Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Memaparkan catatan dengan label KEHIDUPAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label KEHIDUPAN. Papar semua catatan

Sabtu, 9 Mei 2020

V 71 : SEMOGA SAUDARA SAUDARI MEMAAFKAN SAYA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat tatapan semua:-
Andainya tiada lagi artikel, doa dan tazkirah yang mampuku kirimkan buat keluarga, saudara mara, sahabat handai, rakan-rakan, maknanya diriku sudah tiada di muka bumi kepunyaan ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA ini. Semoga artikel, doa dan tazkirah untuk kebaikan terus dikirim, dibaca bersama-sama, dihayati, diamalkan dan semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA, meredhai perbuatan baik kita yang sedikit ini. Semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA membuka dan mendorong hati kita melakukan kebaikan dan mengarah kita berbuat baik. Semoga ianya menjadikan amalan kita seharian walaupun sedikit.
Ampuni dosa-dosaku andai ada silap dan salah. Tiada dosa kelian kepadaku, kerana aku telah memaafkan segala-galanya atas kekhilafan keluarga, saudara mara, sahabat handai dan rakan-rakan terhadapku. Halalkan makan minumku dan andai ada hutang kepada kalian, tuntutlah pada waris-warisku. Ajal menjemput adalah ketentuan ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA yang datangnya tiba-tiba. Kita tidak tahu bila. Sebaik-baiknya kita bersiap diri. Moga kematian kita dalam kematian yang baik (Husnul Khatimah). 

Yaa Allah, sekiranya ada pahala kebaikan atas segala perbuatan baik yang kami lakukan ini, kami  memohon untuk disedekahkan semuanya buat kedua ibubapa kami. Semoga Engkau redha ke atas kami semua.
Aamiin Yaa Allah Yaa Mujiib.

Muhasabah diri. 












Selasa, 17 Mac 2020

V 36 : DEPAN ORANG LAIN, BELAKANG LAIN


Hadis yang SANGAT menyeramkan untuk kita semua baik yang ahli ibadah mahupun ahli maksiat.
NABI MUHAMMAD  SHALLALLAHU ’ALAIHI WASSALLAM bersabda

« لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ». قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : « أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا ».

“Sungguh aku tahu akan ada beberapa kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan kebaikan sebesar gunung-gunung Tihamah yang putih, kemudian Allah Azza wa Jalla menjadikannya debu yang beterbangan.”
Ada yang bertanya: “Wahai RASULULLAH, jelaskanlah sifat mereka kepada kami, agar kami tidak menjadi bahagian dari mereka sementara kami tidak tahu,”
NABI MUHAMMAD  SHALLALLAHU ’ALAIHI WASSALLAM menjawab: “Ketahuilah, mereka adalah saudara kalian, satu bangsa, dan bangun malam sebagaimana kalian. Tetapi jika mereka sedang sendirian, mereka berani menerjang apa-apa yang diharamkan ALLAH."
[Hadis riwayat Ibnu Majah nomer 4245, diSHOHIHkan oleh syeikh Abu Abdurrahman]

Bayangkan... Tihamah adalah gunung yang besarnya menurut sebahagian ulama 5X LIPAT gunung uhud...atau bahkan lebih dari itu dan andai kita bersembunyi dari manusia, atau tutup wajah kita seperti gambar Tobi di atas, atau gunakan masker, atau kita maksiat di dalam kamar sembunyi-sembunyi, menutup pintu serta menguncinya agar gak ada yang masuk...tetap aja...malaikat mencatat, dan pandangan ALLAH tidak terhalang dari apapun.
Kalau seandainya orang-orang yang rajin solat malam aja pahalanya boleh habis seperti ditiup angin, disebabkan dirinya selalu maksiat saat kesendirian, lalu bagaimana dengan kita yang ibadah sunnahnya banyak bolong-bolong?

