Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label KEMATIAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label KEMATIAN. Papar semua catatan

Jumaat, 24 April 2020

V 62 : TAHU, BILA MATI


Taubatlah, jangan tangguh. Sebab kematian datang bila-bila masa saja. Orang yang berani tangguh taubat adalah orang yang sudah tahu bila dia akan mati.
Persoalannya, kita tahu ke bila kita akan jadi mayat?
Renungkanlah.


Jumaat, 14 Februari 2020

U 197 : AL QURAN DAN RAHSIA KEMATIAN MANUSIA


DALAM tiap sel tubuh manusia ternyata ada sebuah sistem waktu yang bertugas mengawal seluruh proses, mulai dari lahir hingga kematian. Para ilmuwan menyebutnya sistem kematian sel, sebuah sistem yang bergerak dan berbunyi untuk mengatur tiap sel tubuh manusia termasuk detik jantung. Sebuah sistem yang juga tidak mampu menambah atau mengurangi, sehingga ketika berada di akhir waktu/ketukan, maka kematian datang setelahnya dan tidak pernah boleh ditunda.

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak boleh mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun.”
[QS. An-Nahl: 61].

Setelah penelitian panjangnya, para ilmuwan menegaskan bahawa kematian adalah makhluk seperti halnya kehidupan, dan seakan kematian itu adalah dasar utamanya. Dan hal tersebut dapat ditemukan isyaratnya dalam ayat Al Quran:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa di antara kalian yang terbaik amalnya.”
[QS. Al-Mulk:2]

Jadi kematian adalah makhluk, dan inilah yang ditegaskan oleh para ilmuwan dan ini pula yang telah ditegaskan oleh Al Quran. Pertanyaannya adalah daripada mana Nabi SAW mendapatkan ilmu ini jika bukan dari sisi ALLAH SUBHANAHU WA TAALA?
Majoriti para ilmuwan menegaskan bahawa masa tua adalah cara terbaik untuk mengakhiri kehidupan manusia secara alami, jika tidak, maka setiap upaya untuk memperpanjangkan hidup di atas batas-batas tertentu akan memberikan banyak penyebabnya, misalnya terserang penyakit atau kecelakaan, para ilmuwan mengatakan: “Setiap usaha untuk mencapai keabadian bertentangan dengan alam.” Para ilmuwan telah menyimpulkan hasilnya, iaitu bahawa meskipun menghabiskan jutaan dolar untuk dapat berumur panjang sampai usia, tetap saja tidak akan membuahkan hasil dan manfaat. Inilah yang pernah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

تَدَاوَوْا يَا عِبَادَ اللهِ، فَإِنَّ اللهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شَفَاءً إِلاَّ دَاءً وَاحِداً: الْهَرَمُ

“Berubatlah wahai hamba-hamba Allah, kerana Allah tidak pernah memberikan suatu penyakit kecuali Allah berikan penawarnya kecuali satu masa tua.”
[Diriwayatkan oleh Ahmad]

Demikianlah fakta ilmu baru datang yang belum dikenal sebelumnya membuktikan dan mengkonfirmasikan kebenaran sabda Nabi SAW dan kebenaran risalah Islam dalam Al
Quran. [kaheel7]
PARA doktor ahli terutama jantung menegaskan bahawa fenomena kematian mendadak banyak terjadi di tahun-tahun belakangan ini, meski tindakan pencegahan dan antisipasi juga semakin meningkat. Sebuah fakta perubatan yang tidak terbantah dan membuktikan perkataan Rasulullah SAW:

إَنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ أَنْ يُظْهِرَ مَوْتِ الْفَجْأَةِ

“Bahawa di antara tanda-tanda yang dekatnya hari kiamat adalah merebaknya kematian mendadak.”
(At-Thabrani).

Para ilmuwan mengkonfirmasi bahawa kematian berawal dari dalam sperma, dan berkembang di dalamnya sejak manusia dalam rahim. Mereka mengatakan: kematian diciptakan dalam setiap unsur sel seperti katup pengaman yang mengawal kehidupan sel, setelah semua terpecah dan mengubah ukuran unsur-unsur tersebut, maka ketika semakin pendek ukurannya maka kematian semakin dekat, dan pada ukuran tertentu sel reproduksi akan berhenti dan mati, dan itulah yang dibuktikan melalui Al Quran, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

“Kami telah memperkirakan kematian di antara kalian dan kami tidak mendahuluinya.”
(QS. Al-Waqi’ah: 60)

