Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label AMALAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label AMALAN. Papar semua catatan

Selasa, 21 April 2020

V 60 : SEDIH BILA MEDIA SOSIAL JADI TEMPAT MENGHUKUM

Kebaikan yang kita buat walaupun sedikit, hanyalah untuk mendapat keredhaan Allah SWT. Nak harapkan ibadah kita yang sikit tu, tak pasti Allah SWT terima atau tidak. Takutlah bila ibadah yang kita lakukan, tidak diterima oleh Allah SWT, walau sedikitpun. Hanya seperti debu beterbangan nilainya, kerana ada perasaan ujub (bangga) dalam diri... Ditambah dengan banyak perasangka buruk kepada orang lain. Semoga kita lebih berfikiran positif. Jadikanlah media sosial ini untuk kebaikan manusia sejagat, bukan nak cari siapa yang benar dan siapa yang salah. Yok! berfikiran positif.
Betulkan yang biasa dan biasakan yang betul.


Selasa, 17 Mac 2020

V 41 : BERDUSTA SAAT BERCANDA

Banyak orang yang dengan sesuka hatinya bercanda, tak segan berdusta dengan alasan bercanda. Padahal berdusta dalam bercanda ini tidak dibolehkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨّّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛََﺎﻥَ ﻣُﺤﻘًّﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِ ﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎﺯِ ﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴﺖِ ﻓِﻲ ﺃَﻏﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴَّﻦَ ﺧُﻠُﻘَﻪُ

“Aku menjamin dengan sebuah istana di bahagian tepi syurga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bahagian tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bahagian atas syurga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya.”

Demikianlah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau tetap berkata jujur meskipun sedang bercanda. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

ﺇِﻧِّﻲ ﻷَﻣْﺰَﺡُ ﻭَﻻَ ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﺇِﻻَّ ﺣَﻘًﺎ

“Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
[11]

Oleh kerana itu, tidak boleh berdusta ketika bercanda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam telah memberikan ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa salam:

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّ ﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺨِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ

“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.”
[12]

Apalagi bila dalam candanya itu ia menyebut aib dan rahsia orang lain, atau mencela dan mengejek orang lain.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrâni dalam al-Kabir (XII/13443). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (2494). [12]. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/5), Abu Daud (4990), at-Tirmidzi (2315). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (7126).



V 38 : MANUSIA TERBAIK


Penyebutan manusia yang terbaik yang tertera dalam hadits-hadits yang shahih.

"خيركم من تعلم القرآن وعلمه".

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengabarkannya."
(Bukhari)

"خياركم أحاسنكم أخلاقا".

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya."
(Bukhari)

"خيركم أحسنكم قضاء"

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik ketika membayar hutang."
(Bukhari)

"خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره".

"Sebaik-baik kalian adalah seorang yang diharapkan kebaikannya dan manusia merasa aman dari keburukannya."
(Dishahihkan Al Albani)

"خيركم خيركم لأهله".

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya."
(Dishahihkan Al Albani)

"خياركم في الجاهلية خياركم في الإسلام إذا فقهوا".

"Sebaik-baik kalian di masa jahiliyah adalah manusia yang terbaik di dalam Islam jika ia memiliki pemahaman."
(Dishahihkan Al Albani)

"خيركم من أطعم الطعام، و ردَّ السلام".

"Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makan dan menjawab salam."
(Dishahihkan Al Albani)

"خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة".

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahu-bahunya ketika solat."
(Dishahihkan Al Albani)

iaitu: lemah lembut di dalam pengaturan shaf.

" خياركم الذين إذا رُؤوا ذُكِرَ اللهُ ".

"Sebaik-baik kalian adalah yang jika ia bermimpi maka segera mengingat ALLAH."
(Dishahihkan Al Albani)

"خير الناس من طال عمره وحسن عمله".

"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya."
(Dishahihkan Al Albani)

"خير الناس أنفعهم للناس".

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia."
(Dishahihkan Al Albani)

"خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه ، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ".

"Sebaik-baik teman di sisi ALLAH adalah yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi ALLAH adalah yang paling baik terhadap tetangganya."
(Dishahihkan Al Albani)




Sabtu, 22 Februari 2020

V 5 : BERLEBIHAN YANG DIBENCI DAN DICINTAI ALLAH SWT


Ada beberapa hal yang tidak disukai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya, sebagaimana berikut ini:

Pertama, Katsratul Anam (terlalu banyak gaul)
Ke sana ke mari hanya bergaul (kecuali untuk perihal silaturahmi). Janganlah banyak bergaul dengan siapa pun, kecuali kepada orang mukmin innama al-mu’minuuna ikhwah (al-Hujarat:10), khasnya orang yang beriman mempunyai saudara hamba-hamba ALLAH yang beriman. Kebaikan akan menular sebagaimana keburukan juga akan menular (su’ul khulqi yufshi).

