Kebaikan yang kita buat walaupun sedikit, hanyalah untuk mendapat keredhaan Allah SWT. Nak harapkan ibadah kita yang sikit tu, tak pasti Allah SWT terima atau tidak. Takutlah bila ibadah yang kita lakukan, tidak diterima oleh Allah SWT, walau sedikitpun. Hanya seperti debu beterbangan nilainya, kerana ada perasaan ujub (bangga) dalam diri... Ditambah dengan banyak perasangka buruk kepada orang lain. Semoga kita lebih berfikiran positif. Jadikanlah media sosial ini untuk kebaikan manusia sejagat, bukan nak cari siapa yang benar dan siapa yang salah. Yok! berfikiran positif.
Betulkan yang biasa dan biasakan yang betul.
JANGAN SEKALIPUN LUPA, DUNIA INI ADALAH TEMPAT SEMENTARA YANG SINGKAT DAN SUATU UJIAN
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )
AL ZOHIR ( الظاهر ) ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...
Memaparkan catatan dengan label AMALAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label AMALAN. Papar semua catatan
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 17 Mac 2020
V 41 : BERDUSTA SAAT BERCANDA
Banyak orang
yang dengan sesuka hatinya bercanda, tak segan berdusta dengan alasan bercanda.
Padahal berdusta dalam bercanda ini tidak dibolehkan. Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa salam bersabda:
ﺃَﻧَﺎ ﺯَﻋِﻴﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖ ﻓِﻲ ﺭَﺑَﺾِ ﺍﻟْﺠَﻨّّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛََﺎﻥَ ﻣُﺤﻘًّﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲ ﻭَﺳَﻂ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِ ﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺎﺯِ ﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴﺖِ ﻓِﻲ ﺃَﻏﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴَّﻦَ ﺧُﻠُﻘَﻪُ
“Aku menjamin
dengan sebuah istana di bahagian tepi syurga bagi
orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah
istana di bahagian tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia
sedang bercanda, dan istana di bahagian atas syurga bagi seorang yang
memperbaiki akhlaknya.”
Demikianlah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
salam, beliau tetap berkata jujur meskipun sedang bercanda. Beliau Shallallahu
‘alaihi wa salam bersabda:
ﺇِﻧِّﻲ ﻷَﻣْﺰَﺡُ ﻭَﻻَ ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﺇِﻻَّ ﺣَﻘًﺎ
“Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan
kecuali yang benar.”
[11]
Oleh kerana itu, tidak boleh berdusta ketika bercanda.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam telah memberikan ancaman terhadap orang
yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau Shallallahu
‘alaihi wa salam:
ﻭَﻳْﻞٌ ﻟﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّ ﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺨِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang
tertawa, celakalah ia, celakalah ia.”
[12]
Apalagi bila dalam candanya itu ia menyebut aib dan rahsia
orang lain, atau mencela dan mengejek orang lain.
Diriwayatkan oleh
ath-Thabrâni dalam al-Kabir (XII/13443). Lihat Shahîh al-Jâmi’
(2494). [12]. Diriwayatkan oleh Ahmad
(V/5), Abu Daud (4990), at-Tirmidzi (2315). Lihat Shahîh al-Jâmi’ (7126).V 38 : MANUSIA TERBAIK
Penyebutan manusia yang terbaik yang tertera dalam
hadits-hadits yang shahih.
"خيركم من تعلم القرآن وعلمه".
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan
mengabarkannya."
(Bukhari)
(Bukhari)
"خياركم
أحاسنكم أخلاقا".
“Sebaik-baik
kalian adalah yang paling baik akhlaknya."
(Bukhari)
"خيركم
أحسنكم قضاء"
"Sebaik-baik
kalian adalah yang paling baik ketika membayar hutang."
(Bukhari)
(Bukhari)
"خيركم
من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره".
"Sebaik-baik
kalian adalah seorang yang diharapkan kebaikannya dan manusia merasa aman dari
keburukannya."
(Dishahihkan Al Albani)
"خيركم
خيركم لأهله".
"Sebaik-baik
kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya."
(Dishahihkan Al Albani)
(Dishahihkan Al Albani)
"خياركم
في الجاهلية خياركم في الإسلام إذا فقهوا".
"Sebaik-baik
kalian di masa jahiliyah adalah manusia yang terbaik di dalam Islam jika ia
memiliki pemahaman."
(Dishahihkan Al Albani)
(Dishahihkan Al Albani)
"خيركم
من أطعم الطعام، و ردَّ السلام".
"Sebaik-baik
kalian adalah yang memberikan makan dan menjawab salam."