Maksudnya adalah bahawa ALLAH SUBHANAHU WA TAALA menempatkan sistem yang terprogram untuk proses kematian, sehingga para ilmuwan membuat satu istilah ilmiah baru tentang kematian sel yang disebutkan, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah, dan ini membuktikan akan mukjizat Al Quran.
Terjadi pada setiap sel tubuh, berbagai tindakan yang disebut oleh para ilmuwan bahawa tindakan degeneratif terjadi setelah tempoh tertentu dari kehidupan sel. Oleh sebab itu, sel akan terus berkembang dan membesar lalu mulai melakukan aktivitinya, namun setelah usia tertentu mulai terjadi tindakan degeneratif di dalam sel, sehingga para ilmuwan mengatakan bahawa proses ini tidak dapat dihentikan, tetapi yang menghentikan proses ini adalah kematian, kerana kematian telah terprogram, sel ini misalnya, akan mati setelah (sepuluh hari), meskipun kita berusaha untuk menghentikan proses degenerasi, sel akan tetap mati, dan inilah kebenaran yang disebutkan dalam Al Quran, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

“Dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya nescaya Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya). Maka Apakah mereka tidak memikirkan?”
(QS. Yasin: 68).

Kata “Nunakkishu” (Kami kembalikan) yang menggambarkan ungkapan yang cermat degeneratif pada sel-sel otak, hati, jantung, dan dalam semua sel manusia ada tindakan degeneratif selalu berakhir dengan kematian.

“Di manapun kamu berada maka kematian akan tetap menjemput kamu (bula sampai ajal)…”
(QS. An-Nisa: 78).

Lihatlah isyarat dari ayat di atas, pesan yang tersembunyi dibaliknya adalah peringatan bagi siapapun untuk kembali ke Pencipta yang Maha Kuasa dan Pencipta yang Maha Agung, yakni ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun…”
(QS. Al-Mulk:2).

Di antara Rahmat ALLAH SUBHANAHU WA TAALA diciptakannya kematian bahawa segala sesuatu memiliki akhir, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ

“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.”
(QS. Al-Qashash: 88).

Namun apa yang dikatakan para ilmuwan tentang kematian? Ahli biologi saat ini menjelaskan bahawa kematian sama pentingnya dengan kehidupan. Dikaitkan dengan fakta-fakta yang ada, mereka mengungkapkan bahawa dalam setiap sel yang ada dalam tubuh manusia memiliki waktu biologi atau waktu tumbuh.
Menurut data statistik PBB, setiap tahunnya ada lebih dari 700,000 orang melakukan bunuh diri, ada ratusan ribu tewas dalam kecelakaan kebakaran, kecelakaan lalu lintas, pembunuhan. Ada jumlah tertentu yang mati akibat penyakit jantung, di Amerika Syarikat meninggal hingga 700,000 orang dan setengah dari jumlah tersebut ada yang mati secara tiba-tiba, ada jumlah tertentu yang mati akibat kanser kulit, kanser payudara dan kanser paru-paru. Seakan ada sistem tertentu yang menentukan kematian, dan jika kita melihat statistik tahun demi tahun, kita perhatikan bahawa ada rasio yang sangat dekat, selama sepuluh tahun misalnya, bahawa persentaj ini dekat dan berkembang seiring berjalannya waktu. Ini adalah bukti bahawa kematian adalah ketetapan yang telah ditentukan waktunya, dan yang menakjubkan Al Quran telah menegaskan fakta ini, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan.”
(QS. Al-Waqi’ah:60).

Para ilmuwan menemukan bahawa sel-sel manusia, tumbuhan dan haiwan, di dalamnya terdapat DNA genom yang dikhususkan waktu kematian sel. Saat para ilmuwan melakukan percubaan memperpanjang umur pada beberapa sel haiwan seperti lalat, justeru sel-sel tersebut berubah menjadi sel kanser, sel tersebut boleh dikatakan mati atau berubah menjadi sel kanser, dan berakhir dengan kematian.
Inilah juga yang terjadi dengan manusia, pada saat mereka mencuba untuk memperpanjangkan kehidupan sekelompok sel manusia, sel-sel berubah menjadi sel kanser mematikan, sehingga para ilmuwan akhirnya memutuskan bahawa kematian tidak kalah penting untuk kehidupan, dan bahawa ia tidak pernah boleh dihentikan kerana itulah ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati…”
(QS. Ali Imran: 185).

