Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label SYAITAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label SYAITAN. Papar semua catatan

Ahad, 29 Disember 2019

U 52 : KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI


Iblis berkhutbah?? Benar. Ia berkhutbah. bahkan khutbah yang paling menyentuh hati. tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ


"Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya."
(Tafsiir At-Thobari 16/563)

Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :


يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم


"Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, iaitu setelah Allah Subhaanahu Wa Ta'ala memutuskan/menghisab para hambaNya, lalu Allah Subhaanahu Wa Ta'ala memasukan kaum mukminin ke syurga, dan menempatkan orang-orang kafir ke dalam neraka jahannam. Maka Iblispun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan."
(Tafsiir Al-Qur'an Al-'Adziim 4/489)

Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan, tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam neraka Jahannam. Tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka!!!

Khutbah tersebut…

Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis…,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka…
Khutbah yang benar-benar telah menyedarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka…

Khutbah yang menyadarkan mereka bahwasanya selama ini mereka hanya terpedaya oleh sang pemimpin… sang khotiib…Iblis la’natullah 'alaihi


Allah Subhaanahu Wa Ta'ala menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut :


وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)


"Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih."
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka."
(QS. Ibrahim/14 : 22-23)


Demikianlah khutbah Iblis tersebut. Setelah ia menggoda manusia, setelah menipu mereka, setelah menjerumuskan mereka dalam neraka, setelah tercapai cita-citanya… lalu…

Iapun berlepas diri dari para pengikutnya. Ia sama sekali tidak mahu bertanggungjawab atas godaan-godaannya… Bahkan ia sama sekali tidak mahu disalahkan dan dicela… akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri… Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya…

Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan bahawa: "Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih." Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk syurga, iaitu orang-orang yang tidak mahu menjadi pengikut Iblis…!!!

Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak boleh terbayangkan dalam hati para penghuni neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin.

Semoga Allah SWT menjaga kita dari rayuan Iblis. Jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini. Orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasihat-nasihat, tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah. Hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis. Wal'iyaadzu billah.

14-02-1434 H / 27 Desember 2012 M
ww.firanda.com
🌐 Sumber : BBG Al ilmu.
 Silakan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya 
Barakallah fikum. 
 Ditulis oleh :
Ustaz DR. Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى



Khamis, 3 Januari 2019

T 165 : NAK RUMAH TIDAK DIMASUKI SYAITAN?

Nabi SAW Bersabda:
 
“Janganlah kamu menjadikan rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang dibacakan Surah Al Baqarah tidak akan dimasuki syaitan.” 
(Hadith Riwayat At Tirmidzi)


Sabtu, 29 Disember 2018

T 79 : SYAITAN DAN PARA PENOLONGNYA SENTIASA MENGAJAK MANUSIA KE NERAKA


ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia musuh. Kerana sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Faathir [35]: 6).

Ketika syaitan mengajak manusia ke neraka, tidaklah bererti syaitan akan mengatakan kepada manusia, “Ayuh, marilah bersamaku menuju neraka.” Seandainya syaitan mengatakan itu, tidak akan ada satu orangpun yang mahu mengikuti ajakannya. Akan tetapi, syaitan mengajak manusia ke arah syahwat dan berbagai hal yang menyenangkan jiwa, namun diharamkan oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Syaitan menghias-hiasi sesuatu yang buruk menjadi seolah-olah sesuatu yang bagus. Itulah makar dan tipu daya syaitan kepada manusia. Kerana pada hakikatnya, merekalah musuh sejati manusia.

Oleh kerana itulah, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah dan ajakan syaitan. ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah kerana kurnia Allah dan rahmatNya kepada kamu sekalian, nescaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
(QS. An-Nuur [24]: 21)

Manusia pada hakikatnya berada di antara ajakkan syaitan ke neraka atau ajakkan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA menuju syurgaNya. Maka perhatikanlah diri kita sendiri, ajakan siapakah yang kita sambut? Jika kita adalah manusia yang berada di atas ketaatan kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, istiqamah di jalanNya, mencintai kebaikan, menjaga hal-hal yang wajib, bersungguh-sungguh mengerjakan amal ibadah sunnah yang kita mampu dan mudah melaksanakannya, maka kita telah menyambut seruan dan ajakan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA kepada kita.

Namun sebaliknya, jika kita akrab dengan maksiat dan keburukan, melalaikan hal-hal yang wajib, terjerumus dalam berbagai hal yang diharamkan, maka kita telah menyambut seruan dan ajakan syaitan beserta bala tenteranya.

Hendaklah kita bersegera bertaubat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan melepaskan jiwa kita dari belenggu syaitan, selama masih memungkinkan bagi kita untuk bertaubat. Inilah kewajipan seorang muslim, iaitu untuk memikirkan dan merenungi keadaan dirinya, apakah berada di atas maksiat ataukah ketaatan.




Ahad, 31 Disember 2017

S 84 : SURAT DARI SYAITAN

Aku melihatmu kelmarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu, Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu, bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan solat Isyak sebelum berangkat ke tempat tidurmu.
Kau benar-benar teman sejatiku, aku menyukainya. Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai bodoh, kamu adalah millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum boleh benar-benar mencintaimu. Malah aku masih membencimu, kerana aku benci ALLAH SWT. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada ALLAH SWT.
Dia sudah mencampakkan aku dari syurga, dan aku akan tetap
memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalasNya. Kau lihat, ALLAH menyayangimu dan Dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita boleh bersama dua kali dan tentu saja, hal ini akan boleh menyakiti hati ALLAH SWT.
Aku benar-benar berterima kasih padamu, kerana aku sudah menunjukkan kepadaNya siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu di masa yang kita jalani bersama.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, bergosip ria, menghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk.
Tentunya kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah hai bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu.