Yaa Allah...sungguh celaka kita tanpa rahmat ALLAH SUBHANAHU WA TAALA
Namun sungguh kitapun berharap bahawa dosa kita yang sembunyi-sembunyi itu kita ikuti dengan amal soleh dan taubat juga, sehingga amal kita gak jadi lebur kerana kitapun jauh lebih takut andai kita malah menyengaja dosa terang terangan maka dosanya boleh lebih besar disebabkan dosa terang terangan boleh memotivasi dan secara tak langsung mengajarkan orang lain untuk berbuat dosa juga, sehingga jadi dosa jariyah...nauzubillaah

Sumber: https://almanhaj.or.id/2719-mengawasi-diri-sendiri.html



Sabtu, 7 Mac 2020

V 20 : SEMBOYAN ANAK MUDA (MUDA FOYA-FOYA, TUA KAYA-RAYA, MATI MASUK SYURGA)


Setelah mengingat kembai perihal Semboyan Anak Muda“Muda Foya-foya, Tua Kaya-raya, Mati Masuk Syurga” agaknya telah membudaya di kalangan anak muda. Tentu, anak mudah yang jauh dari ilmu agama.
Faktanya, Foya-foya itu justeru menghabiskan harta, bukan membuat kaya, dan hujung-hujungnya dijauhkan dari syurga. Na’udzubillah!

Kalau mahu jujur, semboyan anak muda di atas hanyalah sebagai bentuk legalitasi untuk melanggar berbagai aturan. Alhasil, masa mudanya habis untuk sia-sia. Rambu-rambu syariat dilanggar, yang penting bahagia, prinsipnya.

Padahal dalam riwayat hadits At-Termizi no. 2417, Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : 

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawabkan) tentang umurnya ke mana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”

Sungguh dalam riwayat hadits di atas tersebut telah menjelaskan kelak di hari kiamat, tidak akan bergeser kedua kaki anak cucu adam dari hadapan Rabbnya sampai dia ditanya tentang perkara Lima Hal. Dan di antara yang ditanya tersebut adalah tentang umurnya, untuk apa ia habiskan? Dan tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan?

Barangsiapa boleh menjawab dan mempertanggungjawabkan lima hal di atas tersebut, maka ia akan menjadi orang yang beruntung. Dan dengan Izin ALLAH SUBHANAHU WA TAALA, ia akan mendapatkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak. Jika tidak boleh, maka sungguh ia termasuk orang-orang yang celaka! Na’udzubillahi min dzalik…

Semoga ALLAH SUBHANAHU WA TAALA Menjadikan kita, khususnya yang muda-muda termasuk golongan hamba yang beruntung, beruntung di dunia dan pula di akhirat kelak.  Aamiin…

Oleh : Ustaz Ahmad Hasan
Redaktur : Aminatul Jannah

Sabtu, 29 Februari 2020

V 14 : SEMOGA KITA TIDAK DIGOLONGKAN SEBAGAI ‘BINATANG TERNAK’


FULAN, bukan nama sebenarnya. Dua bulan sudah menyelenggarakan tahun ke 46. Bertepatan itu, rezeki daripada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA datang padanya, berupa amanah jabatan dan kedudukan yang terhormat. Menjadi salah satu orang terpenting di sebuah perusahaa BUMN ternama di negeri ini. Ia mengaku, lebih 22 tahun, semenjak lulus kuliah ia selalu diberi kelancaran rezeki dan kemudahan. Karirnya meroket hingga kini. Namun ALLAH SUBHANAHU WA TAALA mengingatkannya dalam sebuah musibah kecil. Penyumbatan darah yang menyebabkan stroke ringan. Dua minggu istirehat di rumah sakit dia mengaku banyak mendapatkan hikmah.
”Puluhan tahun saya sibuk jungkir balik mengejar dunia, hingga saya lupa asal dan kedudukan saya, “ ujarnya pendek.
Fulan mengaku dibesarkan dari keluarga santri, ayah dan ibunya tokoh agama terkemuka. Namun semenjak memasuki dunia kerja, kedekatan dengan agama seolah makin jauh. Ia mengaku, selalu diberi kemudahan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dalam rezeki, namun selalu dicuba dengan anak-anak yang susah diatur. Setiap ada teman-teman lamanya datang mengajak untuk meluangkan waktu memikirkan Islam, selalu yang dijawabnya sama. “Kapan-kapan saja deh, kalo saya pensiun. Sekarang masih sibuk.”
Banyak teman-teman lamanya mengaku kecewa. Mereka kecewa, mengapa ia selalu mengelak jika diajak memikirkan masalah-masalah keumatan, bahkan seolah-olah urusan agama hanya menunggu waktu sisa, waktu pensiun.
Ia mengaku bersyukur, baginya dua minggu diistirehatkan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA untuk merenang kembali tentang kesihatan, jabatan, kedudukan dan semua rezeki yang kini diberikan oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA kepadanya. Ia berharap, jika ALLAH SUBHANAHU WA TAALA masih mengizinkan, sisa hidupnya digunakan untuk kebaikan dan kemuliaan Islam.
Setiap amanah akan dipertanggungjawabkan
Siapapun dia, sesungguhnya ia tengah mengemban amanah sangat agung. Amanah yang ditolak oleh langit, bumi dan gunung, tetapi manusia bersanggup menerimanya
(QS: Al Ahzab: 72).