Hakikat Al Quran yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan membuktikan akan kebenaran firman ALLAH Yang Maha Kuasa. Kerana itu renungkanlah. siapakah yang mengatur kerja dari jam ketika sel-sel dalam tubuh manusia bekerja? Siapakah yang melindunginya dari segala kerosakan yang mungkin terjadi? Siapakah yang mengawasi atas pemeliharaannya, dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi yang diperlukan. Semua kerana kekuasaan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

Ahad, 2 Februari 2020

U 124 : KEMATIAN SESEORANG SESUAI KEBIASAANNYA


. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن وَالَاهُ

RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM bersabda:

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ "

Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan keadaan dia meninggal."
(HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi,

أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ "

“iaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa dia jalani dan dia akan dibangkitkan di atas hal itu."
(At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)

Penjelasan : Wahai sahabat-sahabatku yang dikasihi sekalian! Semoga Allah SWT merahmatiku dan juga kelian, semoga kita sentiasa dalam bimbingan taufik dan hidayah Allah SWT, semoga kita semua beroleh kesudahan yang baik sebagaimana dalam kehidupan kita ini, kita sentiasa mengharapkan yang terbaik. Imam al-Ghazali ada menyatakan : “Teman yang paling akrab dan tidak pernah meninggalkan kita ialah kematian.” .
Kematian datang secara tiba-tiba. Kita selalu melupainya, tetapi mati tidak pernah melupai kita. Ia tidak peduli dengan hal keadaan kita. Apakah kita dalam taat atau maksiat, apakah dalam keadaan sakit atau sihat. Apabila telah sampai ketentuan Allah SWT, kematian tidak akan ditangguh-tangguh lagi. Semuanya berlaku secara tiba-tiba.
Sudah pasti setiap orang dari kita berharap dianugrahkan husnul khatimah.
Ajal menjemput tatkala sedang beribadah kepada Allah SWT, ketika bertaubat kepada Allah SWT, sedang solat dan doa, sedang ingat kepada Allah SWT. Namun hakikatnya berapa ramai orang yang mengharapkan husnul khatimah beroleh kesudahan yang sebaliknya.
Su’ul khatimah. Maut menjemputnya tatkala dia sedang bermaksiat kepada Allah SWT. 

Su’ul Khatimah secara bahasa, Su’ul Khatimah ertinya adalah : “Akhir yang tidak baik.”
Faktor yang menyebabkan “ketidak-baikkan”
Pada saat kematian boleh beragam, yang paling buruk ialah kematian yang tidak disertai dengan membawa iman kepada Allah SWT. Disebut juga mati Kufur (Na’udzu billah). Al Imam Ghazali menjelaskan, ada dua model Su’ul Khatimah:
Pada saat Sakaratul Maut, hatinya dalam keadaan tak beriman, sehingga ruhnya dicabut dalam keadaan tak membawa iman, keadaan ini menyebabkan ia terhalang daripada Allah SWT untuk selama-lamanya, dan menjadikannya kekal di Neraka (Na’udzu billah).
Pada saat ajal menjemput, hati dan perasaan terisi dengan urusan-urusan duniawi, yang terbayang hanya dunia dan urusan material (tidak teringat Allah), sehingga pada saat ruhnya dicabut, hatinya hanya tertuju kepada urusan duniawi. Dan selama hatinya berpaling dari Allah SWT bererti ada penghalang antaranya dengan Allah SWT dan selama ada penghalang maka siksa Allah Azza wa Jalla akan diturunkan, kerana siksa Allah SWT hanya diturunkan kepada mereka yang terhalang dariNya.

Selanjutnya al-Imam Ghazali berkata:
“Jika demikian keadaannya, sungguh sangat mengkhawatirkan, kerana seseorang akan mati sesuai dengan kebiasaannya sehari-hari, dan setelah mati sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya.” Dengan begitu nasibnya akan sangat rugi besar. Jika demikian, tergantung dari kadar imannya, apabila masih tersisa iman di hatinya, meskipun sedikit maka ia akan dikeluarkan dari Neraka. Semakin sedikit iman yang dibawa, semakin lama pula menjadi penghuni Neraka (Na’udzu billah).

