Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label ALLAH SWT - CINTA ALLAH SWT. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label ALLAH SWT - CINTA ALLAH SWT. Papar semua catatan

Ahad, 29 September 2024

W12 : PINTU YANG TIDAK PERNAH TERTUTUP

 Jika engkau mengetuk pintu rumah orang, belum tentu penghuninya ada, dan ketukkan pintumu akan menjadikan sia-sia belaka.


Kalaupun ada, belum tentu mahu membuka, semakin engkau ketuk, boleh jadi semakin menaikan kemarahannya


"Itulah jika engkau meminta pada manusia jika engkau sering meminta, mereka akan menjauh dan menganggapmu hina.


Tapi, jika engkau mengetuk pintu rahmat Allah, Allah selalu ada


Allah tahu dan Allah mendengar semua yang ada pada harapan dan kisahmu.


Jika engkau mengetuk sekali, Allah mendengar kisah hatimu.


Jika engkau mengetuk berkali-kali, Allah tahu engkau sangat mengharapkanNya.


Jika engkau semakin sering memanggil nama-namaNya, 

Allah telah mempersiapkan yang terindah untukmu, hanya kadang engkau tidak sedari itu dan terburu-buru.


Jika engkau sering meminta kepada Allah, Allah Maha Dekat dan engkau kian menjadi mulia.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

[QS. Al-Baqarah: 186]


يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ


“Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak perlu segala sesuatu) dengan rahmatMu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan (urusanku) kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).”

Rabu, 12 Februari 2020

U 194 : MAHABBATULLAH: INDAHNYA CINTA KEPADA ALLAH SWT


Mengurai Erti Cinta

Menurut Imam Ghazali, kata "cinta" (mahabbah) berasal dari kata "hubb", yang sebenarnya mempunyai asal kata "habb" yang mengandung erti biji atau inti. Dari sini lah, cinta menjadi inti kehidupan seseorang.

Hakikat cinta adalah kecondongan hati terhadap sesuatu. Ketika seseorang telah jatuh cinta kepada orang lain, maka ia akan berbuat apa saja yang disukai oleh orang yang ia cintai, mencintai apa yang ia cintai (wala') dan pantang untuk melakukan perbuatan yang ia murkai, juga membenci apa yang ia benci (bara'). Itulah kelaziman cinta, jika tidak demikian maka akan dipertanyakan kecintaanya tersebut.

Dalam Islam, cinta atau mahabbah merupakan salah satu pilar dari tiga pilar ibadah yang lain iaitu: rojaa (pengharapan) dan khauf (rasa takut). Jadi orang yang beribadah tanpa cinta, seolah ia berjalan dengan pincang karena telah kehilangan salah satu pilarnya.

Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata: "Ada hamba yang beribadah kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada juga hamba yang beribadah kerana takut siksaan, itu ibadahnya budak. Lalu ada sekelompok hamba yang beribadah kerana cinta, itulah ibadahnya orang mukmin”.

Cinta
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA Cinta yang Tertinggi 

Sebanyak apa pun ragam cinta, ia tidak boleh lebih besar dari cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA lah hulu cinta yang tertinggi. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran: "Katakanlah, jika bapa-bapamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu kuatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada ALLAH dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai ALLAH memberikan keputusannya dan ALLAH tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik."
(QS. 9:24)

Imam Ghazali mengatakan bahawa cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki darjat yang tertinggi,

"ALLAH mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya."
(QS. 5: 54)
Ada banyak tanda yang harus kita tunjukkan sebagai bukti kecintaan kita kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, di antaranya adalah:

1. Banyak Berzikir

Bagi seorang muslim, berzikir merupakan hal yang amat penting untuk menjaga kedekatannya dengan
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, kerananya satu-satunya perintah ALLAH SUBHANAHU WA TAALA yang menggunakan kata katsira (banyak) adalah perintah zikir kepadaNya, sebagaimana firman ALLAH SUBHANAHU WA TAALA:

"Hai orang yang beriman, berzikirlah kamu kepada ALLAH, zikir yang sebanyak-banyaknya."
(QS. 33:41)

2. Selalu Mengagumi
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

Orang yang cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA akan kagum terhadap kebesaran dan kekuasaanNya, kerananya ia akan selalu memujiNya dalam berbagai kersempatan, sebagaimana yang tercermin pada surat Al Fatihah :

"Segala puji bagi ALLAH, Tuhan semesta alam."
(QS. 1:2)

3. Reda kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

Orang yang cinta bererti reda dengan yang dicintainya, kerana itu bila seseorang mengaku cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, maka ia pun harus reda kepada segala ketentuanNya. ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

"Dan tidaklah patut bagi lelaki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila ALLAH dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai ALLAH dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat dengan sesat yang nyata."
(QS 33:36)

4. Berkorban di JalanNya

Tiada cinta tanpa pengorbanan, begitu pula halnya dengan cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, yang harus ditunjukkan dengan pengorbanan di jalanNya. ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

"Sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan ALLAH; lalu mereka membunuh atau terbunuh."
(QS. 9:111)

5. Takut kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keredaan ALLAH, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan."
(QS. 76:8-10)

6. Berharap kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

Cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA juga membuat seseorang selalu berharap kepadaNya, yakni berharap untuk mendapatkan rahmat, reda dan pertemuan denganNya. ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) RASULULLAH itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) ALLAH dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut ALLAH."
(QS 33:21)

7. Selalu Taat kepadaNya

Ketaatan kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA merupakan sesuatu yang bersifat mutlak, kerananya manusia tidak boleh menggapai cinta ALLAH SUBHANAHU WA TAALA tanpa ketaatan, ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului ALLAH dan RasulNya dan bertakwalah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
(QS 49:1)

Warna-Warna Cinta

Dalam Islam, selain cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA ada beberapa macam cinta yang saling terkait dan terikat. Di antaranya adalah cinta kepada RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM, yang merupakan buah yang paling utama dari cinta kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Setidaknya ada tiga bukti cinta kita kepada RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM: mengikuti sunnah-sunnahnya, memperbanyak selawat untuknya, dan memuliakan ahli baitnya.

Cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA pasti akan membuahkan cinta kepada syariat dan hukumNya. Siapa pun yang mengaku cinta kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya, akan tetapi tidak berkomitmen untuk mengamalkan dan memperjuangkan tegaknya hukum ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dalam setiap lini kehidupan, pengakuan cintanya adalah dusta belaka.

Cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya juga akan membuahkan cinta kepada sesama Muslim. Kerana pada hakikatnya sesama kaum beriman adalah bersaudara, dan persaudaraan yang hakiki itu hanya ada di antara orang beriman. Tidak akan sempurna keimanan seseorang jika belum boleh mencintai saudaranya sesama mukmin, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Ada juga warna cinta yang lain, iaitu cinta atau rindu kepada tanah air dan bangsa. Imam Hasan Al Banna menyebutnya sebagai wathaniyyatul hanin, sebagaimana juga cinta kepada seluruh tanah umat Islam di penjuru dunia, tanpa terkotak-kotak oleh nama dan bendera.

Cinta kepada tanah air terbukti dengan perjuangan untuk memerdekakannya dari penjajah asing, dan upaya yang kuat untuk melindunginya dari kerosakan dan keinginan peribadi, serta kesungguhan untuk memakmurkannya dengan memilih pemimpin yang bersih, peduli, profesional, penuh cinta dan harmoni, juga mahu bekerja nyata untuk rakyatnya.