Kerana itulah ALLAH SUBHANAHU WA TAALA memberikan kepada kita fasiliti nombor wahid, yang tiada diberikan pada makhluk lainnya. Yakni pendengaran, penglihatan dan hati.
Namun apa jadinya, jika ternyata berlimpahnya fasiliti tiada meningkatkan kinerja. Justeru sebaliknya, ia lalai, bernikmat-nikmat di atas fasiliti, menggunakan bukan untuk tujuan pelimpahannya. Atau lebih celaka, ia memakai fasiliti untuk melawan kehendak tuannya. Ia telah berkhianat atas amanah yang diembankan kepadanya.
Dan jika analogi di atas kita pakai untuk mengaudit hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa, layak kiranya jika kita melempar sebuah tanya. Adakah hamba yang berani mengkhianati Tuhannya? Tiada perlu mendebat, kita menjawab dengan sepakat, tentu saja ada. Bahkan banyak jumlahnya.
Betapa banyak manusia yang menggunakan fasiliti pendengaran, penglihatan, dan kalbunya untuk melawan kehendak Tuhan. Alih-alih bertindak sebagai khalifah dan ‘abdullah, justeru ia mendongak berpongah, berlalu lalim lagi serakah. Sungguh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA telah mengingatkan kita dalam QS: Al A’raf: 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.”
[QS: Al A’raf: 179]

ALLAH SUBHANAHU WA TAALA menyebut golongan tak tahu diri ini dengan sebutan binatang ternak, bahkan lebih hina lagi. Mengapa demikian? Mari kita renungkan.
Pernahkah pembaca sekalian memelihara haiwan, sebutlah ayam misalnya. Jika setiap pagi kita memberi makan ayam tersebut dan memanggilnya dengan panggilan tertentu (siulan contohnya), maka setelah lewat sebulan dua bulan, ayam akan mendatangi kita, ketika bersiul, meskipun bukan jam makan, meskipun bukan di pagi hari. Perilaku ini berlaku hampir pada seluruh haiwan seperti anjing, kuda, kerbau, kucing dan lain sebagainya.
Lalu bagaimanakah dengan manusia? ALLAH SUBHANAHU WA TAALA bukan saja memberikan makan kepada kita sekali dalam sehari. Kurnianya tiada terbilang dengan alat cacah dan alat ukur apapun. Kurnianya seutuh bumi dan seluas semesta tetapi apakah yang kita lakukan ketika Ia memanggil. “Hayya ‘alash sholaaah… Hayya ‘alash sholaaah.” Adakah kita bersegera seperti ayam mendatangi siulan tuannya. Jika tidak, benarlah bahawa kita sesungguhnya sindiran al Quran, bahawa selama ini kita (maaf) tidak jauh, bahkan lebih sesat dari binatang ternak.
Hanya kadangkala manusia bersilat lidah membela dirinya. Ia berdalih, menalar untuk membungkan nurani, bahawa yang ia lakukan baik adanya. Membawa mashlahat besar bagi sesama. Padahal Allah Yang Maha Tahu sudah membaca alibinya, sehingga ia mengancam para pelakunya dengan seburuk-buruk siksa,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً
أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? “Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.”
(QS. Al Kahfi: 103-105).

Semoga kita bukan masuk bahagian golongan yang disindir ALLAH SUBHANAHU WA TAALA lebih buruk dari binatang ternak akibat menyia-nyiakan kesempatan, waktu untuk beramal dan mengabdi kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA sehingga hanya ujungnya masuk neraka tanpa sedikitpun amal-amal yang akan mengangkat kita.

Syamsul Arifin, Sulawesi
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Jumaat, 28 Februari 2020

V 10 : KEJAR KEDUNIAAN, AKHIRAT BAGAIMANA PULA?


Apabila aku melihat manusia begitu teliti dengan prestasi anak buahnya serta kerjanya, begitu teliti dan halus kerjanya sehingga setiap dokumen yang dihantar, akan dilihat satu persatu sehingga setiap baris-baris yang ditulis diperbetulkan.

Apabila aku melihat mereka yang mengejar prestasi dan markah di dalam pekerjaan, mereka sentiasa memastikan sampai tepat pada waktunya di pejabat kerana takutkan bos marah dan kurangnya markah prestasi demi mendapatkan kenaikan pangkat dan tangga gaji. Mereka bersungguh-sungguh menjalankan tanggungjawab yang diberikan.

Apabila kerja tidak disiapkan seperti yang diminta, kita akan mendengar suara-suara yang berbunyi, "habislah kita," "bos akan marah kita," "kuranglah markah kita tahun ni," dan sebagainya.

Apabila aku melihat mereka yang bersungguh-sungguh menjaga penampilan diri, sehingga benar-benar diteliti bentuk tudungnya, warna pakaiannya, warna kasutnya, kotoran yang terdapat pada pakaian dan tubuh badan mereka, make up dan sebagainya.
Begitu juga mereka yang benar-benar teliti di dalam menghiasi kereta, rumah dan sebagainya. Semuanya dilakukan dengan sangat teliti.

Terlintas dalam hati aku, Yaa ALLAH alangkah baiknya jika mereka juga begitu teliti dalam urusan akhirat serta hubungan mereka denganMu seperti mana mereka begitu teliti di dalam urusan dunia mereka, nescaya mereka akan menjadi hamba yang hebat di sisiMu. Malangnya mereka sangat teliti dengan kehidupan dunia mereka tetapi mereka tidak begitu teliti dengan kehidupan akhirat mereka.

Kita sanggup berkejar-kejar ke pejabat untuk memastikan sampai tepat pada waktunya tetapi kita tidak berkejar-kejar kepada ALLAH apabila sampai seruanNya hanya untuk solat. Kita risau kalau prestasi kita akan jatuh dan dimarahi bos tetapi kita tidak risau jika prestasi kita dengan ALLAH berkurangan dan dimarahiNya, kita boleh meninggalkan solat dengan sengaja dan melewat-lewatkannya mengikut kehendak kita.

Kita begitu teliti di dalam menjaga penampilan diri tetapi kita tidak begitu teliti di dalam penjagaan hati sedangkan ALLAH SWT sentiasa melihat hati kita.

Berapa ramai di kalangan kita yang tidak pandai membaca al Quran, tidak betul bacaan al-fatihah, tidak sempurna ilmu tentang solat, tidak menutup aurat dengn sempurna, tidak mendalami hukum hakam agama dan sebagainya. Urusan agama sering kita tangguhkan sedangkan urusan dunia sering kita dahulukan.

Kita sering memberi alasan, kita sibuk!!! Tiada masa, banyak kerja yang belum siap dan sebagainya, tetapi ingatlah malaikat maut itu tidak pernah memberi alasan sibuk, tiada masa dan sebagainya apabila sampainya ajal kematian kita, apakah segala alasan kita itu dapat melepaskan diri kita di hadapanNya kelak serta dari kemurkaanNya?
Kesimpulannya, kita sangat teliti dengan urusan dunia tetapi kita sering lalai dengan urusan akhirat kita serta hubungan kita dengn ALLAH, sedangkan urusan dunia pasti akan ditinggalkan suatu hari nanti dan urusan akhiratlah tempat yang kekal abadi yang kita semua akan kembali ke sana suatu hari nanti.

Manusia begitu sibuk dengan urusan dunia mereka seolah-olah mereka akan hidup di dunia ini buat selama-lamanya dan mereka tidak sibuk dengn urusan akhirat mereka seolah-olah mereka tidak akan kembali ke sana.

Alangkah ruginya manusia yang tertipu daya dengan kehidupan dunia yang hanya sementara.

TETAPI alangkah bertuahnya kita apabila setiap perbuatan, kelakuan, pemikiran, tindakan, ibadah dan lain-lain yang kita lakukan di dunia ini, hanya semata-mata kerana ALLAH SWT. Semoga kita mendapat kerahmatan dan keredaan ALLLAH SWT di dunia mahupun di akhirat.
Muhasabah diri

Ahad, 23 Februari 2020

V 9 : RASULULLAH SAW BERPESAN JANGAN KAHWINI 6 JENIS WANITA INI TAPI WANITA MACAM NI PALING RAMAI SEKARANG


Rasulullah SAW pesan, jangan kahwini 6 jenis wanita ini…. 

Pesanan Rasulullah SAW untuk kaum lelaki: Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang ananah, yang mananah, dan yang hananah dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang basaqah dan yang syadaqah.

1. Wanita Ananah
Wanita yang banyak mengomen itu dan ini. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumahtangganya semua tidak kena dan tidak berpuashati.

2. Wanita Mananah
Wanita sebegini yang menidakkan usaha dan jasa suami sebaliknya mendabik dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumahtangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumahtangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3. Wanita Hananah
Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang sedia ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

4. Wanita Hadaqah
Melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untnk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita sebegini memeningkan kepala lelaki. Dia tengok apa saja dia mahu. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nunjuk. Wanita inilah yang menjadikan suami dulu handsome sekarang sudah botak.

5. Wanita Basaqah
Ada 2 makna:
Pertama, wanita sebegini yang suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditunjuk-tujukkan kepada dunia. Suka melawa. Wangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita begini juga suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengatasi dirinya.
Kedua, dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya.

6. Wanita Syadaqah
Banyak cakap, tidak menentu lagi bising. Kebecokan itu juga menyebabkan segala kerja yang dibuatnya tidak menjadi, hanya tukang sibuk dan komen saja.
Wallahu’alam.

Riwayat dan sanadnya…..
Sumber: Gempaq Network (Rasulullah SAW PESAN jangan KAHWINI 6 Jenis WANITA ini)

Jumaat, 14 Februari 2020

U 200 : TIGA TETAMU


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang lelaki berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut.”

Lelaki berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali,” kata lelaki itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada isterinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak boleh masuk bersama-sama,” kata lelaki itu hampir bersamaan.

“Lho, kenapa? Tanya wanita itu kerana merasa hairan.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang lelaki berjanggut di sebelahnya, “Sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu lelaki berjanggut lainnya.

“Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, cuba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan lelaki di luar. Suaminya pun merasa hairan. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, cuba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Isterinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.”

Suami-isteri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 lelaki itu. “Siapa di antara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silakan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua lelaki berjanggut lainnya pun ikut serta. Kerana merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua lelaki yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, kerana anda mengundang si Kasih-sayang, maka, ke manapun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di mana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang boleh melihat. Hanya dia yang boleh menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami perlu bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Posted by Naufal Habibullah

Rabu, 12 Februari 2020

U 192 : KISAH INSPIRATIF DI SEBUAH DESA YANG SUBUR


Hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang abang telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih membujang. Mereka mengerjakan  sawah padi berdua dan ketika menuai, hasilnya mereka bagi sama rata. Di suatu malam setelah musim menuai, si adik duduk sendiri dan berfikir. "Pembahagian ini sungguh tidak adil, seharusnya abangkulah yang mendapat bahagian yang lebih banyak kerana dia hidup dengan isteri dan kedua anaknya.
"Maka di malam yang sunyi itu diam-diam dia memikul satu karung guni berisi padi miliknya dan meletakkannya di tempat simpanan padi milik abangnya."
Di tempat yang lain, sang abang juga berfikir, "Pembahagian ini adil jika adikku mendapat bahagian yang lebih banyak, kerana ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya, tentu tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan isteri yang kelak menjagaku."
Maka sang Abang pun bergegas mengambil satu karung dari di tempat simpanan padinya dan menghantarkan dalam diam-diam ke tempat simpanan padi milik adiknya.
Kejadian ini terjadi bertahun-tahun. Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa tempat simpanan padi padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali musim menuai?
Hingga di suatu malam yang lengang setelah musim menuai, mereka berdua bertemu di tengah jalan. Masing-masing memikul satu karung guni padi.
Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat. Mereka sungguh terharu, berburai air mata menyedari betapa mereka saling menyayangi.
Beginilah seharusnya kita bersaudara. Jangan biarkan harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi pelekat yang teramat kuat di antara saudara-mara.
Allah SWT telah menanamkan cinta pada hati mereka yang mahu lelah memikirkan nasib saudara-saudara mereka.
Allah SWT tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.
Allah SWT tak akan menyusahkan kita yang selalu berusaha membahagiakan orang lain. Bahagikanlah renungan ini kepada siapa pun yang engkau jumpai agar kita dapat belajar dan mengerti erti sebuah persaudaraan, baik dalam keluarga, di tengah masyarakat mahupun dalam persahabatan.

Sabtu, 8 Februari 2020

U 180 : KENALKU, NAMAKU FULUS


Kenalkan aku. Namaku wang/duit/pitih/money/fulus dan macam-macam orang memanggilku. Wajahku biasa saja. Fizikalku juga lemah. Namun aku mampu merombak tatanan dunia.  Aku juga boleh merubah perilaku bahkan sifat manusia kerana manusia begitu mengidolakanku. Banyak orang merubah keperibadiannya. Mengkhianati temannya. Menjual tubuhnya. Bahkan meninggalkan keyakinan imannya demi aku. Aku tidak mengerti perkataan orang soleh dan orang bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patukan darjat. Menentukan kaya dan miskin. Terhormat atau pun terhina. Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku. Aku juga bukan orang ketiga, tetapi banyak suami isteri berpisah gara-gara aku. Kakak dan adik beradu dan saling benci disebabkan aku. Anak dan orang tua berselisih gara-gara aku. Sangat jelas aku bukan ALLAH, tapi manusia menyembah aku seperti ALLAH. Bahkan kerap kali hamba-hamba ALLAH lebih menghormatiku. Padahal ALLAH sudah berpesan jangan jadi hamba aku. Seharusnya aku melayani manusia, tetapi kenapa manusia malah mahu jadi budakku? Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun..tapi banyak orang rela mati demi aku. Perlu aku ingatkan. Aku hanya boleh menjadi alat untuk bayar resit ubat anda,  tapi tidak mampu untuk memperpanjangkan hidup anda. Kalau suatu hari anda dipanggil ALLAH SWT, aku tidak akan boleh menemani anda, apa lagi menjadi penebus dosa-dosa anda. Anda harus menghadapinya sendiri kepada sang pencipta. Lalu menerima penghakimannya. Saat itu, ALLAH pasti akan hitung-hitungkan dengan anda. Apakah selama hidup aku digunakan dengan baik atau sebaliknya menjadikan aku sebagai tuhan kelian. Informasi terakhirku, aku tidak akan ada di syurga. Jadi jangan cari aku di sana. Sarananku pada kelian semua.
1. Jangan terlalu sayang sama aku.
2. Gunakan aku untuk temanmu dalam kubur nanti dengan banyak sedekah, berinfak, berzakat dan membantu saudaranya yang ditimpa musibah dan kelaparan. Jangan lupa untuk selalu sentiasa berdoa dan beramal agar aku jadi berkah di dunia dan akhirat...Aamiin...

Rabu, 1 Januari 2020

U 72 : INGAT SIAPA KITA

Dalam dunia business, aku adalah simbol dari kejayaan, seakan-akan harta dan diriku tiada pemisahan kerana selain kerja, hobiku tak banyak. Saat ini, aku berbaring di hospital, merenungi jalan kehidupanku, kekayaan, nama, dan kedudukan, semuanya itu tidak ada ertinya lagi.
Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar katilku, bagaikan nafasnya
maut kematian yang hampir pada diriku. Sekarang aku mengerti, seseorang hanya patut memiliki harta secukupnya untuk digunakan dirinya saja. Itu sudah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas itu bagaikan raksaksa yang mengerikan. Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita boleh merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam, tetapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah. Itu hanya ilusi saja.
Harta kekayaan yang aku perolehi semasa aku hidup, tak mungkin boleh ku bawa pergi.
Yang aku boleh bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku.
Hanya cinta kasih itulah yang mampu memberiku kekuatan dan ketenangan.
Katil apa yang termahal di dunia ini?
Katil orang sakit.
Orang lain boleh bukakan kereta untukmu, orang lain boleh kerja untukmu, tapi tidak ada orang boleh menggantikan sakitmu.
Barang yang hilang boleh didapatkan kembali, tapi nyawa hilang tak boleh kembali lagi.
Saat kamu masuk ke bilik bedah, baru kamu sedari betapa berharganya kesihatan itu.
Kita berjalan di jalan kehidupan ini, dengan berlalunya waktu, suatu saat akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentas pun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir. Yang patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antara keluarga,
cinta akan suami-isteri dan juga kasih persahabatan antara teman.
Hargai setiap detik dalam kehidupan kita, Isi hidup kita dengan perkara-perkara yang tidak boleh dibeli dengan wang ringgit.
Antara perkara yang paling berharga yang tak boleh dibeli dengan duit ialah iman, amal kesihatan, ketenangan dan kasih sayang.




Ahad, 29 Disember 2019

U 55 : KAMI (ALLAH SWT) KEMBALIKAN SIFATNYA ASALNYA

Sukses seseorang adalah :

Pada umur 4 tahun, Sukses adalah kalau kita tidak berak kencing dalam seluar.
Pada umur 7 tahun, Sukses adalah kalau kita tahu jalan pulang ke rumah.
Pada umur 12 tahun, Sukses adalah kalau kita punya banyak teman.
Pada umur 17 tahun, Sukses adalah kalau kita bboleh mendapatkan KTP dan SIM.
Pada umur 23 tahun, Sukses adalah kalau kita lulus Perguruan Tinggi.
Pada umur 25 tahun, Sukses adalah kalau kita sudah dapat pekerjaan.
Pada umur 30 tahun, Sukses adalah kalau kita berhasil membangun Keluarga.
Pada umur 35 tahun, Sukses adalah kalau kita sudah boleh hidup mapan.
Pada umur 45 tahun, Sukses adalah kalau kita mampu menjaga kelihatan awet muda.
Pada umur 50 tahun, Sukses adalah kalau didikan kita terhadap anak membuahkan hasil.
Pada umur 60 tahun, Sukses adalah kalau kita masih mampu mengendarai atau mengemudikan kendaraan.
Pada umur 65 tahun, Sukses adalah kalau kita hidup tanpa mengidap penyakit.
Pada umur 70 tahun, Sukses adalah kalau kita merasa tidak menjadi beban.
Pada umur 75 tahun, Sukses adalah kalau kita masih punya banyak teman.
Pada umur 80 tahun, Sukses adalah kalau kita masih tahu jalan pulang ke rumah.
Pada umur 85 tahun, Sukses adalah kalau kita tidak berak kencing di dalam seluar.

LHOO ... KOK BALIK LAGI YAA??

Perhatikan ayat 68 Surah YA-SIN :

"Barangsiapa Kami panjangkan umurnya, Kami kembalikan sifatnya (semula). Maka tiadakah mereka mengerti?"

(it's so natural, so..... enjoy our life cycle!!)