Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label RENUNGAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label RENUNGAN. Papar semua catatan

Sabtu, 8 Februari 2020

U 174 : RENUNGAN HARI INI

Yang aku takut - hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasihat namun sangat pandai menasihati.
Yang aku takut - aku merasa paling benar sehingga merendahkan yang lain.
Yang aku takut - egoku terlalu tinggi hingga merasa paling baik di antara yang lain.
Yang aku takut - aku lupa bercermin namun sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.
Yang aku takut - ilmuku akan membuatku menjadi sombong memandang yang berbeza denganku.
Yang aku takut - lidahku makin lincah membicarakan aib saudaraku namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.
Yang aku takut - aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam bertindak.
Yang aku takut - aku hanya pintar dalam berdakwah namun sulit untuk mentaati.
Yang aku takut - aku hanya cerdas dalam mengkritik namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.
Yang aku takut - aku membenci dosa orang lain namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

Yaa Allah Yaa Tuhanku. Aku berlindung padaMu dari kelemahanku sendiri. Lembutkanlah hatiku dan redam egoku. Jauhkan aku dari sifat berbangga diri, hasad, iri dan dengki. Sungguhnya aku memohon hidayah dan ampunanMu.
Aamiin...

Ahad, 31 Disember 2017

S 83 : RENUNGAN BANGUN TIDUR

Dari tidak memiliki apa-apa, kemudian miliki apa-apa, lalu kenapa harus resah dan gelisah memikirkan apa-apa yang hilang dari diri sendiri, padahal sejatinya aku tidak memiliki apa-apapun.
Dari ketiadaan kemudian menjadi ada, lalu kenapa harus resah dan gelisah memikirkan perjalanan hidup, padahal sejatinya aku ini tidak ada.
Dari alam kematian, kemudian aku dihidupkan, lalu kenapa harus resah dan gelisah menghadapi kematian, padahal sejatinya aku ini berasal dari alam kematian, itulah awal kehidupanku.
Dari tidak mengenalmu, kemudian aku mengenalmu, lalu kenapa harus resah dan gelisah memikirkan kepergianmu, padahal sejatinya setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Terima kasih Yaa Allah, Engkau selalu menyedarkanku.

Sabtu, 30 Disember 2017

S 57 : RENUNGAN PAGI – TUJUAN MAHU KE MANA

Cuba anda ketik dosa maka akan nampak keburukan atau perbuatan yang tidak baik di masa sebelumnya.
Mata ini lebih banyak memandang yang diharamkan dan sedikit sekali memandang yang dihalalkan, tidak terjaga pandangan ini selalu jelalatan padahal sudah tahu dan boleh membezakan.
Kaki ini banyak dilangkahkan ke tempat yang tidak karuan dan sedikit sekali dilangkahkan ke tempat pengajian.
Lisan ini banyak sekali berkata-kata yang tidak bermanfaat bahkan sampai mencela dan menghina yang dikeluarkan.
Telinga ini banyak sekali mendengar suara-suara muzik yang diharamkan, sedikit sekali mendengar kajian atau bacaan Al Quran.

Dan seterusnya.
Jika alamat kita tinggal : di bumi ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
Kecamatan : kematian.
Desa : alam kubur.
Jalan : yang lurus.
Gang : Agama Islam.
R.T. O2 Dua kalimah Syahadat.
R.W. 05 Shalat 5 waktu.
Kerjakanlah perintahNya.
Jauhilah laranganNya.

Agar sampai pada tujuan yang kita inginkan.

S 55 : SEMBILAN RENUNGAN KEHIDUPAN

Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wuduk yang segar. Sesudah melaksanakan solat dan berdoa. Cubalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri:

1. Lihatlah kepala kita! 
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan ALLAH Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam fikirannya?

2. Lihatlah mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan ALLAH Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Lihatlah telinga Kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara azan, bacaan Al Quran, seruan kebaikan atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Lihatlah hidung Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat solat, mencium isteri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?

5. Lihatlah mulut kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasihat-nasihat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Lihatlah tangan Kita!
Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?