Di antara ragam cinta yang lain adalah cinta kepada pasangan dan keluarga. Cinta itu terwujud dalam ketulusan dan kesetiaan, tanggungjawab dan pengorbanan, kasih sayang dan romantisme, yang dibingkai dengan indahnya cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

Sewaktu masih kecil Husain (cucu
RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM) bertanya kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib RA: "Apakah engkau mencintai ALLAH?" Ali pun menjawab: "Ya." Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai atuk dari Ibu?" Ali kembali menjawab: "Ya." Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali menjawab: "Ya." Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau mencintaiku?" Ali menjawab: "Ya.”

Terakhir si Husain yang masih polos itu bertanya: "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” Kemudian Ali pun menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada Datuk dari ibumu (Nabi SAW), ibumu (Fatimah RA) dan kepada kamu sendiri adalah kerana cinta kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Kerana sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang dari cinta kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA." Setelah mendengar jawapan dari ayahnya itu, Husain pun tersenyum mengerti. 

Wallahu a'lam bisshowab.
(Artikel ini ditulis untuk Buletin An-Nisaa, Riyadh, Saudi Arabia)
Diposkan oleh Hakimuddin Salim

Khamis, 11 Oktober 2012

I 134 INDAHNYA HIDUP BERSAMA CINTA ALLAH SWT

Sekembalinya Nabi SAW dari bumi Thaif. Berteduh Nabi SAW sebentar di bawah pohon anggur. Di dalam kebun milik Utbah dan Syaibah. Kesedihan jelas terpapar pada wajah Nabi SAW setelah dicerca dan dilontar batu oleh penduduk bumi Thaif. Utbah dan Syaibah memasang telinga mendengar pengaduan hebat dari seorang Rasul kepada RabbNya. Rintihan yang dipohonkan oleh Nabi SAW membuatkan kekafiran Utbah dan Syaibah tersebut juga lentur sehingga menyuruh khadamnya Addas untuk memberi anggur kepada Nabi SAW sebagai penghilang kelaparan.

“Yaa Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku,
Dan sedikitnya kemampuanku,
Serta kehinaanku di hadapan manusia.
Wahai Sebaik-baik pemberi kasih sayang,
Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku.
Kepada siapakah Engkau serahkan diriku,
Kepada orang yang jauh yang menggangguku,
Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku,
Asalkan Engkau tidak marah padaku maka tiadalah keberatan bagiku,
Akan tetapi kemurahanMu jauh lebih luas bagiku.
Aku berlindung dengan Cahaya Wajahmu yang akan menerangi seluruh kegelapan,
Dan yang akan memberikan kebaikan segala urusan dunia dan akhirat,
Untuk melepaskan aku dari MarahMu,
Atau menghilangkan MurkaMu dariku.
Hanya padaMu aku merintih berharap mendapatkan KeredaanMu,
Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali denganMu
(Rujuk Raheeq al-Makhtum, Syeikh Safiyurrahman al-Mubarakfuri)

Perhatikanlah kehebatan tawakkal Nabi SAW. Lembaran hidup beliau menunjukkan pada kita bagaimana baginda bertawakkal. Ketika Baginda di puncak penghinaan dan penolakan di Mekah. Diragut dengan pemergian dua orang pembelanya iaitu Abi Thalib dan isteri tercinta Khadijah dalam tahun yang sama. Sehingga tercatat lembaran sejarah memberi jolokan inilah tahun duka cita bagi Nabi SAW. Namun kedukaan ini tidak menggambarkan hilangnya rasa keseorangan di hati Nabi SAW. Kepada Allah swt dijadikan teman.

Khadijah dan Abi Thalib diwafatkan, agar Nabi SAW semakin tergantung hanya kepada Allah SWT. Terkadang, begitu cintanya Allah swt kepada kita, ia mengambil semua “sebab” yang telah kita terbiasa dengannya. Seolah-olah Allah swt ingin mengatakan kepada kita, “Wahai hambaKu, Aku ingin engkau datang dan berlindung hanya kepadaKu.” Ketika kita menyangka semua jalan sudah tertutup, lalu Allah swt menginginkan kita kembali padaNya hingga kita mengetahui Dia itu al-Wakil.