Oleh kerana itu, menjaga ketakwaan kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA ialah bergaul dengan sahabat yang soleh. Jadilah hamba ALLAH yang selalu bersama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Kalau tidak, mendekatlah, bersahabatlah, dan bergaullah dengan hamba ALLAH yang selalu bersama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, kerana ianya akan mengajakmu ke jalan ALLAH SUBHANAHU WA TAALAShiraathalmustaqiim….

Kedua, Katsratul Kalam (banyak bicara)
Orang yang banyak bicara cenderung tidak berwibawa. Banyak bicara banyak salahnya, banyak dustanya (katsratul kalam katsratul kidzb, salamatul insan fi hifdzil lisan; selamatnya seseorang tergantung pada kemampuannya menjaga lisannya). Bahkan banyak bicara merupakan salah satu tanda penyakit nifaq atau karaktor orang munafik. Dalam sebuah hadits diterangkan. Daripada Abu Umamah ra daripada RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda;

“Rasa malu dan sedikit bicara merupakan dua cabang iman, sedangkan berkata kotor dan banyak bicara merupakan dua cabang kemunafikan.” 
(HR. At-Tirmidzi)

Ketiga, Katsratul Akl (banyak makan)
Makan yang berlebihan dan terlalu banyak sangat tidak disukai ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya. Sederhanakanlah dalam makan, minum, dan berpakaian kerana hal itu disukai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya. Sebagaimana ALLAH SUBHANAHU WA TAALA berfirman dalam Al Quran :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” 
(Al-A’raf [7]: 31)

Keempat, Katsratud Dhahak ai Katsratul mizah (banyak tertawa, banyak bercanda)
Orang yang sering tertawa dan bercanda maka hatinya akan keras. Hati yang keras sangat sulit untuk khusyuk. Daripada Abu Hurairah berkata; RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda;

“Janganlah kalian banyak tertawa, kerana banyak tertawa dapat mematikan hati.” 
(H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kelima, Katsratul Naum (banyak tidur)
Sifat malas sangat tidak disukai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM. Waktu tidur yang paling tidak disukai RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM adalah tidur setelah subuh. Orang yang tidur setelah subuh, RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM memperingatkan sebagai alamatul faqir (ciri dari orang fakir).

Keenam, ishraf dan mubadzir.
Banyak memiliki sesuatu tapi sedikit manfaatnya. Subhanallah. Banyak pakaian tapi banyak yang tidak terpakai, punya banyak kenderaan tapi hanya satu yang dipakai, membazir! Begitu pula menumpuk-numpuk duit tapi tidak diinfakkan dan tidak disedekahkan, maka akan menjadi kurang manfaatnya.

Sedangkan sesuatu yang banyak dan dicintai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya adalah zikrullah (zikir kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA). Kita disuruh agar memperbanyak zikir kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA sebagaimana firmanNya, berikut ini:

“Wahai orang-orang yang beriman perbanyaklah zikir kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kalian kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kalian kepada ALLAH di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan MalaikatNya (memohonkan ampunan untukmu). Supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” 
(Al-Ahzab [33]: 41-43)

Semoga kita semua bukanlah termasuk golongan hamba-hamba yang dibenci oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Apabila ALLAH SUBHANAHU WA TAALA tidak lagi melihat kita dengan pandangan rahmatNya, Maka kepada siapa lagi kita berharap?
  
Sumber : Tausiyah Ustadz M. Arifin Ilham
Oleh : Ning Silviana Sholeha
Redaktur : Aminatul Jannah

Khamis, 2 Januari 2020

U 75 : JALAN PENYELESAIAN

4 Masalah dan jalan PenyelesaianNya.

1. Jika Engkau diuji dengan Syahwat dan hawa Nafsu, maka periksalah SolatMu.
Firman Allah SWT bermaksud:

"Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan solat dan memperturutkan syahwat hawa nafsunya."
[Q.S. Maryam: 59]

2. Jika Engkau merasa keras hati, berakhlak buruk, dan sentiasa tidak berasa tenang, maka periksalah hubunganMu dengan ibumu dan baktimu kepadaNya.
Firman Allah SWT bermaksud:

"Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka."
[QS. Maryam: 32]

3.  Jika Engkau merasa tertekan dan hidup dalam kesempitan, maka Periksalah hubunganMu dengan Al-Quran.

Firman Allah SWT bermaksud:

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu (Al-Quran, berzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit."
[Q.S. Thaha: 124]

4. Jika Engkau merasa kurang semangat dan teguh di atas kebenaran dan sentiasa rasa terganggu dan berasa gelisah, Maka periksalah bagaimana perhatianmu terhadap nasihat yang engkau dengar dari orang-orang yang menyampaikan nasihat kepadamu.
Firman Allah SWT bermaksud:

"Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menjadikan Iman mereka menjadi teguh.”
[Q.S. Annisa: 66]

Yaa Allah, peliharalah kami semua.



Sabtu, 28 Disember 2019

U 50 : JADIKANLAH AMALMU SEBAGAI KEKASIHMU

Hatim -rohimahulloh- mengatakan:

“Aku telah memperhatikan semua makhluk, kudapati setiap orang memiliki kekasih, tapi jika sampai ke kuburnya, kekasih itu pun meninggalkannya. Oleh kerana itu, aku jadikan kekasihku adalah amal-amal baikku, agar dia di alam kubur bersamaku.”
[Sumber : Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal:28]

Penterjemah :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad-Dariny, MA


U 40 : MAHALNYA NERAKA, MURAHNYA SYURGA

Loket ke neraka penuh sesak.
Banyak manusia beratur.
Rebut rebutan, cakar-cakaran.
Takut tidak dapat bahagian.
Tiket ke neraka begitu mahal dan penuh pengorbanan.
Harus merogoh kantong berjuta-juta, Untuk dapat ikut berjalan ke sana.
Maksiat itu mahal.
Judi itu mahal.
Zina itu mahal.
Korupsi itu mahal.
Dusta itu mahal.
Tetap saja orang-orang berbondong menuju neraka..
Jalan Ke Syurga Sunyi sepiii..
Jalannya lebar, mulus dan bersih..
Tiketnya murah, tak perlu keluar wang banyak..
Loketnya bersih, ada AC, pelayannya ramah..
Tapi mengapa amat sedikit yang datang ke loket ini...??
Puasa itu murah.
Solat itu murah.
Sedekah itu murah.
Senyum itu murah.
Jujur itu murah.
Ternyata nafsu telah memutar balik semua tatapan.
Yang buruk terlihat indah.
Yang baik terlihat sukar.
Di tempat ini aku baru sedar.
Bahawa jalan ke syurga sepi.
Jalan ke neraka amatlah ramai.
Semoga menjadi renungan kita bersama.
Betapa sering terlupanya kita.
Selalu menuruti hawa nafsu,
Meninggalkan air kesejukan syurga dan lebih tertarik pada panasnya neraka yang hanya membuat kita semakin haus dahaga,
Na"udzubillah.
Wallahu a'lam Bisshawab.
Yaa ALLAH. Ampunilah segala dosa dan khilaf daripada hamba2mu yang hina ini.



Rabu, 25 Disember 2019

U 1 : UNTUK DIRENUNGI & DIRESAPI

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti satu pertandingan lumba lari.
Sebelum pertandingan dimulai, Anak kecil itu menundukkan kepala memanjatkan doa.
Pertandinganpun dimulai, ternyata ia pertama kali mencapai garisan penamat dan keluar sebagai juara.

Saat pemberian hadiah, ketua pelatihnya bertanya: "Hai jaguh! Kamu pasti tadi berdoa agar kamu menang ya?”
Anak itu menggeleng. "Bukan pak, rasanya tidak adil berdoa untuk boleh mengalahkan orang lain. Aku hanya berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.
Permohonan anak ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta kepada Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi.
Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan yang ada di depan mata.
Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita perlukan adalah bimbingan dan hikmahNya untuk dapat mengerti rencanaNya, terutama saat kita mengalami kegagalan dan kekalahan?

Seharusnya kita berdoa meminta kekuatan untuk boleh menerima kehendak Tuhan sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan.
Berdoa untuk menang itu biasa, tapi berdoa untuk boleh mengerti kehendakNya saat kita kalah itu Luar Biasa.

Barakallahu Fiikum



Isnin, 2 Disember 2019

T 178 PENYAKIT YANG BERNAMA FUTUR

Mawas Rizki Hidayanti.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Adakalanya seorang penuntut ilmu, atau ahli ibadah merasa futur. Ketika mata sebenarnya menatap tempat sujud, tapi hati berada di tempat yang lainnya. Ketika raga berada di majlis ilmu, namun jiwa dan fikiran fokus kepada hal lainnya.