Menurut penjelasan para Ulama’ pada saat-saat menjelang kematian adalah ujian yang terberat dalam memepertahankan keimanan, syaitan-syaitan pada saat itu dengan amat gigihnya berusaha dengan semua cara membujuk dan merayu agar mati dengan tanpa membawa iman, sehingga diharapkan akan menjadi penghuni Neraka bersamanya. Oleh kerananya :-
Disunnahkan menuntun orang yang sedang Sakaratul Maut untuk membaca kalimat “LA ILAHA ILLALLAH”
Dalam Hadits dinyatakan, “Tuntunlah orang yang akan meninggal dengan kalimat LA ILAHA ILLALLAH.”
(H.R. Muslim)

Dalam Hadits lain :
“Barangsiapa yang akhir ucapannya kalimat LA ILAHA ILLALLAH maka akan masuk syurga.”
(H.R. Ahmad)

Kemudian para Ulama’ menjelaskan, “Ada beberapa perbuatan yang berpeluang menyebabkan Su’ul Khatimah,
Seperti membenci atau memusuhi para Wali Allah meskipun yang sudah wafat,
riba, merampas hak anak yatim,
Meremehkan kewajipan Solat.
Durhaka pada orang Tua.
Minum khamr.
Menyakiti sesama Muslim.
Tidak menjawab seruan Azan dan lain-lainnya.

Peringatan penting.
Mana mungkin seseorang itu beroleh husnul khatimah sedangkan hari-harinya dia penuhi dengan melakukan maksiat kepada Allah SWT. Hari-harinya dia penuhi tanpa menjaga pendengarannya, pandangannya, hati yang hasad, pemikiran yang lucah, perilaku yang khianat, lisannya jauh dari berzikir dan mengingat Allah SWT.
Ingatlah wahai saudara-saudaraku sekelian, semoga Allah SWT merahmatiku dan kelian semua. Sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa dia lalui setiap hari.

Sabtu, 1 Februari 2020

U 123 : SAAT KEMATIANMU, TIDAK PERLU DICEMASKAN


Ketika jantungmu berhenti, tidak perlu dicemaskan.
Saat sekarat, tidak perlu dicemaskan.
Jangan perdulikan jasadmu yang akan hancur! Kaum muslimin akan melaksanakan kewajipan mereka:
1. Melucuti pakaianmu.
2. Memandikanmu.
3. Mengafanimu.
4. Menggalikan lubang lahatmu.
5. Mengeluarkanmu dari rumahmu.
6. Memanggulmu di atas pundak-pundak mereka.
7. Menghantarkanmu ke tempat tinggalmu yang baru(tanah perkuburan).
8. Orang-orang akan berdatangan untuk merawat dan mengurus jenazahmu, bahkan banyak yang meninggalkan pekerjaannya demi untuk menguburkanmu.
9. Harta bendamu akan segera diurus dan berpindah tangan:
- kunci-kunci kenderaan dan rumah
- tas
- buku-buku
- handphone
- sepatu
- pakaian
Apabila keluargamu baik, mereka menyedekahkannya agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah bahawa:
Dunia tidak sedih kerana kematianmu.
Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu.
Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu.
Perekonomian akan terus berputar.
Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain.
Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli warismu.

Sementara engkau yang akan dihisab atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil.
Yang pertama lepas daripada engkau adalah namamu.

Saat engkau meninggal dunia: Mereka bertanya : Di mana mayatnya? Mereka tidak memanggil engkau dengan namamu! Nama engkau tinggal kenangan belaka.
Ketika mereka akan mensolati, mereka kata : Bawa sini jenazahnya. Mereka tidak menyebutkan nama engkau. Betapa cepat nama engkau hilang berlalu.
Ketika mereka akan menguburkan engkau, mereka berkata: Dekatkan mayatnya, tanpa menyebutkan namamu.
Kerana itu... 
Jangan tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompok engkau.
Jangan terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunan engkau. Alangkah remehnya dunia ini dan betapa besar apa yang akan kita hadapi.
Kesedihan orang atas kepergian engkau ada tiga macam:

1. Orang yang mengenal engkau sepintas lalu akan mengatakan: Kasihan!!!
2. Teman dan sahabat engkau akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka kembali pada rutin dan candatawa mereka.
3. Kesedihan mendalam di rumah. Keluarga engkau akan bersedih seketika. Satu-dua bulan atau hingga satu tahun. Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan.
Demikianlah, kisah engkau di antara manusia telah terakhir.
Engkau hanya tinggal di ALBUM KENANGAN.