Lantaran itu doa yang sering dituturkan Nabi SAW menggoncangkan hati umatnya dalam meletakkan Allah SWT sebagai pelindung. Yaa Allah, jangan Kau tinggalkan aku untuk diriku walau sekelip mata atau yang lebih sedikit dari itu. Kerana jika Engkau meninggalkanku, maka Kau tinggalkan aku dalam kelemahan, aurat dan kesilapan. Dan aku tidak percaya kecuali pada rahmatMu.” 
( HR al-Baihaqi)

Penyerahan sebulat hati walau sekelumit kerdipan mata. Itulah tawakkalnya seorang Rasul. Di sisi lain Allah swt “cemburu” pada hati manusia. Allah swt mencintai kalau hati seorang hamba terkait denganNya sendirian ketika ia dalam kondisi taat, tetapi kadang hamba itu disibukkan dengan urusan dunia. Lalu Allah swt mengambil dunianya tersebut agar ia hanya disibukkan dengan Allah swt semata-mata.

Lihatlah peristiwa Nabi Ibrahim AS. Ketika ia tertarik dengan kehadiran anak baru iaitu Ismail AS. Allah swt mengambil Ismail dari tangannya. Dia memerintahkan Ismail disembelih. Namun tatkala di hati Ibrahim hanya terdapat Allah swt sebagai pemilik cintanya, maka digantikan kibas sebagai galang ganti hadiah pengorbanan beliau.

Nabi Yaakub AS, dikurniakan seorang anak yang sangat comel iaitu Yusuf AS. Sehingga kecintaan kepada Yusuf AS memenuhi semua hidup dan hatinya. Maka Allah swt mengambil Yusuf AS selama dua puluh tahun, sehinggalah hatinya kembali dipenuhi cinta pada Allah swt. Lalu Allah swt pun mengembalikan Yusuf AS padanya semula.

Inilah dinamakan “cemburu”nya Allah swt. Cemburu Allah swt tidak sama seperti cemburunya makhluk. Diambilnya pendamping kita, untuk digantikan diriNya sebagai Maha Pelindung. Kefahaman inilah yang membuatkan Nabi SAW mendidik para sahabatnya dalam bertawakkal.

Kisah kegentaran Abu Bakar RA ketika di Gua Thur detik peristiwa Hijrah di rendangkan dengan pesanan mulia Nabi SAW, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Dada Ibn Abbas yang masih kecil ketika itu ditanam dengan pesanan Nabi SAW dengan sabdanya “Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu.” 
( HR al-Tirmizi dan Ahmad)

Di manakah tahap kebergantungan kita pada Allah SWT. Ketika dihimpit dengan kesukaran. Ketika disaat hilangnya tali berpaut. Adakah kita mampu meneladani contoh terpilih yang sentiasa hidup kebersamaan disamping Allah swt. Sehingga mereka digelar kekasihNya. Tatkala pedang dihunus ke leher Baginda Nabi SAW, ditanya siapakah yang mampu menghalangimu. Lalu dijawab oleh Nabi SAW, hanya ALLAH penghalangmu. Membuatkan terjatuhnya pedang si musuh dengan jawapan betapa tingginya nilai kebergantungan kepada Allah SWT. Juga ketika mana manusia berbondong-bondong menahan keperitan kepanasan api yang setinggi bangunan yang disediakan bagi membakar Nabi Ibrahim AS. Mereka semua hanya berkata tiada lagi yang dapat membantu Nabi Ibrahim AS. Namun mereka terlupa. Siapakah yang paling hampir di sisi hambaNya yang erat dalam kebersamaan. Lalu terpancar berulang-ulang dari bibir seorang Nabi, “Cukuplah Allah bagiku, ( Dialah ) sebaik-baik tempat bersandar.”