Aku ingin mengucapkan 'Terima Kasih' kerana sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkanNya dengan tawa.
Dosa-dosamu sudah mulai mewarnai hidupmu, kamu sudah 20 tahun lebih tua & sekarang aku perlu darah muda. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana caranya berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah main perempuan, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah seegois mungkin. Lakukan semua ini di depan anak-anak & mereka akan mudah sekali menirunya.
Begitulah anak-anak. Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggodamu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk ALLAH SWT dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati manusia memang bukan tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan kamu tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka dulu, aku masih tetap membencimu kok. Hanya saja, kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH di sisamu umurmu yang tinggal sedikit.

Yaa ALLAH Yaa Tuhan kami,
Ampunilah dosa hambamu ini,
Dan dosa kedua orang tua kami,
Serta dosa-dosa saudara-saudara kami yang seiman,
Baik yang masih hidup mahupun yang telah mati,

Aamiin yaa robbal alamiin.

Sabtu, 30 Disember 2017

S 36 : SYAITAN MENGHIASINYA DENGAN INDAH

Pelaku maksiat lebih mungkin untuk bertaubat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dari perbuatannya, kerana ia tahu bahawa yang diperbuatnya tersebut keliru dan dosa. Berbeza halnya dengan pelaku bidaah yang menganggap baik perbuatannya dan berkeyakinan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA mencintai perbuatannya.

Padahal syaitanlah yang menghiasi perbuatan bidaah tersebut hingga nampak indah di matanya. ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

“Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakiNya dan menunjukki siapa yang dikehendakiNya.”
[QS. Faathir : 8]

Ia tidak menyedari bahawa perbuatan bidaah yang dilakukannya justeru menyebabkan semakin jauh dari agama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.


Dinukil dari: "...Bidaah Lebih Dicintai Iblis daripada Maksiat."

Rabu, 8 November 2017

S 5 HATI KALA LALAI, MAKA IA BOLEH MENJADI SARANG KEPADA SYAITAN

ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

"Barangsiapa yang berpaling daripada zikir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."
(Az-Zukhruf: 36)


Meninggalkan zikir dan pelajaran ilmu agama akan menyebabkan hati menjadi lubuk kepada syaitan yang akan berterusan menyesatkannya.

Isnin, 26 Mei 2014

R 25 : TAGHUT

Satu istilah yang aku pasti ramai di antara kita yang tidak pernah mendengar apatah lagi faham apakah yang dimaksudkan dengan Taghut sedangkan Allah S.W.T ada berfirman mengenainya beberapa kali di dalam beberapa surah di dalam kitab Agung al Quran sebagai peringatan kepada seluruh umat manusia.

Firman Allah S.W.T di dalam Surah An-Nisa’, ayat ke-60 seperti berikut:

Maksudnya: Tidakkah engkau (hairan) melihat (wahai Muhammad) orang-orang (munafik) yang mendakwa bahawa mereka telah beriman kepada al Quran yang telah diturunkan kepadamu dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu daripadamu? Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut, padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu. Dan Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang amat jauh.”

Umat manusia seluruhnya adalah keturunan Nabi Adam a.s dan selaku keturunannya kita semua diwajibkan patuh dan turut akan segala perintah Allah S.W.T di atas muka bumiNya. Setiap umat di atas muka bumi Allah S.W.T yang luas ini telah diutuskan rasul-rasul (jumlah seluruhnya adalah 313 dan kita hanya wajib mengetahui sebanyak 25) supaya diberikan peringatan kaumnya untuk beriman hanya kepada Allah S.W.T dan meninggalkan Taghut. Perkara ini diterangkan sejelas-jelasnya di dalam al Quran di dalam Surah An-Nahl, ayat ke-36 seperti berikut:

Maksudnya: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang Rasul (dengan memerintahkannya menyeru mereka): “Hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah Taghut.“ Maka di antara mereka (yang menerima seruan Rasul itu), ada yang diberi hidayah petunjuk oIeh Allah dan ada pula yang berhak ditimpa kesesatan. Oleh itu mengembaralah kamu di bumi, kemudian lihatlah bagaimana buruknya kesudahan umat-umat yang mendustakan Rasul-rasulnya.”

Daripada ayat-ayat di atas, dapat kita ketahui sesungguhnya Allah S.W.T menghina dan mencerca para Taghut dan memerintahkan umat manusia seluruhnya menjauhkan diri daripada Taghut dan Allah S.W.T menjanjikan ganjaran yang besar kepada mereka yang menjauhkan diri daripada Taghut sepertimana diterangkan di dalam surah Az Zumar ayat ke-17 seperti berikut:

Maksudnya: Dan orang-orang yang menjauhi dirinya dari menyembah atau memuja Taghut serta mereka rujuk kembali taat bulat-bulat kepada Allah, mereka akan beroleh berita yang mengembirakan (sebaik-baik sahaja mereka mulai meninggal dunia); oleh itu gembirakanlah hamba-hambaKu.”