(Dishahihkan
Al Albani)
"خياركم
ألينُكم مناكب في الصلاة".
"Sebaik-baik
kalian adalah yang paling lembut bahu-bahunya ketika solat."
(Dishahihkan
Al Albani)
iaitu: lemah lembut di dalam pengaturan shaf.
" خياركم
الذين إذا رُؤوا ذُكِرَ اللهُ ".
"Sebaik-baik
kalian adalah yang jika ia bermimpi maka segera mengingat ALLAH."
(Dishahihkan
Al Albani)
"خير
الناس من طال عمره وحسن عمله".
"Sebaik-baik
manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya."
(Dishahihkan Al Albani)
(Dishahihkan Al Albani)
"خير
الناس أنفعهم للناس".
"Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia."
(Dishahihkan Al Albani)
(Dishahihkan Al Albani)
"خير
الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه ، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ".
"Sebaik-baik
teman di sisi ALLAH adalah yang paling baik terhadap temannya, dan sebaik-baik
tetangga di sisi ALLAH adalah yang paling baik terhadap tetangganya."
(Dishahihkan
Al Albani)
Sabtu, 22 Februari 2020
V 5 : BERLEBIHAN YANG DIBENCI DAN DICINTAI ALLAH SWT
Ada beberapa hal yang tidak disukai oleh ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya,
sebagaimana berikut ini:
Pertama, Katsratul
Anam (terlalu banyak gaul)
Ke sana ke mari hanya
bergaul (kecuali untuk perihal silaturahmi). Janganlah banyak bergaul dengan
siapa pun, kecuali kepada orang mukmin innama al-mu’minuuna
ikhwah (al-Hujarat:10), khasnya orang yang beriman mempunyai
saudara hamba-hamba ALLAH yang beriman. Kebaikan akan menular sebagaimana
keburukan juga akan menular (su’ul khulqi yufshi).
Oleh kerana itu, menjaga
ketakwaan kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA ialah bergaul dengan sahabat
yang soleh. Jadilah hamba ALLAH yang selalu bersama ALLAH SUBHANAHU WA
TAALA. Kalau tidak, mendekatlah, bersahabatlah, dan bergaullah dengan hamba ALLAH
yang selalu bersama ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, kerana ianya
akan mengajakmu ke jalan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Shiraathalmustaqiim….
Kedua, Katsratul Kalam (banyak
bicara)
Orang yang banyak bicara
cenderung tidak berwibawa. Banyak bicara banyak salahnya, banyak dustanya (katsratul kalam katsratul kidzb, salamatul insan fi hifdzil
lisan; selamatnya seseorang tergantung pada kemampuannya
menjaga lisannya). Bahkan banyak bicara merupakan salah satu tanda
penyakit nifaq atau karaktor orang munafik. Dalam sebuah
hadits diterangkan. Daripada Abu Umamah ra daripada RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI
WASSALLAM
bersabda;
“Rasa malu dan sedikit
bicara merupakan dua cabang iman, sedangkan berkata kotor dan banyak bicara
merupakan dua cabang kemunafikan.”
(HR.
At-Tirmidzi)
Ketiga, Katsratul Akl (banyak
makan)
Makan yang berlebihan dan
terlalu banyak sangat tidak disukai ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan
RasulNya. Sederhanakanlah dalam makan, minum, dan berpakaian kerana hal itu
disukai oleh ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA dan RasulNya. Sebagaimana ALLAH SUBHANAHU WA TAALA
berfirman dalam Al Quran :
“Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan
janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan.”
(Al-A’raf
[7]: 31)
Keempat, Katsratud Dhahak
ai Katsratul mizah (banyak tertawa, banyak bercanda)
Orang yang sering tertawa
dan bercanda maka hatinya akan keras. Hati yang keras sangat sulit untuk khusyuk.
Daripada Abu
Hurairah berkata; RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda;
“Janganlah kalian banyak
tertawa, kerana banyak tertawa dapat mematikan hati.”
(H.R.
Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Kelima, Katsratul Naum (banyak
tidur)
Sifat malas sangat tidak
disukai oleh ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA dan RASULULLAH
SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM. Waktu tidur yang paling tidak disukai RASULULLAH
SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM adalah tidur setelah subuh. Orang yang tidur
setelah subuh, RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM
memperingatkan sebagai alamatul faqir (ciri
dari orang fakir).
Keenam, ishraf
dan mubadzir.