Rujukan :
http://www.imamudasyraf.com/v1/?p=458


Ahad, 9 September 2012

H 120 EMPAT BELAS GOLONGAN YANG DICINTAI OLEH ALLAH SUBHANAHU WA TAALA

Surah Ali  Imran, ayat :31.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

1. Mereka yang bertaubat kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

Syarat bertaubat:
a- Taubat yang Ikhlas.

b- Menyesal di atas perbuatan yang lalu.

c- Meninggalkan maksiat dengan kadar segera,
d- Bercita-cita tidak akan kembali kepada maksiat dan yang akan datang.
e- Bertaubat sebelum matahari timbul di sebelah barat.
f- Jika dosa ada kaitan dengan manusia, mesti memohon kemaafan daripadanya dan berdoa kebaikan kepada mereka di waktu terlindung dari pandangan manusia.

 2- Mereka yang mengikuti  Sunnah RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM.

3- Mereka yang berpegang pada agama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
4- Mereka yang melakukan kebajikan.
5- Mereka yang merindui pertemuan dengan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
6- Mereka yang mendekati ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dengan cara solat-solat sunat dan orang yang banyak berdoa atau berzikir.
7- Mereka yang mempelajari Ilmu-Ilmu agama.
8- Mereka yang saling bercinta kerana ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
9- Mereka yang banyak membersih dan berhias diri kerana ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
10- Mereka yang cinta kepada mereka yang memiliki akhlak mulia.

11- Mereka yang mendekati ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dengan perkara-perkara fardhu  dan mengawasi harta mereka.
12- Orang-orang yang bertakwa kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.
13- Mereka yang sangat bersabar.
14- Mereka yang sentiasa bertawakal kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.




Jumaat, 17 Ogos 2012

H 19 BAGAIMANA ANDA MENGETAHUI ALLAH SWT TELAH MENCINTAI ANDA?

كيف تعلم ان الله يحبك ..؟؟
كيف تعلم ان الله يحبك ..؟؟

Bagaimana anda tahu Allah SWT menCintai anda ?

إن أعطاك الله الدين والهدى.. فاعلم أن الله يحبك!..

Sesungguhnya Allah SWT kurniakan kepada anda Agama dan Hidayah, maka ketahuilah Allah SWT telah  menCintai anda.

إن أعطاك الله المشقّات والمصاعب والمشاكل.. فاعلم أن الله يحبك، ويريد سماع صوتك في الدعاء!..

Allah SWT memberi kepada anda kesusahan, bala bencana dan berbagai permasalahan. Ketahuilah Allah SWT ingin mendengar suara rintihan dan doa anda kepadaNya.

وإن أعطاك الله القليل.. فاعلم إن الله يحبك، وأنه سيعطيك الأكثر في الآخرة!..

Jika Allah SWT hanya memberi sedikit sahaja di atas permintaan anda di dunia. Ketahuilah Allah SWT telah MenCintai anda dan akan memberi selebihnya di Akhirat kelak.

وإن أعطاك الله الرضا.. فاعلم أن الله يحبك، وأنه أعطاك أجمل نعمة!..

Jika Allah SWT telah meredhai dan memberi segala permintaan anda, ketahuilah Allah SWT menCintai anda kerana Dia telah memberi kepada anda yang paling cantik dan terbaik.

وإن أعطاك الله الصبر.. فاعلم أن الله يحبك، وأنك من الفائزين!..

Jika Allah SWT telah memberi kepada anda kesabaran, ketahuilah anda telah diCintai oleh Allah SWT kerana telah menjadikan anda seorang yang berjaya.

وإن أعطاك الله الإخلاص.. فاعلم أن الله يحبك، فكون مخلصا له!..

Jika Allah SWT telah memberi keIkhlasan kepada anda, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda kerana anda telah berjaya menjadi orang yang Ikhlas.

وإن أعطاك الله الهم.. فاعلم أن الله يحبك، وينتظر منك الحمد والشكر!..