Namun, apakah yang dimaksudkan dengan menolak sebulat-bulatnya Taghut dan mempercayai keesaan itu hanya milik Allah S.W.T?
Menolak sebulat-bulatnya Taghut bererti mempercayai bahawa menyembah selain daripada Allah S.W.T itu adalah satu perbuatan yang sia-sia, tidak akan bertoleransi walau sedikitpun akannya dan membencinya dan menyatakan kebencian terhadap mereka yang membuat sebaliknya. Manakala mempercayai keesaan itu hanya milik Allah S.W.T adalah mempercayai yang sesungguhnya Allah S.W.T sahajalah Tuhan yang sepatutnya disembah dan menolak yang selain daripadaNya. Segala ibadah yang anda lakukan adalah ikhlas semata-mata kerana Allah S.W.T  serta menolak segala apa bentuk penyembahan selain daripadaNya. Selain menunjukkan belas kasih dan sayang kepada semua umat Islam seluruhnya dan menunjukkan rasa tidak suka kepada mereka yang mengamalkan perkara-perkara syirik dan yang bertentangan dengan Allah S.W.T. Inilah agama Ibrahim dan sesiapa yang berpaling daripadanya adalah mereka-mereka yang hanya memperbodohkan diri mereka sendiri. Hal ini adalah bertepatan dengan apa yang difirmankan Allah S.W.T di dalam surah Al Mumtahanah, ayat ke-4 seperti berikut:

Maksudnya: Sesungguhnya adalah bagi kamu pada bawaan Nabi Ibrahim (a.s) dan pengikut-pengikutnya – contoh ikutan yang baik, semasa mereka berkata kepada kaumnya (yang kufur ingkar): “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah yang lain dari Allah; kami kufur ingkarkan (segala penyembahan) kamu dan (dengan ini) nyatalah perasaan permusuhan dan kebencian di antara kami dengan kamu selama-lamanya, sehingga kamu menyembah Allah semata-mata”, tetapi janganlah dicontohi perkataan Nabi Ibrahim kepada bapanya (katanya): “Aku akan memohon kepada Tuhanku mengampun dosamu, dan aku tidak berkuasa menahan (azab seksa) dari Allah sedikit juapun daripada menimpamu”. (Berdoalah wahai orang-orang yang beriman sebagaimana Nabi Ibrahim dan pengikut-pengikutnya berdoa ketika mereka memusuhi kaumnya yang kafir, dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Kepada Engkaulah sahaja kami berserah diri, dan kepada Engkaulah kami rujuk bertaubat, serta kepada Engkaulah jua tempat kembali!

Apakah makna sebenar Taghut dan kategori-kategorinya?
Perkataan Taghut itu secara umumnya adalah menyembah sesuatu selain daripada Allah S.W.T dan berbangga dengan apa yang disembahnya. Taghut itu adalah semua hamba Allah yang melampaui batas dan meletakkan dirinya pada tempat yang melebihi daripada sepatutnya sebagai seorang hamba dan makhluk. Misal Taghut adalah sebahagian kaum bergelar ‘Tok Guru’ atau ‘Ustaz’ kemudian meletakkan dirinya seumpama Nabi atau Rasul, mengajar kepada manusia ibadat-ibadat yang tidak pernah diajar oleh Rasulullah s.a.w dan al-Salaf al-Soleh atau kaum Pemerintah yang memerintah tidak menurut hukum syarak dan mereka ini semua termasuk dalam kepala Taghut kerana kedua-dua jenis kaum ini tidak berhukum dengan hukum Allah S.W.T.
Ciri-ciri utama Taghut dalam kalangan manusia ini adalah mereka suka menukar-nukar hukum Allah dan RasulNya, yang halal dikatakan haram, yang haram dihalalkan, yang sunnah dibidaahkan dan yang bidaah disunnahkan atau di’hasanah’kan dan seumpamanya.
Kategori-kategori Taghut itu ada 5 iaitu;
1) Iblis Laknatullah yang sentiasa mengajak manusia menyembah selain daripada Allah S.W.T. Benarlah kata-kata Allah S.W.T di dalam kitab Agung Al-Quran di dalam surah Yasin, ayat ke-60 seperti berikut:

Maksudnya: ”Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu!

2) Pemerintah yang zalim dan menindas yang menukar hukum Allah S.W.T. Bukti untuk ini Allah berfirman di dalam surah An-Nisa’ ayat ke-60:

Maksudnya: Tidakkah engkau (hairan) melihat (wahai Muhammad) orang-orang (munafik) yang mendakwa bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan kepada (Kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu daripadamu? Mereka suka hendak berhakim kepada Taghut, padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada Taghut itu. Dan Syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang amat jauh.

3) Orang yang berhakimkan selain daripada apa yang diturunkan Allah S.W.T, dan bukti untuk ini adalah firman Allah S.W.T di dalam surah Al-Ma’idah ayat ke-44:

Maksudnya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, yang mengandungi petunjuk dan cahaya yang menerangi; dengan Kitab itu nabi-nabi yang menyerah diri (kepada Allah) menetapkan hukum bagi orang-orang Yahudi, dan (dengannya juga) ulama mereka dan pendita-penditanya (menjalankan hukum Allah), sebab mereka diamanahkan memelihara dan menjalankan hukum-hukum dari Kitab Allah (Taurat) itu, dan mereka pula adalah menjadi penjaga dan pengawasnya (dari sebarang perubahan). Oleh itu janganlah kamu takut kepada manusia tetapi hendaklah kamu takut kepadaKu (dengan menjaga diri dari melakukan maksiat dan patuh akan perintahKu); dan janganlah kamu menjual (membelakangkan) ayat-ayatKu dengan harga yang sedikit (kerana mendapat rasuah, pangkat dan lain-lain keuntungan dunia); dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah (kerana mengingkarinya), maka mereka itulah orang-orang kafir.