Banyak memiliki sesuatu
tapi sedikit manfaatnya. Subhanallah. Banyak pakaian tapi banyak yang tidak
terpakai, punya banyak kenderaan tapi hanya satu yang dipakai, membazir! Begitu
pula menumpuk-numpuk duit tapi tidak diinfakkan dan tidak disedekahkan, maka
akan menjadi kurang manfaatnya.
Sedangkan sesuatu yang
banyak dan dicintai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan
RasulNya adalah zikrullah (zikir kepada ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA). Kita disuruh agar memperbanyak zikir kepada ALLAH SUBHANAHU WA
TAALA sebagaimana firmanNya, berikut ini:
“Wahai orang-orang yang
beriman perbanyaklah zikir kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah
kalian kepada ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kalian kepada ALLAH di
waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan MalaikatNya
(memohonkan ampunan untukmu). Supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan
kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang
yang beriman.”
(Al-Ahzab
[33]: 41-43)
Semoga kita
semua bukanlah termasuk golongan hamba-hamba yang dibenci oleh ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA. Apabila ALLAH SUBHANAHU WA TAALA tidak
lagi melihat kita dengan pandangan rahmatNya, Maka kepada siapa lagi kita
berharap?
Sumber
: Tausiyah Ustadz M. Arifin Ilham
Oleh
: Ning Silviana Sholeha
Redaktur
: Aminatul Jannah
Khamis, 2 Januari 2020
U 75 : JALAN PENYELESAIAN
4 Masalah dan jalan
PenyelesaianNya.
1. Jika Engkau diuji dengan Syahwat dan hawa Nafsu, maka periksalah SolatMu.
Firman Allah SWT bermaksud:
2. Jika Engkau merasa keras hati, berakhlak buruk, dan sentiasa tidak berasa tenang, maka periksalah hubunganMu dengan ibumu dan baktimu kepadaNya.
Firman Allah SWT bermaksud:
Firman Allah SWT bermaksud:
4. Jika Engkau merasa kurang semangat dan teguh di atas kebenaran dan sentiasa rasa terganggu dan berasa gelisah, Maka periksalah bagaimana perhatianmu terhadap nasihat yang engkau dengar dari orang-orang yang menyampaikan nasihat kepadamu.
Firman Allah SWT bermaksud:
Yaa Allah, peliharalah kami semua.
1. Jika Engkau diuji dengan Syahwat dan hawa Nafsu, maka periksalah SolatMu.
Firman Allah SWT bermaksud:
"Maka
datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan solat dan
memperturutkan syahwat hawa nafsunya."
[Q.S. Maryam: 59]
2. Jika Engkau merasa keras hati, berakhlak buruk, dan sentiasa tidak berasa tenang, maka periksalah hubunganMu dengan ibumu dan baktimu kepadaNya.
Firman Allah SWT bermaksud:
"Dan
(Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang
yang sombong lagi celaka."
[QS. Maryam: 32]
3. Jika Engkau merasa tertekan dan hidup dalam
kesempitan, maka Periksalah hubunganMu dengan Al-Quran.
Firman Allah SWT bermaksud:
"Dan
barangsiapa berpaling dari peringatanKu (Al-Quran, berzikir), maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit."
[Q.S. Thaha: 124]
4. Jika Engkau merasa kurang semangat dan teguh di atas kebenaran dan sentiasa rasa terganggu dan berasa gelisah, Maka periksalah bagaimana perhatianmu terhadap nasihat yang engkau dengar dari orang-orang yang menyampaikan nasihat kepadamu.
Firman Allah SWT bermaksud:
"Sesungguhnya
kalau mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal
yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menjadikan Iman mereka
menjadi teguh.”
[Q.S. Annisa: 66]
Yaa Allah, peliharalah kami semua.
Sabtu, 28 Disember 2019
U 50 : JADIKANLAH AMALMU SEBAGAI KEKASIHMU
Hatim -rohimahulloh- mengatakan:
“Aku telah memperhatikan semua makhluk, kudapati setiap orang memiliki kekasih, tapi jika sampai ke kuburnya, kekasih itu pun meninggalkannya. Oleh kerana itu, aku jadikan kekasihku adalah amal-amal baikku, agar dia di alam kubur bersamaku.”
Penterjemah :
“Aku telah memperhatikan semua makhluk, kudapati setiap orang memiliki kekasih, tapi jika sampai ke kuburnya, kekasih itu pun meninggalkannya. Oleh kerana itu, aku jadikan kekasihku adalah amal-amal baikku, agar dia di alam kubur bersamaku.”
[Sumber : Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal:28]
Penterjemah :
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad-Dariny, MA
U 40 : MAHALNYA NERAKA, MURAHNYA SYURGA
Loket ke neraka penuh sesak.