7. Lihatlah kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada ALLAH Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Lihatlah dada Kita!
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada ALLAH Yang Maha Bijaksana atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takbur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riak?

9. Lihatlah diri kita! 
Apakah kita sering tadabur, tafakur dan selalu bersyukur pada kurniaan yang kita terima daripada ALLAH Yang Maha Perkasa?


Semakin banyak porsimu mengingat ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, semakin bahagia hatimu, semakin jauh dari mengingat ALLAH, maka semakin hina dirimu. Jika hatimu hampa pasti tidak ada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA di sana.

S 51 : RENUNGAN MALAM - SUJUDLAH

ALLAH SUBHANAHU WA TAALA tahu ada keperitan yang kau sembunyikan. Ada kata duka yang tak boleh kau ungkapkan. Ada kesedihan yang tak seorangpun melihatnya darimu. Sejenak angkatlah kepalamu. Jangan bersedih kerana pertolonganNya begitu dekat. Kau hanya perlu berbisik dalam sujud (sujud dalam solat) kerana saat itu adalah masa di mana engkau dan Dia begitu dekat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Sedekat dekatnya seorang hamba kepada Rabbnya ialah ketika dia sedang bersujud kerana itu perbanyaklah doa (di dalamnya)."
(HR. Muslim)


S 49 : KEJAR DUNIA KEJAR AKHIRAT

"MENGEJAR dunia memang tak ada habisnya, hasilnya memang berupa tapi untuk sementara, mengejar akhirat pun tak ada habisnya, hasilnya memang belum berupa tapi hasilnya nanti UNTUK SELAMA-LAMANYA."

S 48 : DAUN KELADI VS KAPAS

Bagaikan air di daun keladi.
Kalau kita perhatikan daun keladi walaupun dijirus dengan air, ia tetap kering dan tak basah tak berbekas.
Kerasnya hati manusia walaupun sebanyak apapun nasihat yang ia dengar tetap saja ia tidak terima.
Masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri dan jadilah ia manusia yang rugi, kerana nasihat yang ia terima tidak dijalani.
Bagaikan air di dalam kapas.
Kenapa dikatakan di dalam kapas kerana air baru tersentuh sedikit saja langsung diserap oleh kapas.
Gambaran hati manusia yang lembut seperti kapas diberi nasihat langsung ia serap, disuruh langsung ia kerjakan, dilarang langsung ia cegah.
Air yang mengalir dari tempat yang tinggi mengalir ke dataran yang rendah.
Ilmu yang diberikan seorang guru diserap oleh muridnya dan dialirkan lagi ke tempat yang paling rendah.
Begitulah gambaran hidup ini apakah kita termasuk daun keladi memiliki hati yang keras?
Apakah kita termasuk seperti kapas yang memiliki hati yang lembut?
Apakah kita termasuk orang yang berilmu dan mengamalkan apa-apa yang sudah kita tahu atau yang sudah kita miliki yang selalu berbagi?
Pilihan ada di hati anda, anda sendiri yang tahu jawapannya.
Selamat memikirkan.
Semoga jadi renungan buat kita semua dan untuk muhasabah diri.

Semoga hidup ini jadi lebih baik lagi.

Rabu, 28 Mei 2014

R 59 : UNTUK RENUNGAN

السلام عليكم
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Secara jujur aku katakan, kali pertama aku membaca kisah ini, perasaan hiba dan terharu terus menusuk ke dalam hati dan perasaanku. Sesedar, mata aku sudah bergenang dengan air mata. Hebat sekali pengangan kisah ini terhadap diri aku. Moga kisah ini dapat memberi pengajaran kepada kita semua.
Wallahualam.