4) Orang yang mendakwa mempunyai pengetahuan tentang perkara-perkara yang ghaib, selain dari Allah S.W.T. Bukti untuk ini Allah berfirman di dalam surah Al-Jinn ayat ke-26 dan 27:


Maksudnya: ”Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu kepada sesiapapun, -

Maksudnya: Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya (untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya; apabila Tuhan hendak melakukan yang demikian) maka Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-malaikat yang menjaga dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib itu selamat sampai kepada yang berkenaan).
Dan Allah S.W.T turut berfirman di dalam surah Al-’An-am ayat ke-59:


Maksudnya: Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada sesiapa yang mengetahuinya melainkan Dia lah sahaja ; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan (semuanya) ada tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang nyata.

5) Menyembah selain daripada Allah S.W.T, dan gembira bahawa dirinya  yang disembah. Bukti untuk ini Allah S.W.T berfirman di dalam surah Al-’Anbya’ ayat ke-29:

Maksudnya: Dan (jika ada) sesiapa di antara mereka berkata: “Sesungguhnya aku ialah tuhan selain dari Allah”, maka yang berkata sedemikian itu, Kami akan membalasnya dengan (azab) neraka jahanam; demikianlah Kami membalas golongan yang zalim.




Ahad, 18 Mei 2014

Q 126 : SYAITAN BERKELIARAN DI WAKTU SENJA

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Apabila petang hari menjelang malam tiba, tahanlah (di dalam rumah) anak-anak kecil kamu, kerana pada saat itu syaitan berkeliaran. Apabila permulaan malam sudah tiba, diamkanlah anak-anak kalian di dalam rumah, tutuplah pintu-pintu (termasuk tingkap) kalian dengan terlebih dahulu menyebut nama Allah kerana syaitan tidak akan dapat membuka pintu yang dikunci dengan menyebut nama Allah sebelum ini, dan ikatlah kendi-kendi air kamu (qirab adalah jama dari qurbah yakni tempat air yang diperbuat dari kulit dan di hujungnya biasa diikat dengan tali untuk menghalang kotoran masuk) sambil menyebut nama Allah, tutuplah bekas-bekas atau wadah-wadah kalian sambil menyebut nama Allah meskipun hanya ditutup dengan sesuatu ala kadarnya dan matikanlah lampu-lampu kalian (apabila tidur)."
(HR. Bukhari Muslim)






Isnin, 21 April 2014

Q 66 : SEPULUH PERMINTAAN IBLIS

Ibnu Abid-Dunya,Ath- Thabrani dan Ibnu Marduwaih mentakhrij daripada Abu Umamah, dia berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda:

”Sesungguh nya ketika iblis turun ke bumi, maka dia berkata: ”Ya Rabbi, Engkau telah menurunkan aku ke bumi dan menjadikan aku sebagai orang yang terkutuk.”

“Maka buatkanlah bagiku rumah”
“Rumahmu adalah bilik mandi”
“Buatkanlah bagiku tempat duduk”
“Tempat dudukmu adalah pasar”
“Buatkanlah bagiku makanan”
“Makananmu adalah apa yang tidak disebutkan nama ALLAH padanya”
“Buatkanlah bagiku minuman”
“Minumanmu adalah setiap yang memabukkan”
“Buatkanlah bagiku mu’adzin”
“Mu’adzinmu adalah alat muzik”
“Buatkanlah bagiku Quran”
“Quran bagimu adalah syair”
“Buatkanlah bagiku sebuah kitab”
“Kitabmu adalah tatu”
“Buatkanlah bagiku perkataan”
“Perkataan bagimu adalah dusta”
“Buatkanlah bagiku seorang utusan”
“Utusan bagimu adalah dukun”
“Buatkanlah bagi jerat”
“Jeratmu adalah WANITA”
Sumber : 80 Rahsia Jin, Syaitan Dan Iblis. Penulis Abdur Rahman Syukur, Terbitan Jasmin
http://abghalim. blogspot. com/




Rabu, 16 April 2014

Q 17 : TIPU DAYA IBLIS ZAMAN INI

PENDAHULUAN


Firman Allah swt yang bermaksud :

“.....(Allah) yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya).”
Surah Al Baqarah [2] : [255]

PENGENALAN

Tipu Daya Iblis Zaman Ini

Pengenalan ringkas antara jin, iblis dan syaitan boleh kita dapati dalam firman Allah yang Maha Tinggi di bawah,

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam"; lalu mereka sujud melainkan iblis; ia adalah berasal dari golongan jin, lalu ia menderhaka terhadap perintah Tuhannya. Oleh itu, patutkah kamu hendak menjadikan iblis dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat karib yang menjadi pemimpin selain daripadaku? Sedang mereka itu ialah musuh bagi kamu. Amatlah buruknya bagi orang-orang yang zalim: pengganti yang mereka pilih itu.”
Surah Al Kahfi [18] : 50