Apa itu Penyakit Futur?
Futur iaitu: rasa malas, enggan dan lamban dalam melakukan kebaikan, yang mana sebelumnya seseorang rajin dan bersemangat melakukannya. Futur adalah penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan suatu aktiviti kebaikan.
Di antara sebab-sebab munculnya penyakit futur adalah sebagai berikut:
1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu Syar’i.
3). Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat.
4). Fitnah (cubaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rosak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan.
7). Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu mahupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri, dan tidak mahu bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan.
11). Lemahnya pendidikan (tarbiyyah)imaniyyah.

Kiat Mengubati Penyakit Futur
Allah SWT mentakdirkan adanya penyakit futur, tentulah Allah SWT memberikan ubatnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pernah ditanya, “Banyak penuntut ilmu agama yang lemah tekadnya dan futur dalam menuntut ilmu. Sarana apa saja yang dapat membangkitkan tekad dan semangat dalam menuntut ilmu?” Beliau menjawab: “Dha’ful himmah (tekad yang lemah) dalam menuntut ilmu agama (Islam) adalah salah satu musibah yang besar. Untuk mengatasi ini ada beberapa hal:
1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah‘Azza Wa Jalla dalam menuntut ilmu
Niat dalam melakukan suatu perbuatan (yang baik) tentunya harus ikhlas untuk Allah SWT semata. Keikhlasan suatu niat sangat berpengaruh pada amalan-amalan yang kita lakukan. Jika seseorang ikhlas dalam menuntut ilmu, ia akan memahami bahawa amalan menuntut ilmu yang ia lakukan itu akan diganjar pahala. Sebagaimana dalam hadits disampaikan bahawa,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وإنما لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنكحها فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya sesesorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana Allah dan RasulNya, maka hijrahnya (dinilai) kerana Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya kerana harta dunia yang hendak diraihnya atau kerana wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, dengan mengikhlaskan niat tersebut seseorang akan berada pada tingkatan yang ketiga dari umat ini, lalu dengan itu semangatnya pun akan bangkit.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. An Nisa: 69)

2. Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam menuntut ilmu
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh pada diri kita. Teman turut membentuk karaktor seseorang. Oleh kerana itu dalam berteman hendaknya kita memilih teman-teman yang mampu mengantarkan kepada kebaikan. Teman-teman yang demikian dapat membantu kita dalam berdiskusi dan meneliti masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama mereka selama mereka sentiasa membantu dalam menuntut ilmu.
3. Bersabar, iaitu ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari ilmu
Kesabaran akan mengantarkan kita kembali kepada ilmu dan kebaikan-kebaikan. Oleh kerana itu, hendaknya kita terus berusaha bersabar agar penyakit futur itu segera hilang. Allah SWT berfirman kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah kepada Tuhan mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keredhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini.”
(QS. Al Kahfi: 28).

Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu Syar’i. Menuntut ilmu Syar’i tidak boleh didapatkan dengan kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahawa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh kerana itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT agar tetap istiqamah di atas kebenaran.
*****
Referensi:
Yulian Purnama. www.muslim.or.id. Kiat Mengubati Futur Dan Malas Menuntut Ilmu Agama

Khamis, 3 Januari 2019

T 162 : ALLAH SWT TIDAK MELIHAT PADA TUBUH BADAN DAN RUPA PARAS TETAPI ALLAH MELIHAT HATI KAMU (NIAT KAMU)

Daripada Abu Hurairah Abd ar-Rahman bin Sakhr ra katanya: “Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh badan dan rupa paras kamu, tetapi dia melihat jantung hati (niat) kamu.”
(Hadis Riwayat Muslim)

Huraian Hadis :
Memperbaikkan hati dan niat diutamakan dan didahulukan daripada amalan anggota zahir, kerana niat itu mengesahkan amalan anggota. Berbuat sesuatu tanpa niat tiada nilainya di sisi ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Amalan-amalan zahir daripada seseorang biasanya mencerminkan keikhlasan dan ketaatannya kepada perintah ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Apabila sesorang itu berniat untuk melakukan perkara mungkar tetapi tidak menzahirkan apa yang diniatkan maka tiada catatan dosa terhadapnya. Sebaliknya jika seseorang itu berniat melakukan kebaikan, ia sudah tertulis pahala untuknya satu kebaikan.