Suatu ketika dahulu ketika di Jepun, pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang  sudah tidak berdaya sehingga tidak boleh menguruskan kehidupan diri serta anaknya.
Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan kerana si ibu telah lumpuh dan agak nyanyuk. Si pemuda bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang boleh dicapainya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Apabila sudah tiba di destinasi yang si pemuda itu rasakan sudah sesuai untuk ‘melepaskan’ ibunya, dia menurunkan si ibu tadi dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih kerana dia tidak menyangka dia sanggup melakukan perbuatan itu terhadap ibunya.
Si ibu yang nampak begitu tenang dan pasrah dengan apa yang telah dilakukan anaknya berkata ‘Anakku, ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sehingga dewasa ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sehingga ke hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun terhadapmu. Dalam perjalanan tadi, ibu sudah menanda sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu kerana ibu khuatir kau tersesat. Ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah.’
Setelah mendengar kata-kata ibunya, si anak menangis dengan sekuat-kuatnya dan lantas memeluk ibunya. Si anak dengan perasaan sedih dan hiba dengan apa yang telah dilakukan terhadap ibunya lantas menggendong ibunya untuk membawa si ibu pulang ke rumah. Pemuda tadi akhirnya menjaga ibunya sehingga ke akhir hayat ibunya.

Orang tua bukan barang antik yang boleh kita abaikan atau dibuang setelah tiba saat beliau tidak berdaya membuat segala apa yang mampu dibuat untuk dirinya serta orang lain kerana di saat engkau telah berjaya atau engkau di dalam keadaan susah mana pun, hanya ibubapa kita sahaja yang akan tetap bersama kita kerana secara lumrahnya, batinnya akan menderita kalau kita menderita. Bukan isteri, suami, ataupun teman.

Ibubapa kita tidak pernah meninggalkan kita atau mengabaikan kita walau bagaimana jua keadaan kita. Malah, walaupun kita bersikap kurang ajar terhadap mereka, mereka tetap akan menyanyangi kita. Hargailah mereka selagi mereka masih ada.




R 57 : KITA SENTIASA BERALASAN

Pada hari Kiamat nanti, Allah akan menolak 4 macam alasan dari 4 jenis golongan manusia, iaitu:

1. Allah menolak alasan dari orang kaya kalau sekiranya ia berkata, “Kekayaan yang aku cari dengan usaha titik peluh sendiri telah menyibukkan aku sehingga aku tidak sempat melaksanakan amal ibadat dan kebajikan.”Firman Allah swt kepadanya,

“Kekayaanmu tidaklah setanding degan kekayaan Nabi Sulaiman tetapi dia sedikit pun tidak lalai dan lupa mengingati Aku.”

2. Allah menolak alasan dari hamba sahaya sekiranya ia berkata, “Aku adalah seorang hamba dan sentiasa terikat kepada suruhan yang menjadikan aku tidak bebas. Oleh sebab itu aku tidak berpeluang untuk beribadat kepadaMu.” Firman Allah swt kepadanya,

“UtusanKu yang bernama Nabi Yusuf juga pernah menjadi hamba tetapi tidak pula ia leka dari mengerjakan ibadatnya terhadapKu.”

3. Allah menolak alasan dari orang miskin sekiranya ia berkata, “Kemiskinan dan kekurangan yang kami miliki inilah yang menybabkan kami tidak berpeluang untuk beribadat kepadaMu.”Firman Allah swt kepadanya,

“Kemiskinan yang kamu rasai tidak semiskin sebagaimana seorang utusanku iaitu Nabi Isa a.s dan ia tidaklah pula mengabaikan tanggungjawabnya kepadaKu.”

4. Allah menolak alasan dari orang yang sedang menderita sakit sekiranya ia berkata, “Penyakit inilah yang menghalang aku dari melakukan sujud terhadapMu.” Firman Allah kepadanya,


“Penyakitmu tidaklah seteruk seperti apa yang dialami oleh hambaKu yang mulia iaitu Nabi Ayub a.s tetapi lidah dan hatinya sedikit pun tidak berhenti dari menyebutkan  namaKu.”




Jumaat, 23 Mei 2014

R 9 : MASA DEPAN

Sepupu saya seorang hafiz al Quran.
Satu hari ditanya seorang pakcik, "Kau belajar quran, jadi hafiz ni, ada masa depan ke?"
Sepupu jawab, "Pakcik tahu ke masa depan pakcik?"
diam...