Di dalam ayat yang lain tentang perkaitan antara iblis dan syaitan,

Firman Allah swt yang bermaksud :

Allah berfirman (dituju kepada iblis (rujuk ayat 61-62)):
"Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup. 
Dan desak serta pujuklah sesiapa yang engkau dapat memujuknya dengan suaramu; dan kerahlah penyokong-penyokongmu yang berkuda serta yang berjalan kaki untuk mengalahkan mereka; dan turut-campurlah dengan mereka dalam menguruskan harta-benda dan anak-anak (mereka); dan janjikanlah mereka (dengan janji-janjimu).”
Surah Al Israa' [17] : 63-64

Padahal tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan itu melainkan tipu daya semata-mata. Secara umumnya dapatlah kita mengetahui berdasarkan ayat al Quran di atas bahawa iblis dan syaitan itu adalah dari golongan jin. Perlu diingatkan sekali lagi, iblis itu adalah dari golongon jin, bukan malaikat seperti yang dinyatakan sebilangan kecil orang yang tersalah faham dan kebanyakan orang yang sesat.
Tipu daya iblis itu berbagai-bagai dan dikerahkan penyokong-penyokongnya untuk menyesatkan umat manusia keseluruhannya tanpa mengira keturunan, pangkat, bangsa apatah lagi agama, kerana memang itulah tujuan iblis yang menginginkan kesesatan seluruh manusia.
Dalam al Quran, Allah yang Maha Penyayang berfirman tentang keazaman iblis untuk menyesatkan manusia;

Firman Allah swt yang bermaksud :

Iblis berkata: "Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku (iblis) akan menyesatkan mereka semuanya...”
Surah Al Hijr [15] : 39

ISI PERBINCANGAN

Mengenali Bisikan Hati

Iblis melancarkan tipu dayanya melalui bisikan-bisikannya ke dalam hati sanubari manusia. Perlu kita ketahui bahawa bisikan di dalam hati manusia itu ada tiga, iaitu;

1. Bisikan Malaikat : Berdasarkan;

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: "Tuhan kami ialah Allah," kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham) : "Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kepada kamu.”
Surah Fushshilat [41] : 30

Malaikat membisikkan agar manusia berbuat kebaikan, mentaati perintah Allah yang Maha Tinggi dan perkara-perkara yang baik dan terpuji. (Rujukan Tafsir Ibn Katsir, dan Tafsir Al-Munir dalam Surah Al-Nas)

2. Bisikan Diri : Berdasarkan;

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,”
Surah Qaaf [50] : 16

Kita berbisik dengan diri kita sendiri dari segi berfikir, citarasa, keinginan sama ada baik atau buruk dan sebagainya. Dalam satu hadis sahih yang di nukil dari tafsir Ibn Katsir,
Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah Taala memaafkan apa yang dibisikkan oleh hati umatku, selama ia tidak mengatakan atau mengerjakannya.”
(Sahih Muslim, dengan lafaz yang sedikit berbeza)

3. Bisikan Iblis atau Syaitan : Berdasarkan,

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh dari syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan jin, setengahnya membisikkan kepada setengahnya yang lain kata-kata dusta yang indah-indah susunannya untuk memperdaya pendengarnya. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah mereka tidak melakukannya. Oleh itu, biarkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan (dari perbuatan yang kufur dan dusta) itu.”
Surah Al An'aam [6] : 112

Faktor yang ketiga ini adalah yang hendak dikongsi bersama kerana dengan bisikan inilah membuatkan kaum yahudi sesat, kaum nasrani sesat, umat Islam sesat dan manusia umumnya, akibat kurangnya prihatin akan kebahayaannya.

Cara-Cara Iblis Menyesatkan

Iblis menyesatkan manusia melalui beberapa kaedah yang licik sehingga kita tidak sedar akannya. Penyesatan ini kadangkala mengambil masa yang lama, sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya kita menyangkakan apa yang kita fikirkan adalah benar dan bukannya dari syaitan; antaranya:

Pertama : Memberi nasihat, dan tipu daya ini diakui sendiri oleh syaitan,

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan ia bersumpah kepada keduanya ((Adam dan Hawa) dengan berkata): "Sesungguhnya aku (syaitan) adalah dari mereka yang memberi nasihat kepada kamu berdua."
Surah Al-A’raaf [7] : 21

Sekiranya datang iblis kepada kita secara terang-terangan memberi nasihat, mahukah kita mengikutinya? Tentu tidak. Jadi secara halus iblis itu membisikkan tanpa kita sedari, tapi kita boleh mengenalinya; iaitu dengan ilmu.

Antara contoh nasihatnya (iblis) pada zaman ini;

(a). “Tidak solat pun takpe, selagi kita ucap kalimah tauhid pasti masuk syurga,” dan yang semaksud dengannya. Mengikut Imam Syafie dan para ulama salaf lainnya, jika orang yang berkata seperti itu beritikad tidak wajibnya solat, maka hukumnya kufur.

Firman Allah swt yang bermaksud :

"Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janjiNya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Al Baqarah [2] : 80

Pernahkah kita membuat janji dengan Allah yang Maha Suci, bahawa kita akan masuk syurga? Atau kita cuma mendengar dari perkataan orang lain atau agak-agak sahaja?

(b). “Masa muda adalah masa untuk enjoy, dah tua nanti baru bertaubat, kerana taubat muda-muda nanti buat dosa balik.”

