mereka memberanikan diri membantu sambil berdoa kepada Tuhan. Mereka meruntuhkan binaan lama Kaabah dengan penuh rasa takut dan cemas. Apa yang mereka harapkan ialah kebaikan bukan bagi merosakkan Kaabah.
Apabila sudah siap dibina semula, sampai pula pada perkara meletak akan hajarul aswad ke tempatnya kembali. Masing-masing berebut. Bagi mereka ini kemulian yang besar dan semua orang hendak mendapat kemuliaan ini. Hampir-hampir berlaku perperangan antara suku dalam quraisy kerana berebut meletakkan hajarul aswad.
Akhirnya mereka mencari hakim. Hakim membuat keputusan, siapa yang pertama masuk ke Masjidil Haram dialah yang akan memutuskan siapa yang paling layak meletakkan kembali Hajarul Aswad ke tempatnya. Sedang mereka menunggu dengan cemas siapakah yang akan membuat perhintungan ini, Muhammad bin Abdullah masuk. Mereka semua senang hati dan bersetuju dengan Muhammad.
Muhammad dengan kebijaksanaannya menyelesaikan masalah itu dengan penuh aman damai dan memuaskan hati semua pihak. Muhammad membuka serbannya kemudian meletakkan Hajarul Aswad di tengah-tengah serban dan semua ketua suku mengangkat serban ini bersama-sama dari penjuru masing-masing. Apabila tiba di tepi Kaabah, Muhammad meletakan sendiri dengan tangannya yang mulia. Muhammad menyelamatkan bangsa Quraisy daripada peperangan saudara antara mereka.

Penutup

Aqidah merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup seorang manusia. Aqidah yang baik dapat dicontohi daripada kisah-kisah di atas. Sebagai seorang mukmin kita haruslah menjaga aqidah, adab dan peribadi sebagai seorang muslim. Perkara ini semakin dikhuatiri apabila pelbagai berita mengenai kerosakan aqidah di kalangan remaja kini semakin cetek dan kurang. Jadi kita haruslah sama-sama mempunyai tanggungjawab untuk memelihara aqidah kita ini kerana aqidah lah yang mengenalkan siapa kita kepada orang lain.
Pelbagai kumpulam lapisan perlu mementingkan aqidah seperti ibubapa. Ibubapa merupakan insan yang akan mencorak anak-anak menjadi mahjusi, nasrani atau yahudi. Ini merupakan tanggungjawab yang sangat besar sebagai pasangan ibubapa. Selain itu juga adalah para guru iaitu pendidik. Mereka merupakan insan yang juga mempunyai tanggungjawab untuk membantu kedua ibubapa untuk mendidik soal akidah. Para pendidik hendaklah mengambil peluang semasa mengajar untuk menceritakan sedikit tentang akidah dan tidak seharusnya bergantung kepda guru agama sahaja.
Sahabat.banyak perkara yang berkaitan dengan sahabat tidak kira la baik atau buruk. Sahabat memainkan peranan yang penting dalam menghasut sahabatnya membina akidah yang baik dan diberkati Allah. Insan kedua yang rapat dengan kita adalah sahabat. Justeru itu penting untuk kita mencari sahabat yang baik bertanggungjawab agar dapat mengelak daripada perkara mazmumah yang membawa kepada kerosakan akidah.

Akhir sekali tanggungjawab pada diri sendiri. Setiap perkara yang kita lakukan kita haruslah sentiasa beringat dan mengingati insan lain yang sentiasa menyayangi kita. Ini kerana setiap akidah yang dipelihara akan mempamirkan ciri-ciri yang baik.

Rujukan :