Selasa, 20 Mei 2014

Q 149 : SAIYIDINA HASSAN DAN PEMUDA BADWI

Saiyidina Hassan bin Ali ra, adalah seorang tokoh Islam yang sangat dicintai oleh umat Islam. Sebagai seorang cucu Rasulullh saw. beliau adalah ibarat permata di zaman hidupnya kerana memiliki budi pekerti yang mulia dan terpuji.
Pada suatu hari sedang Saiyidina Hassan duduk di muka pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang pemuda Badwi, lalu mencacinya dan juga kedua ibubapanya. Anehnya, Saiyidina Hassan hanya mendengar sahaja tanpa sedikit pun berubah air mukanya, atau membalas kata-katanya itu.
Saiyidina Hassan berkata kepada orang itu: "Wahai Badwi, adakah engkau lapar atau dahaga? atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?" Tanpa mempedulikan kata-kata Saiyidina Hassan, Badwi itu terus memaki hamunnya. Oleh itu Saiyidina Hassan pun menyuruh pembantu rumahnya membawa uncang yang berisi wang perak lantas diberikannya kepada Badwi itu dan berkata: "Wahai Badwi, maafkanlah saya. Inilah sahaja yang saya miliki. Jika  ada yang lebih tidak akan saya sembunyikannya daripadamu."

Sikap dan layanan Saiyidina Hassan itu akhirnya berjaya melembutkan hati Badwi tersebut. Badwi itu menangis teresak-esak lantas sujud di kaki Saiyidina Hassan dan berkata: "Wahai cucu baginda Rasulullah saw. maafkanlah aku kerana berlaku kasar terhadapmu. Sebenarnya aku sengaja melakukan begini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu baginda Rasulullh saw. yang aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahawa engkau mempunyai budi pekerti yang mulia sekali."

Isnin, 19 Mei 2014

Q 134 : MENGAPA ALLAH SWT MENGATAKAN “TIDAK” KEPADA AKU

Aku memohon kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku. Allah menjawab, "TIDAK, itu bukan untuk Kusingkirkan tetapi untuk kau mengalahkannya."
Aku memohon kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku. Allah menjawab, "TIDAK, jiwa itu adalah sempurna, badan hanyalah sementara."
Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran. Allah menjawab, "TIDAK, kesabaran adalah hasil dari kesusahan. Ia tidak dihadiahkan, ia harus dipelajari."
Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan. 
Allah menjawab, "TIDAK, Aku memberimu berkat, kebahagiaan adalah bergantung kepadamu."
Aku memohon kepada Allah untuk menjauhkan penderitaanku. 
Allah menjawab, "TIDAK, penderitaan menjauhkanmu daripada perhatian duniawi dan membawamu dekat padaKu."
Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. 
Allah menjawab, "TIDAK, Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal."
Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain yang kukasihi seperti mana Engkau mengasihiku. 

Allah menjawab, "Akhirnya kau mengerti, HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu, mungkin hanyalah seseorang, tetapi bagi seseorang, kamu adalah dunianya."


Sabtu, 26 April 2014

Q 106 : USIKAN MEMBAWA BAHAGIA

Seorang gadis sedang menanti keretapi untuk ke tempat kerjanya. Berseorangan.
Lalu ada dua pemuda lelaki mengusiknya di belakang.
"Cik adik tu, assalamualaikum.Tak jawab, dosa. Hihi."
Lalu si gadis itu berpaling. Seraya berkata,
"Waalaikumussalam. Saya terbayang andai saya sudah berada di dalam kubur nanti, adakah ada ramai pemuda akan lalu dan memberikan salam seperti yang awak berikan pada saya tadi?"
"Tahu tak, Nabi kita s.a.w. memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur dengan ucapan,

السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، أسأل الله لنا ولكم العافية

"Assalaamualaikum ahladdiyaar minal mu'minin wal muslimin, wa innaa Insya-Allahu bikum laahiquun, as alullah lana wa lakumul aafiah.."Maksudnya, "Salam sejahtera atas kalian wahai penduduk-penduduk dari Mukminin dan Muslimin, semoga kasih sayang Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan sungguh kami In Sya Allah akan menyusul kalian."
(Sahih Muslim hadis no. 974, 975, 976)