Kisah engkau yang sebenarnya baru dimulai. Bersama sesuatu yang nyata, iaitu Alam Akhirat.
Telah lepas darimu:
1. Kecantikan/ketampanan
2. Harta
3. Kesihatan
4. Anak
5. Rumah. 
6. Isteri/suami

Kehidupan engkau yang sesungguhnya baru dimulai.
Pertanyaannya sekarang adalah:
Apa yang telah engkau persiapkan untuk kubur dan akhirat engkau?
Ini adalah KENYATAAN yang perlu direnungkan.

Check ibadahmu, yang wajib dan yang sunnah.
Check amal soleh dan sedekah.
Check perilaku dan yang berlebih-lebihan.
Semoga engkau selamat.
Jika anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar posting ini... In Shaa Allah,  anda akan dapati buah dari peringatan anda itu dalam timbangan amal kebaikan pada hari Kiamat.

Allah SWT berfirman:

 (وذكّر فإن الذكرى تنفعُ المؤمنين)  

"Dan berilah peringatan, kerana peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman."

Kenapa mayat memilih Sedekah jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah SWT:

رب لولا أخرتني إلى أجل قريب: ‼فأصدق‼

"Yaa Tuhan, jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, nescaya aku akan bersedekah."

Mereka tidak mengatakan:
Nescaya aku akan umrah,
Nescaya aku akan solat,
Nescaya aku akan puasa,
Para ulama menjelaskan: "Mayat hanya mengatakan sedekah, kerana dia melihat nampak sedekah yang sangat besar setelah kematian."
Maka perbanyaklah bersedekah.

Untuk saat ini dapat bersedekah dengan mengirim/menyebarkan postingan ini pada teman/saudara dengan niat kerana Allah SWT, maka jika ada di antara mereka yang mengamalkan postingan ini ganjaran dengan seizin Allah SWT juga akan anda terima. Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin.

U 122 : BILA KITA INGAT MATI


Bila kita ingat mati,
kita akan hilangkan dengki...
Bila ingat mati,
kita akan hindari iri hati...
Bila kita ingat mati,
kita tak akan mencaci maki...
Bila kita ingat mati,
kita tak lagi pentingkan diri sendiri...
Bila kita ingat mati,
kita boleh buangkan benci...
Bila kita ingat mati,
semua orang kita ampuni...
Bila kita ingat mati,
kita selalu insafi diri...
Bila kita ingat mati,
kita akan saling menasihati...
Bila kita ingat mati, 
kita boleh hidupkan hati...
Bila kita ingat mati,
hidup menjadi lebih bererti...
Bila kita ingat mati, 
kita tak akan cinta duniawi...
Bila kita ingat mati, 
kita kan ingat hanya kepadaNya lah kita kembali...

Sabtu, 4 Januari 2020

U 82 : DITIMPA BANYAK MASALAH, BOLEHKAH BERDOA AGAR CEPAT MATI?

Kematian adalah sebuah kepastian bagi semua makhluk Tuhan, termasuk manusia. Ia merupakan hal yang misterius. Di manapun dan bilapun, seseorang boleh saja mati tanpa sepengetahuan siapapun. Hanya Allah SWT yang tahu bila dan dim ana seseorang akan mati.
Akan tetapi, seseorang dilarang berdoa kepada Allah SWT agar dirinya cepat mati. Kita sesekali pernah menjumpai teman kita yang ditimpa masalah besar, baik kerana terlilit hutang, ataupun kerana terjangkit suatu penyakit, sehingga tiba-tiba ia berkata, “Lebih baik aku mati saja, hidup ini sudah tidak ada gunanya.” Kata-kata seperti itu sebagai ekspresi keputusasaan dan merupakan bentuk harapan agar dirinya cepat mati.
Padahal, Nabi SAW melarang hal demikian. Nabi SAW pernah mengatakan:

ﻟَﺎ ﻳَﺘَﻤَﻨَّﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺪْﻉُ ﺑِﻪِ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞِ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻴَﻪُ ﺇِﻧَّﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﻋُﻤْﺮُﻩُ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ

“Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian. Dan janganlah berdoa agar ia cepat mati sebelum datang waktunya. Kerana orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur orang Mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan.”
(HR. Muslim)

Pada hadis lain, Nabi juga mengatakan:

ﻻَ ﻳَﺘَﻤَﻨَّﻴَﻦَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻟِﻀُﺮٍّ ﻧَﺰَﻝَ ﺑِﻪِ ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻻَ ﺑُﺪَّ ﻣُﺘَﻤَﻨِّﻴًﺎ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺣْﻴِﻨِﻲ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟِﻲ ، ﻭَﺗَﻮَﻓَّﻨِﻲ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﻮَﻓَﺎﺓُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟِﻲ

“Janganlah seseorang mengharapkan kematian kerana tertimpa kesengsaraan. Dan kalaupun ia terpaksa atau benar-benar mengharapkannya, maka hendaklah berdoa, Yaa Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan itu memang lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku, apabila kematian itu memang lebih baik bagiku.”
(HR. Muslim)

Demikianlah sikap yang diajarkan oleh Nabi SAW bagi seseorang yang mengharapkan kematian kerana suatu musibah atau kesengsaraan yang ia hadapi.