Jika Allah SWT telah memberi kepada anda Ilham, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda dan Allah SWT telah bersedia menunggu kedatangan anda dengan segala Kepujian dan Kesyukuran di Akhirat kelak.

وإن أعطاك الله الحزن.. فاعلم أن الله يحبك، وأنه يخـتبر إيمانك!..

Jika Allah SWT menguji anda dengan kedukaan, ketahuilah Allah SWT menCintai anda kerana Allah SWT telah menguji anda dengan penuh keimanan.

وإن أعطاك الله المال.. فاعلم أن الله يحبك، ولا تبخل على الفقير!..

Jika Allah SWT memberi kepada anda harta, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda dan Janganlah anda kedekut dengan golongan fakir.

وإن أعطاك الله الفقر.. فاعلم أن الله يحبك، وأعطاك ما هو أغلى من المال!..

Jika Allah SWT menguji anda dengan kefakiran, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda kerana Allah SWT telah memberi kepada anda sesuatu yang lebih mahal daripada harta.

وإن أعطاك الله لسانا وقلبا.. فاعلم أن الله يحبك، ويريدك أن تستخدمهم في الخير والإخلاص!..

Jika Allah SWT telah memberi kepada anda Lidah dan Hati, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda kerana Allah SWT ingin melihat anda menggunakan keduanya dijalan kebaikan dengan penuh keIkhlasan.

وإن أعطاك الله الصلاة والصوم والقرآن والقيام.. فاعلم أن الله يحبك، فلا تكن مهملا واعمل بهم!..

Jika Allah SWT memberi kepada anda Solat, Puasa, Al-Quran dan Bangun Malam atau berjaga malam untuk beribadat kepadaNya, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda kerana dengan perkara tersebut anda dapat beramal dengannya dalam semua keadaan dan zaman.

وإن أعطاك الله الإسلام.. فاعلم أن الله يحبك!..

Jika Allah SWT memberi kepada anda Islam, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda.

إن الله يحبك.. كيف لا تحبه؟!..

Sesungguhnya Allah SWT telah menCintai anda, Kenapa anda tidak mencintai Allah SWT?

إن الله أعطاك الكثير.. فكيف لا تعطيه حبك؟!..

Sesungguhnya Allah SWT telah terlalu banyak memberi kepada anda, Kenapa anda tidak memberi “Cinta Anda” kepada Allah SWT ?

الله يحب عباده ولا ينساهم.. سبحان الله!..

Allah SWT  sentiasa menCintai HambaNya dan Allah SWT tidak pernah melupai semua hambaNya… Subhanallah.

لا تكن أعمى وأوجد حبّ الله في قلبك.. واعلم أن الله يحبك، وأحن عليك من أي إنسان!..

Jangan kamu menjadi mereka yang buta, berikanlah sebaik-baik Cinta di hati anda kepada Allah SWT, ketahuilah Allah SWT telah menCintai anda. Jangan anda menjadikan diri anda, di antara manusia yang akan dinasakan oleh Allah SWT.

Rujukan :
http://al7amdulilah.skyrock.com/1.html



H 18 CINTA KEPADA ALLAH SWT MENJADIKAN KITA MELUPAI SEGALA-GALANYA

Abu Otman Al-Hairi berkata :

1- Memang keadaan cinta membuat kita melupakan segala-galanya kecuali apa yang kita cintai.

2- Kebahagiaan dunia ini merampas kebahagiaan di Akhirat.

3- Jangan mengharap sesuatu daripada sesiapapun melainkan dengan ALLAH SWT.

4- Dunia yang menjauhkan kita daripada ALLAH SWT, lebih baik kita buangkan.
Rujukan :
Kitan Tazkiyah Awliya’. m/s : 124.



H 11 ALLAH SWT SENTIASA MELIHAT ORANG YANG MENCINTAINYA

Abu Hafs Al-Haddad berkata :

1- Dunia ini adalah sebuah rumah yang sentiasa mengandungi dosa terhadap ALLAH SWT.