Banyak manusia beratur.
Rebut rebutan, cakar-cakaran.
Takut tidak dapat bahagian.
Tiket ke neraka begitu
mahal dan penuh pengorbanan.
Harus merogoh kantong
berjuta-juta, Untuk dapat ikut berjalan ke sana.
Maksiat itu mahal.
Judi itu mahal.
Zina itu mahal.
Korupsi itu mahal.
Dusta itu mahal.
Tetap saja orang-orang
berbondong menuju neraka..
Jalan Ke Syurga Sunyi sepiii..
Jalannya lebar, mulus dan
bersih..
Tiketnya murah, tak perlu
keluar wang banyak..
Loketnya bersih, ada AC, pelayannya
ramah..
Tapi mengapa amat sedikit
yang datang ke loket ini...??
Puasa itu murah.
Solat itu murah.
Sedekah itu murah.
Senyum itu murah.
Jujur itu murah.
Ternyata nafsu telah
memutar balik semua tatapan.
Yang buruk terlihat indah.
Yang baik terlihat sukar.
Di tempat ini aku baru sedar.
Bahawa jalan ke syurga
sepi.
Jalan ke neraka amatlah
ramai.
Semoga menjadi renungan
kita bersama.
Betapa sering terlupanya
kita.
Selalu menuruti hawa nafsu,
Meninggalkan air kesejukan
syurga dan lebih tertarik pada panasnya neraka yang hanya membuat kita semakin
haus dahaga,
Na"udzubillah.
Wallahu a'lam Bisshawab.
Rabu, 25 Disember 2019
U 1 : UNTUK DIRENUNGI & DIRESAPI
Suatu kali seorang anak
sedang mengikuti satu pertandingan lumba lari.
Sebelum pertandingan
dimulai, Anak kecil itu menundukkan kepala memanjatkan doa.
Pertandinganpun dimulai,
ternyata ia pertama kali mencapai garisan penamat dan keluar sebagai juara.
Saat pemberian hadiah,
ketua pelatihnya bertanya: "Hai jaguh! Kamu pasti tadi berdoa agar
kamu menang ya?”
Anak itu menggeleng. "Bukan
pak, rasanya tidak adil berdoa untuk boleh mengalahkan orang lain. Aku hanya
berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah."
Semua hadirin terdiam
mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang
memenuhi ruangan.
Permohonan anak ini
merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta kepada Tuhan untuk mengabulkan
semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi
apapun yang terjadi.
Seringkali kita berdoa pada
Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
Kita meminta agar Tuhan
menghalau setiap halangan yang ada di depan mata.
Tidak salah memang, namun
bukankah semestinya yang kita perlukan adalah bimbingan dan hikmahNya untuk
dapat mengerti rencanaNya, terutama saat kita mengalami kegagalan dan
kekalahan?
Seharusnya kita berdoa
meminta kekuatan untuk boleh menerima kehendak Tuhan sebagai yang terbaik dalam
hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan.
Berdoa untuk menang itu
biasa, tapi berdoa untuk boleh mengerti kehendakNya saat kita kalah itu Luar
Biasa.
Isnin, 2 Disember 2019
T 178 PENYAKIT YANG BERNAMA FUTUR
Mawas Rizki Hidayanti.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Adakalanya seorang penuntut ilmu, atau ahli
ibadah merasa futur. Ketika mata sebenarnya menatap tempat sujud, tapi hati
berada di tempat yang lainnya. Ketika raga berada di majlis ilmu, namun jiwa
dan fikiran fokus kepada hal lainnya.
Apa itu Penyakit Futur?
Futur iaitu: rasa malas, enggan dan lamban
dalam melakukan kebaikan, yang mana sebelumnya seseorang rajin dan bersemangat
melakukannya. Futur adalah penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah,
para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas,
bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan suatu aktiviti kebaikan.
Di antara sebab-sebab munculnya penyakit futur adalah sebagai
berikut:
1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu Syar’i.
3). Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat.
4). Fitnah (cubaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rosak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan.
7). Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu mahupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri, dan tidak mahu bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan.
11). Lemahnya pendidikan (tarbiyyah)imaniyyah.
2). Lemahnya ilmu Syar’i.
3). Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat.
4). Fitnah (cubaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rosak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan.
7). Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu mahupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri, dan tidak mahu bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan.
11). Lemahnya pendidikan (tarbiyyah)imaniyyah.