(c). “Jangan sebut pasal mati, tak elok, nanti mulut masin” (yakni meyakini kata-kata seseorang yang boleh menyebabkan kemudaratan dan secara tidak langsung mengingkari takdir).

Itu adalah sebahagian contoh dari nasihat dan hasutan iblis kepada kita.

Kedua : Menjadikan keburukan nampak baik dan sebaliknya.

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Iblis berkata: " Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,”
Surah Al Hijr [15] : 39 

Antara contoh-contohnya di zaman ini adalah seperti ada orang yang berkata,

(a). “Walaupun aku tidak menutup aurat, tapi hati aku baik dan mengerjakan solat,” dan yang semaksud dengannya.
Sebenarnya perkara ini melibatkan orang Islam yang lain. Terutama kanak-kanak, mereka belajar dari orang dewasa dan mereka menyangkakan tidak menutup aurat itu adalah ‘perkara yang dibolehkan’ dalam agama.

(b). “Kalau kita solat tak khusyuk tak guna juga, jadi tak perlu solat kerana kita perlu belajar untuk khusyuk dahulu.”

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”
Al Baqarah [2] : 110

Solat itu wajib, dan selepas itu bertawakallah;

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepadaNya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepadaNya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.”
Surah Hud [11] : 123

Ketiga : Menghalangi jalan yang lurus (jalan kebenaran dan keselamatan dunia dan akhirat).

Berdasarkan firman Allah swt yang bermaksud :

“Iblis berkata: "Oleh kerana Engkau (wahai Tuhan) menyebabkan daku tersesat (maka) demi sesungguhnya aku akan mengambil tempat menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus.”
Surah Al-A’raaf [7] : 16

Contoh-contoh di zaman ini dapat kita perhatikan menerusi perkataan syaitan-syaitan dari jenis manusia sama ada dari orang bukan Islam mahupun orang yang menggelar dirinya ‘orang Islam’.

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan di antara manusia ada yang berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat"  padahal mereka sebenarnya tidak beriman.”
Surah Al Baqarah [2] : 8

Perkataan orang munafik seperti ini lebih merbahaya kerana perkataan mereka lebih mudah diikuti seperti di dalam;

Firman Allah swt yang bermaksud :
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat bencana dan kerosakan di muka bumi," mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang hanya membuat kebaikan."
Surah Al Baqarah [2] : 11

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kami telah beriman" dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula: "Sesungguhnya kami tetap bersama kamu, sebenarnya kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang yang beriman)."
Surah Al Baqarah [2] :14

Antara kesesatan yang mereka lakukan dalam perkataan dan perbuatan mereka (nampak seolah-olah benar tetapi menyalahi al Quran) seperti;

(a). “Semua manusia mempunyai hak masing-masing, jadi manusia bebas mengamalkan cara hidup mereka.”
Antaranya orang Islam yang ingin murtad tidak perlu dihukum, lelaki dan wanita bebas berkahwin dengan pasangan sejenis mereka, orang yang berkahwin dengan orang Islam tidak perlu menukar agama mereka, pembahagian harta (faraid) perlu sama antara laki dan wanita dan banyak lagi kesesatan mereka.

(b). “Semua agama menuju pada keamanan dan kebenaran, jadi semua agama adalah benar.”
Kata-kata mereka secara tidak sedar sebenarnya memperlekehkan Nabi Muhammad saw yang berusaha membebaskan manusia dari penyembahan syaitan. Orang seperti ini, kita perlu katakan kepada mereka,
“Kami tidak mengatakan agama lain itu salah, kami cuma mengatakan Allah yang Maha Agung itu tunggal dan wajib kita menyembahnya. Allah yang Maha Mencipta segala sesuatu dari awal kehidupan sehingga kehidupan akan datang dan akhirnya; segala sesuatu dalam takdirNya.
Al Quran pula diturunkan supaya menjadi petunjuk kepada seluruh umat manusia dan wajib beriman dan beramal dengannya. Nabi Muhammad saw itu pesuruhNya untuk mengajar umat manusia tentang dunia dan akhirat; juga memperjelaskannya berdasarkan wahyu, iaitu al Quran.”

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya."
Al-Ikhlass [112] : 1-4

(c). “Penafsiran orang dahulu (ditujukan pada ulama salaf) terhadap al Quran dan fekah tidak relevan masa kini, kita hidup zaman moden.”
Sebenarnya kita tidak perlu kebaratan untuk menjadi moden. Perkataan merekalah yang tidak relevan, contohnya apabila antara ahli keluarga mereka mati, mereka juga mahu memandi dan mengafankannya. Kenapa tidak ikut cara moden?

Keempat : Mendatangi dari pelbagai arah.

Firman Allah swt yang bermaksud :

"Kemudian aku datangi mereka, dari hadapan mereka serta dari belakang mereka, dan dari kanan mereka serta dari kiri mereka; dan Engkau tidak akan dapati kebanyakan mereka bersyukur."
Surah Al-A’raaf [7] : 17

Daripada Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu ‘Abbas r.a yang dinukil dari tafsir Ibnu Katsir, maksud;
(a). Iblis datang dari hadapan adalah, iblis membuat kita ragu akan kehidupan akhirat.
(b). Iblis datang dari belakang pula, iblis akan menjadikan kita cinta kepada dunia.
(c). Iblis datang dari kanan, iaitu iblis menjadikan perkara agama kita menjadi samar. Kita akan meragui yang mana dari agama dan yang mana bersalahan dengan agama. Contohnya pergi ke kubur setiap pagi raya, duduk di kubur, memegang adat lebih dari syariat dan lain-lain.
(d). Iblis datang dari kiri adalah dengan menjadikan kita menjadi hamba hawa nafsu dengan menyukai kemaksiatan.