2- Fakir adalah satu cara untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT.

3- Jangan terlalu  bergantung kepada ibadat dan latihan kerohanianmu tetapi bergantunglah kepada Rahmat ALLAH SWT.

4- Sesiapa yang merindukan ALLAH SWT, pasti ALLAH SWT sentiasa melihatnya.

5- Orang yang suka dipuji adalah orang sia-sia dalam kegembiraan.

6- Dosa itu membawa kepada bidaah (mencipta perkara yang tidak ada asas dalam agama dan dijadikan sebahagian daripada ibadat/ agama).

7- Orang yang cuba mengenal Khalik (ALLAH Yang Maha Pencipta) melalui makhluknya adalah buta, sepatutnya dia mengenal makhluk melalui Khalik (ALLAH SWT).

8- Sentiasa berada di ambang pintu ALLAH SWT agar ALLAH SWT membuka pintuNya kepada kita.

9- Berharaplah kepada ALLAH SWT sebagaimana berharapnya orang miskin kepada sedekah orang kaya.
Kitab Tazkirah Awliya’. m/s : 101-102.


Khamis, 16 Ogos 2012

G 116 SEGALA RAHSIA AKAN TERSINGKAP APABILA TENGGELAM DALAM CINTA ALLAH SWT

Abu Muhammad Imam Jaafar As-Sodiq berkata :

1- Di hari pembicaraan nanti, anda tidak akan ditanya tentang harta benda atau pangkat atau nenek moyang anda atau pendapatan anda. Anda akan ditanya tentang amalan kerohanian yang telah anda lalui dan ibadat yang telah anda lakukan.

2- Allah SWT  tidak akan dicapai sehingga kita benar-benar mahu bertemu denganNya, seperti orang yang hampir kelemasan mahukan pertolongan.

3- Adalah merupakan satu dosa jika berputus asa dalam Ibadat.

4- Orang yang bertaubat setiap kali tidak sengaja melakukan dosa adalah Orang Yang Dikasihi oleh Allah SWT.

5-Rahsia itu dibukakan kepada ku ketika aku tenggelam dalam Cinta Allah SWT.

6- Orang yang tidak putus-putus berusaha dan menyerahkan semua peribadatannya ke hadrat Allah SWT adalah orang yang menduduki Syurga. Orang yang bergantung ke atas dirinya sendiri dan menjadi hamba kepada hawa nafsu akan ditempatkan di Neraka.

Rujukan:
Kitab Tazkirah Auliya’. m/s: 10.


Isnin, 13 Ogos 2012

G 60 TUJUH GOLONGAN YANG ALLAH SWT AMAT CINTAI

1- Allah SWT mencintai mereka yang melakukan kebajikan.

Surah Al-Baqarah , ayat : 195.

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Kerana Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

(ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين ).

2-Allah SWT mencintai mereka yang bertaubat dan menyucikan diri.

Surah Al-Baqarah, ayat : 222.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran.” oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

فان الله يحب المتقين ) ).

3- Allah SWT mencintai mereka yang Muttaqin.

Surah Ali Imran, ayat : 76.

“bukan demikian), Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

( والله يحب الصابرين )

4-Allah SWT mencintai mereka yang bersabar.

Surah Ali Imran, ayat : 146.

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah kerana bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar."

ان الله يحب المتوكلين ) ).

5-Allah SWT mencintai mereka yang bertawakal kepada Allah SWT.

Surah Ali Imran , ayat : 159.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya."

ان الله يحب المقسطين ) )

6- Allah SWT mencintai mereka yang melakukan keadilan.

Surah Al-Maaidah, ayat : 42.

“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudarat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”

ان الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفاً كأنهم بنيان مرصوص ) ).

7-Allah SWT mencintai mereka yang berperang di jalan Allah swt secara berpasukan dan mantap.

Surah As-Shaf, ayat : 4.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.”