Kiat Mengubati Penyakit Futur
Allah SWT mentakdirkan adanya penyakit futur,
tentulah Allah SWT memberikan ubatnya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
pernah ditanya, “Banyak penuntut ilmu agama yang lemah tekadnya dan futur dalam
menuntut ilmu. Sarana apa saja yang dapat membangkitkan tekad dan semangat
dalam menuntut ilmu?” Beliau menjawab: “Dha’ful himmah (tekad yang lemah) dalam
menuntut ilmu agama (Islam) adalah salah satu musibah yang besar. Untuk
mengatasi ini ada beberapa hal:
1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah‘Azza Wa Jalla dalam
menuntut ilmu
Niat dalam melakukan suatu perbuatan (yang
baik) tentunya harus ikhlas untuk Allah SWT semata. Keikhlasan suatu niat
sangat berpengaruh pada amalan-amalan yang kita lakukan. Jika seseorang ikhlas
dalam menuntut ilmu, ia akan memahami bahawa amalan menuntut ilmu yang ia
lakukan itu akan diganjar pahala. Sebagaimana dalam hadits disampaikan bahawa,
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ
بِالنِّيَّةِ وإنما لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى
اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ
هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنكحها فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا
هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amal itu
(tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya sesesorang itu hanya mendapatkan
sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana Allah
dan RasulNya, maka hijrahnya (dinilai) kerana Allah dan RasulNya, dan
barangsiapa yang hijrahnya kerana harta dunia yang hendak diraihnya atau kerana
wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang
menjadi tujuan hijrahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian, dengan mengikhlaskan niat tersebut
seseorang akan berada pada tingkatan yang ketiga dari umat ini, lalu dengan itu
semangatnya pun akan bangkit.
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ
النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ
أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
“Dan barangsiapa yang mentaati
Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang
dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang
yang mati syahid, dan orang-orang soleh. Dan mereka itulah teman yang
sebaik-baiknya.”
(QS. An Nisa: 69)
2. Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam
menuntut ilmu
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh
pada diri kita. Teman turut membentuk karaktor seseorang. Oleh kerana itu dalam
berteman hendaknya kita memilih teman-teman yang mampu mengantarkan kepada
kebaikan. Teman-teman yang demikian dapat membantu kita dalam berdiskusi dan
meneliti masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama
mereka selama mereka sentiasa membantu dalam menuntut ilmu.
3. Bersabar, iaitu ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari
ilmu
Kesabaran akan mengantarkan kita kembali
kepada ilmu dan kebaikan-kebaikan. Oleh kerana itu, hendaknya kita terus
berusaha bersabar agar penyakit futur itu segera hilang. Allah SWT berfirman
kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ
الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Dan bersabarlah kamu
bersama-sama dengan orang-orang yang beribadah kepada Tuhan mereka di pagi dan
senja hari dengan mengharap keredhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling
dari mereka (kerana) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini.”
(QS. Al Kahfi: 28).
Seorang penuntut ilmu tidak boleh
terburu-buru dalam meraih ilmu Syar’i. Menuntut ilmu Syar’i tidak boleh
didapatkan dengan kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat,
bahawa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh kerana itu
wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT agar tetap istiqamah
di atas kebenaran.
*****
Referensi:
Yulian
Purnama. www.muslim.or.id. Kiat Mengubati Futur Dan Malas Menuntut Ilmu Agama
Khamis, 3 Januari 2019
T 162 : ALLAH SWT TIDAK MELIHAT PADA TUBUH BADAN DAN RUPA PARAS TETAPI ALLAH MELIHAT HATI KAMU (NIAT KAMU)
Daripada Abu Hurairah Abd
ar-Rahman bin Sakhr ra katanya: “Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak
melihat tubuh badan dan rupa paras kamu, tetapi dia melihat jantung hati (niat)
kamu.”
(Hadis Riwayat Muslim)
Huraian Hadis :
Memperbaikkan hati dan niat
diutamakan dan didahulukan daripada amalan anggota zahir, kerana niat itu
mengesahkan amalan anggota. Berbuat sesuatu tanpa niat tiada nilainya di sisi ALLAH
SUBHANAHU WA TAALA. Amalan-amalan zahir daripada seseorang biasanya mencerminkan
keikhlasan dan ketaatannya kepada perintah ALLAH SUBHANAHU WA
TAALA. Apabila sesorang itu berniat untuk melakukan perkara mungkar tetapi
tidak menzahirkan apa yang diniatkan maka tiada catatan dosa terhadapnya.
Sebaliknya jika seseorang itu berniat melakukan kebaikan, ia sudah tertulis
pahala untuknya satu kebaikan.
Langgan:
Catatan (Atom)