Kelima : Menakut-nakuti.

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya  (orang-orang musyrik Quraisy),....”
‘Ali Imran [3] : 175

Syaitan menanamkan rasa takut dalam perasaan kita bahawa dia (syaitan) dan para pengikutnya termasuk dari kalangan manusia, memiliki kekuatan dan pengaruh.
Kita boleh melihat sekeliling kita. Perhatikan di negara kita sendiri dan di negara luar yang lainnya, betapa umat Islam sekarang dihina, ditindas, diperbudak-budakkan sewenangnya. Kita telah hilang semangat jihad dan rasa kasih sayang sesama Islam.
Mungkin persoalan negara terlalu luas, jadi perhatikan tempat kerja kita, sekolah kita, ekonomi, taraf hidup dan masyarakat kita umumnya, tidakkah anda berasa takut dan gentar pada mereka? Jangan kita berasa takut kerana kita adalah umat pilihan, umat Nabi Muhammad SAW.

Firman Allah swt yang bermaksud :

Dan demikianlah (sebagaimana Kami telah memimpin kamu ke jalan yang lurus), Kami jadikan kamu (wahai umat Muhammad) satu umat yang pilihan lagi adil, supaya kamu layak menjadi orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah) dan Rasulullah (Muhammad) pula akan menjadi orang yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu.”
Al Baqarah [2] : 143

Firman Allah swt yang bermaksud :

“.....kerana itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
‘Ali Imran [3] : 175

(Mengenai nombor ketiga, keempat dan kelima diulas dengan lebih lanjut dalam artikel yang berlainan bertajuk ‘Kemunculan Tentera Dajjal’)

Keenam : Angan-angan kosong.

Firman Allah swt yang bermaksud :

"Dan demi sesungguhnya, aku akan menyesatkan mereka (dari kebenaran), dan demi sesungguhnya aku akan memperdayakan mereka dengan angan-angan kosong, dan...”
Surah An Nisaa' [4] : 119

Iblis membisikkan kita dengan pelbagai perkara yang mulanya bermanfaat kemudian dirosakkan dengan hasutan dengan janjinya ‘inilah perkara yang benar dan lebih baik’, seperti;

(a). Membuat kenduri atau jemputan makan tahlil, kahwin dan sebagainya.
Kemudian dirosakkannya dengan kenduri arwah 40 hari atau 100 hari, dan dalam majlis perkahwinan pula, suami isteri disuruh berpelukan dan diambil gambarnya dan banyak lagi.
Malah ada juga yang tidak mahu beribadat ketika masih hidup, kerana berpendapat dia akan terselamat kerana ahli keluarganya akan membuat kenduri tahlil bila dia mati kelak.

(b). Berikhtiar dalam merawat penyakit atau kesulitan dalam kehidupan.
Kemudian dirosakkannya dengan mempercayai bomoh, tangkal, ramalan (rahsia-rahsia tarikh lahir, rahsia tahi lalat), sihir dan seumpamanya.

(c). Bersolat fardhu dan sunat, kemudian dirosakkannya dengan solat tergesa-gesa dan tanpa tukmaninah (diam sebentar pergerakan sebelum meneruskan gerak solat seterusnya).
Paling menonjol adalah waktu iktidal, ramai yang gagal untuk tukmaninah ketika iktidal ini.

(d). Menyambung silaturrahim atau mempereratkan silaturrahim di facebook dan sejenisnya (blog, myspace dan lain-lain).
Kemudian dirosakkannya dengan perkara-perkara yang tidak sepatutnya, gambar membuka aurat, memfitnah, menyeleweng fakta dan kerosakan lainnya.

Ketujuh : Mengubah ciptaan Allah yang Maha Mengetahui.

Firman Allah swt yang bermaksud :

“...demi sesungguhnya aku akan menyuruh mereka (mencacatkan binatang-binatang ternak), lalu mereka membelah telinga binatang-binatang itu; dan aku akan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah." Dan (ingatlah) sesiapa yang mengambil Syaitan menjadi pemimpin yang ditaati selain dari Allah, maka sesungguhnya rugilah ia dengan kerugian yang terang nyata.”
Surah An Nisaa' [4] : 119

Di dalam tafsir Ibnu Katsir, diterangkan dua perkara mengenai ayat ‘mengubah ciptaan Allah’.

(a). Tentang pengubahan rekabentuk makhluk hidup seperti mengembiri binatang, bertatu, mencukur bulu kening untuk kecantikan dan apa-apa yang diubah keaslian ciptaanNya.

(b). Mengubah perintah Allah yang Maha Mengetahui dan sunnah Rasulullah saw, seperti melebihi pendapat orang-orang sekalipun telah mengetahui hadis dari Rasulullah saw.
Contohnya, tingkatan puasa yang dibolehkan adalah puasa selang sehari (puasa Nabi Daud), tapi kita mengingini puasa tiap-tiap hari.
Lainnya, kita berasakan zikir dari Rasulullah saw itu tidak mencukupi, lalu kita tambah-tambah pada zikirnya, akhirnya zikir dari Rasulullah saw itu kita tinggalkan, dan kita mula meniru zikir orang lain kononnya zikir itu lebih hebat dari zikir dari Rasulullah saw.
Malah kita juga tidak tahu makna dari zikir itu. Kita hanya mengikut-ikut sahaja.