"Jadi jangan lupa ucapan salam tu setiap kali lalui kubur saya kelak."
Gadis itu berlalu pergi bila keretapi tiba.
Terkebil-kebil dua pemuda tadi.
Pagi-pagi yang seterusnya, gadis itu menaiki keretapi seperti biasa. Dua minggu kemudian, si gadis terlihat pemuda yang pernah memberi salam padanya dulu menunggu bersama-samanya. Berseorangan tanpa temannya yang seorang lagi.
Pemuda itu tersenyum dan mengangguk perlahan kepadanya.Tanda hormat.
Si gadis senyum kecil. Jua tanda hormat. Senyum itu kan sedekah.
cerita oleh: Muhammad Rusydi

"Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammad"




Jumaat, 18 April 2014

Q 52 : HATI

Sabda Nabi saw yang bermaksud :

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rosak maka rosak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahawa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”
(HR. Bukhari - Muslim)  




Q 48 : API DARI SEBATANG MANCIS

Saya tak merokok tapi saya sentiasa membawa sekotak mancis di dalam poket saya. Bila hendak buat satu dosa saya akan nyalakan mancis tadi dan genggam kemudian saya berkata pada diri saya sendiri "Ali, api dari sebatang mancis ni pun TAK tahan, apalagi api neraka."
-Muhammad Ali-
(Former Professional Boxing Player)




Q 47 : KITA PATUT MENGHARGAI ORANG YANG DI DEPAN

Murid : Cikgu...macamana kita nak pilih seseorang yang terbaik? sebagai orang yang paling kita sayang? macamana juga kasih sayang tu nak berkekalan?
Cikgu : Orait...buat apa yang saya suruh...Awak pi kat padang... jalan je atas padang tu sambil tengok rumput-rumput di depan awak... pilih la yang PALING CANTIK! jangan sesekali toleh belakang lagi.. pilih yang hanya di depan awak... bukan di belakang.. PILIH YG PALING CANTIK dan bawa ke kelas.... -
Apabila murid itu kembali ke kelas...tiada pun walau sehelai rumput di tangannya...
Cikgu : Laaa... kenapa tak amik rumput? kan banyak rumput di padang tu?

Murid : Tadi masa berjalan.. memang la banyak rumput yang cantik.. tapi cikgu kata amik yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang! saya dah nak amik rumput yang cantik tu... tapi ada lagi yang paling cantik di depan... saya terus la berjalan.. ada lagi paling cantik.. last2...sampai hujung padang.. saya tak jumpa pun yang paling cantik.. mungkin yang paling cantik tu ada kat belakang saya... nak undur balik...tak boleh..sebab cikgu kata pilih yang di depan saja... Jadi, tiadalah rumput yang saya petik...
.
Cikgu : Ya.. tu la jawapan yang awak cari... Maknanya.. APABILA KITA DAH JUMPA ORANG YG KITA SAYANG.... JANGAN LA KITA NAK CARI YANG LEBIH ELOK DARI ITU... KITA PATUT MENGHARGAI ORANG YANG DI DEPAN KITA SEBAIK- BAIKNYA... JANGANLAH TOLEH KE BELAKANG LAGI.. SEBAB APA YANG DAH BERLALU TU TETAP AKAN BERLALU... SEMOGA IA TAKKAN BERULANG KEMBALI.... DAN INGATLAH..ORANG YANG PALING KITA SAYANG TU LA PALING BAIK DAN PALING CANTIK. WALAU DIIKUTKAN ADA LAGI YANG LEBIH BAIK DI DEPAN AWAK SEPERTI AWAK MENCARI RUMPUT TADI...