Sabtu, 28 Disember 2019

U 38 : JOM HIJRAH SEBELUM AJAL

Umur 35-40 tahun ialah umur di mana kebanyakan kita mula diuji. Ujian boleh datang dari ibubapa (jatuh sakit, kematian), atau dari pasangan hidup (perceraian, jatuh sakit, pergaduhan) atau dari anak-anak yang meningkat remaja.
Memang bermula 35-40 tahun, Allah SWT akan memanggil kita pulang bertaubat kepadaNya. Panggilan dari Allah SWT selalunya berbentuk ujian. Kerana hanya dengan itu kita akan kembali bersimpuh dan bersujud mengadu dan memohon pertolonganNya.
Orang yang bijak akan memperbaiki diri dan amalannya, memperbaiki hubungan dengan ahli keluarga dan pasangannya, berjimat menyimpan untuk hari tuanya. Semua dengan niat mahu berkumpul bersama di syurga nanti.
Orang yang kurang bijak tetap leka dan langsung tak membuka deria terhadap panggilan Allah SWT malah tetap leka dengan keseronokan dunia, berkumpul dengan rakan-rakan dan kurang memberi perhatian kepada suami/isteri/anak-anak
Usia 35 - 40 ini menjadi lebih menarik apabila al-Quran di dalam surah "al-Ahqaaf ayat 15" ada menyebut tentang itu. Allah SWT berfirman yang bermaksud,

"Dan kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya berserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhan ku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal salih yang Engkau redhai dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadaMu)."

Ada segelintir golongan yang sudah berumur 50 tahun, 60 tahun, malah 70 tahun, masih memikirkan kereta sportnya, tanaman Duriannya, ternakan kerbaunya, harta-hartanya, anak-anak dan cucu-cucunya. Alangkah baiknya jika apabila sudah berumur, masa diisi untuk mendengar Kuliah Agama, ibadat di Masjid, Umrah, Haji dan sebagainya.
Ada yang masih merasakan diri muda belia. Melayan nafsu yang marak menyala padahal kedut dan uban dah tumbuh merata. Sibuk mencari cinta di luar, sedangkan rumahtangga yang halal dibiar berantakan.
Ada yang rasa macam masih sihat, walaupun sahabat-sahabat, sedaramara ramai yang sudah meninggal dunia, kadangkala tanpa disangka. Itu semua hanya menjadi bahan cerita, "Ehh, tak sangkaaa...muda lagi, sihat je nampak, boleh meninggal..."
Amatlah menyedihkan tatkala orang lain bersiap bertemu Tuhan, kita masih ralit dibuai perasaan akibat tertipu dengan nafsu sendiri.
Nafsu memang tak pernah tua. Ia sentiasa muda dan galak. Yang semakin lelah dan tua adalah tubuh dan kudrat kita.
Rasanya jika Tuhan menghalang tubuh manusia mengalami penuaan, pasti kita semua lebih leka, lebih degil untuk menyahut panggilan pulang.
Sehinggalah tiba saat roh kita diheret dan diseret kembali merengkuk di hadapan Tuhan.
Kita hidup di dunia, tidak lama. Rasulullah Sallallaahu Alaihu Wasallam, telah bersabda:

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang boleh melampaui umur tersebut.”
[HR. Ibnu Majah: 4236].

Kalau sekarang kita rasa 35-40 tahun atau 70 tahun itu lama, bagaimana setelah alam barzakh atau akhirat juga kita dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama,

SATU HARINYA = RIBUAN TAHUN…

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita..
Oleh kerana itu, lihatlah diri anda, sudahkah kita mempersiapkannya?!
Allah SWT berfirman (yang ertinya):

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan lihatlah diri masing-masing apakah yang sudah ia persiapkan untuk kehidupan esoknya.”
[Al-Hasyr:18]

Jom Hijrah