Kelapan : Berkata (dusta) terhadap Allah.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Ia hanya menyuruh kamu melakukan kejahatan dan perkara-perkara yang keji, dan (menyuruh) supaya kamu berkata (dusta) terhadap Allah apa yang kamu tidak ketahui (salah benarnya).”
Surah Al-Baqarah [2] : 169

Perkara yang keji dan jahat itu sudah kita ketahui tentangnya. Tetapi berkata dusta terhadap Allah yang Maha Tinggi tidak ramai sedar mengenainya.
Syaitan membisikkan pada kita agar,

(a). Takut untuk bercakap tidak tahu dalam soal agama juga soal lainnya, lalu bercakap sesuatu yang tidak kita ketahui (terutama perbincangan kedai kopi). Jadilah umpatan atau fatwa yang menyeleweng.

(b). Mendakwa berlakunya sesuatu musibah itu contohnya gempa bumi berlaku di sesuatu kawasan kerana penduduk di situ banyak berbuat kejahatan. Padahal kuasa Allah yang Maha Perkasa mentakdirkan itu semua.

(c). Seolah-olah mengetahui perkara ghaib atau pasti terhadap perkara yang belum berlaku, seperti,

a.1. meramal bilakah berlaku kiamat,

b.2. para pemotivasi yang menaikkan semangat, kononnya kejayaan kita adalah hasil kerja kuat kita atau apa yang kita lakukan pasti berjaya.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Karun berkata: "Sesungguhnya AKU HANYA DIBERI HARTA ITU, KERANA ILMU YANG ADA PADAKU." Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?”
Surah Al Qasas [28] : 78

(Boleh untuk melakukan itu (memotivasi), tapi jangan sampai menolak takdir dan isikan dengan ayat-ayat al Quran mengenai bagaimana ciri-ciri orang yang berjaya),

c.3. selepas kahwin pasti mempunyai anak, dan pelbagai lagi.

KESIMPULAN

Ini hanya beberapa antara kesesatan yang iblis bisikkan, tanamkan dalam hati dan fikiran kita untuk menyesatkan. Kesesatan-kesesatan ini kadangkala tidak kita sedari, kadangkala kita sedar, namun terperangkap dalam suasana masyarakat kini.
Bagaimana caranya mengatasi atau melawan tipu daya iblis yang jahat dan licik ini?

Antaranya;
(a). Menuntut ilmu. Lengkapkan diri dengan ilmu fardhu ain kemudian baru ilmu-ilmu yang lainnya dan tanamkan sikap benci menjadi jahil.

Firman Allah swt yang bermaksud :

"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Surah Thoha [20] : 114

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Dan juga supaya orang-orang yang beroleh ilmu  mengetahui bahawa ayat-ayat keterangan itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya, sehingga tunduk taatlah hati mereka mematuhinya; dan sesungguhnya Allah sentiasa memimpin orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus.”
Surah Al Hajj [22] : 54

(b). Berdoa agar jauh dari kesesatan.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; kerana sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (kurnia)."
Surah Ali ‘Imran [3] : 8

Firman Allah swt yang bermaksud :

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Surah Ali ‘Imran [3] : 147

Doa adalah senjata kita yang paling kuat dan sesungguhnya Allah yang Maha Penyayang itu tidak memungkiri janji.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Surah Al Baqarah [2] : 186

(c). Bersatu hati sesama umat Islam serta berzikir dan sentiasa mengingati Allah yang Maha Penyayang dalam memerangi musuh dari kalangan syaitan jenis manusia dan jin.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”
Surah Al Anfaal [8] : 45

(Tanda (c) juga diulas lebih lanjut dalam artikel ‘Kemunculan Tentera Dajjal’)

(d). Sentiasa mengingati mati.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”
Surah Az Zumar [39] : 42

Kita tidak tahu ajal kita, jadi buatlah yang terbaik dalam beribadah ketika di dunia ini sementara masih boleh.

(e). Ingatlah bahawa tipu daya syaitan itu sangat lemah. Mereka (syaitan) tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menghasut dan membisikkan sahaja.


Firman Allah swt yang bermaksud :

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan taghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”
Surah An Nisaa' [4] : 76

Serta ingatlah kita adalah umat terpilih, umat Nabi Muhammad saw.

Firman Allah swt yang bermaksud :

 “Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman.”
Surah Ali 'Imran [3] : 139

Rujukan :
Al Quran (Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Munir), Kitab-kitab hadis sahih (boleh juga didapati dalam blog saya www.KoleksiHadisNabi.blogspot.com).

Dahsyatnya Tipu Muslihat Iblis (Ibnu Qayyim Al Jauziah), Islam Liberal dan Pluralisma Agama (Riduan Mohamad Nor dan Ahmad Adnan Fadhil), Penyatuan Nilai Kebaikan (Harun Yahya), Ciri-Ciri Akhlak Mukminin dan Mukminat (Syeikh Abdul Aziz bin Baaz) dan Dunia Jin dan Syaitan (Dr. Umar Sulaiman al-AsyAsyqar).