Rabu, 16 April 2014

P 144 : KISAH KACA MATA

Ketika musim banjir, pakcik Ismail membuat baju dan mendermakan baju untuk didermakan pada mangsa banjir. Satu hari ketika pulang daripada membungkus baju kepada mangsa banjir di masjid, Pakcik Ismail mendapati kaca mata beliau kehilangan.
Pakcik Ismail memikirkan balik ke mana hilangnya kaca mata baru beliau. Rupa-rupanya ia terjatuh ke dalam salah satu bakul baju untuk didermakan ke Pahang.
Pakcik Ismail merasa sedih kerana kaca mata baru itu adalah hadiah pertama daripada anak sulungnya yang baru bekerja. Beliau merasa kecewa kerana menghilangkan hadiah dan terpaksa membuat kaca mata yang baru.
"Mengapa layan saya begitu, Ya Allah? Saya dah bantu membantu, mengapa hilangkan benda terpenting saya?" rungut Pakcik Ismail di hati.
Setelah enam bulan daripada peristiwa tersebut, pakcik Ismail kebetulan melawat masjid-masjid yang menerima bantuan banjir.
Seorang pakcik tua sedang memberikan ucapan penghargaaan kepada mereka yang mendermakan bantuan kepada mangsa-mangsa banjir.
“Ketika itu saya cuba membawa cucu ke atas bot, terdapat satu ombak melanggar saya dan cermin mata saya terjatuh ke dalam air. Saya tidak dapat mencari kerana air deras. Ketika itu, saya cemas memikirkan bagaimana saya hendak melalui saat-saat derita ini, kerana tanpa cermin mata saya, saya cepat sakit kepala. Di kawasan kita, kedai cermin mata pun kena banjir.
Setibanya di masjid ini, saya dan anak saya membuka kotak baju derma. Tergamam saya melihat ada sepasang cermin mata di dalamnya. Power ia sama dengan power cermin mata saya. Saya cukup bersyukur pada mereka yang mendermakan cermin mata itu, dan pada Allah yang menjawab doa saya,” kata atuk itu.
Ahli-ahli masjid yang mendengar terkejut dengan kata-kata atuk kerana ketika menyediakan bantuan, cermin mata bukanlah antara barangan yang diterima untuk dijadikan derma. Dari mana datang cermin mata atuk itu?
Tapi di tepi, mereka melihat ada seorang pakcik mengalirkan air mata.
Itu adalah Pakcik Ismail.
“Ya Allah, maafkan saya. Rupa-rupanya kaca mata saya tidak kehilangan, ia cuma diberikan kepada mereka yang lebih memerlukannya. Maafkan saya kerana bersangka buruk padaMu, ya Allah,” bisik di hati pakcik Ismail.

Wahai anakku, Percayalah ada hikmah di sebalik setiap yang berlaku. Kebanyakan masa kita tidak akan mengetahui mengapa ia berlaku, tapi percayalah pada Allah, dan bersangka baiklah padaNya dan yakinlah ada hikmahnya yang baik untuk kita semua.


Jumaat, 11 April 2014

P 124 : KISAH LEMBU DAN TUANNYA

LEMBU : Aku makan rumput. Tuan makan apa?

LELAKI : Aku makan nasi. Makanan kita tidak sama.

LEMBU : Tuan tidur di mana?

LELAKI : Aku tidur atas katil. Engkau tidur dalam kandang, mana nak sama.

Tiba-tiba kedengaran laungan azan....

LEMBU : Itu suara apa tuan?

LELAKI : Seruan azan ajak bersembahyang.

LEMBU : Tuan tak sembahyang ke?

LELAKI : Tidak.

LEMBU : Samalah kita tuan.





Sabtu, 5 April 2014

P 115 : TIGA HAL

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak boleh kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan.

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam.

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran.

Ada 3 Hal yang paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan.

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi.

Ada 3 Hal yang membentuk watak seseorang :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras.

Ada 3 Hal yang membuat kita berjaya :
1. Tekad
2. Kemahuan
3. Fokus.

Ada 3 Hal yang tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur
3. Jodoh.


TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yang PASTI, iaitu :
1. Tua
2. Sakit
3. Kematian.






P 113 : HINDARKAN MAKSIAT DAN DERHAKA

Hindarkan maksiat dan derhaka, kerana maksiat menghapuskan pahala sujudmu dan mengeluarkanmu daripada ketenteraman. Maksiat adalah kenikmatan sesaat yang membuahkan penderitaan seribu tahun.

(Al-Fawaid, Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah)