Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Jumaat, 31 Mei 2013

Bab 164 Keutamaan Orang Yang Ditinggal Mati Oleh Anak-anaknya Yang Masih Kecil




949. Daripada Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

Yang Bermaksud : "Tiada seorang Muslimpun yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya dan mereka itu belum mencapai usia dewasa - yakni belum baligh, melainkan Allah akan memasukkannya dalam syurga dengan keutamaan kerahmatan Allah kepada anak-anak itu."
(Muttafaq 'alaih)

950. Daripada Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

Yang Bermaksud : "Tiada seorangpun dari golongan kaum Muslimin yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, yang akan disentuh oleh api neraka*, melainkan sekadar menebus persumpahan - tahillatul-qasam."
(Muttafaq 'alaih)

Tahillatul-qasam ialah firman Allah Taala:

Yang Bermaksud : "Dan tiada seseorangpun dari engkau semua, melainkan pasti akan mendatangi neraka itu."
(Maryam: 71)

Maksudnya mendatangi neraka itu ialah menyeberang di atas jembatan ashshirath  yakni sebuah jembatan yang diletakkan di atas punggung neraka Jahanam. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari siksa api neraka Jahanam ini.

951. Daripada Abu Said al-Khudri r.a., katanya:

Yang Bermaksud : "Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah s.a.w. lalu berkata: "Ya Rasulullah, orang-orang lelaki sudah sama pergi dengan memperoleh Hadis Tuan, maka dari itu berikanlah untuk kita dengan penetapan dari Tuan sendiri iaitu suatu hari yang kita kaum wanita akan mendatanginya, perlunya supaya Tuan mengajarkan kepada kita dari apa saja yang diajarkan oleh Allah kepada Tuan.” Nabi s.a.w. lalu bersabda: "Berkumpullah engkau semua hai kaum wanita pada hari ini." Mereka lalu berkumpul, kemudian didatangilah mereka itu oleh Nabi s.a.w., lalu beliau s.a.w. mengajarkan kepada mereka itu dari apa-apa yang diajarkan oleh Allah padanya dan selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Tiada seorang dari engkau semua yang mempersembahkan tiga orang anak maksudnya yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya, melainkan anak-anak itulah yang akan menjadi sebagai tabir bagi wanita ttu dari siksa api neraka." Ada seorang wanita bertanya: "Dan kalau hanya dua anak, apakah dapat menjadi tabir." Rasulullah s.a.w. menjawab: "Dua orang anakpun dapat juga."
(Muttafaq 'alaih)

* Maksudnya bahawa orang itu tidak akan disentuh oleh neraka, melainkan dalam waktu yang amat sebentar sekali. Inipun kalau ada dosa yang mengharuskan ia perlu disiksa dalam neraka di akhirat nanti.

















Bab 163 Pujian Orang-orang Pada Mayat




947. Daripada Anas r.a., katanya:

Yang Bermaksud : "Orang-orang berjalan melalui Nabi s.a.w. dengan membawa seorang jenazah dan mereka itu memuji-muji kebaikan jenazah tadi, lalu Nabi s.a.w. bersabda: "Wajiblah." Tidak lama kemudian ada lagi orang-orang yang berjalan dengan membawa seorang jenazah yang lain dan mereka menyebutkan keburukan jenazah itu jalu Nabis.a.w. bersabda lagi: "Wajiblah."
"Umar bin al-Khaththab r.a. lalu bertanya: "Apakah yang wajib?" Beliau s.a.w. menjawab: "Yang itu tadi engkau semua puji-puji kebaikannya, maka wajiblah jenazah itu mendapatkan syurga, sedang yang ini tadi engkau semua sebut-sebutkan keburukannya, maka wajiblah ia mendapatkan neraka. Engkau semua adalah saksi-saksi Allah di bumi."
(Muttafaq 'alaih)

948. Daripada Abul Aswad, katanya:

Yang Bermaksud : "Saya datang di Madinah lalu saya duduk di tempat Umar bin al-Khaththab r.a., kemudian berlalulah seorang jenazah di muka orang banyak, lalu dipujilah kebaikan orang yang mati itu. Umar r.a. berkata: "Wajiblah." Seterusnya ada pula jenazah lain yang melaluinya, mayat inipun dipuji-puji juga kebaikannya, maka berkatalah Umar r.a.: "Wajiblah." Selanjutnya berlalulah untuk ketiga kalinya seorang jenazah dan disebut-sebutkanlah keburukannya, maka berkatalah Umar r.a.: "Wajiblah."
Abul Aswad berkata: "Saya lalu bertanya: "Apakah yang wajib, ya Amirul Mu'minin?" Umar r.a. berkata: "Saya mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi s.a.w.: "Mana saja orang Muslim yang disaksikan oleh empat orang tentang kebaikannya, maka Allah akan memasukkannya dalam syurga." Kami bertanya: "Jikalau yang menyaksikan tiga orang?" la berkata: "Tiga orangpun demikian pula." Kami bertanya lagi: "Jikalau hanya dua orang, bagaimanakah?" la menjawab: "Dua orangpun dapat pula." Selanjutnya kami tidak menanyakannya bagaimana kalau yang menyaksikan itu hanya seorang saja."
(Riwayat Bukhari)



Bab 162 Sedekah Untuk Mayat Dan Mendoakan Padanya




Allah Taala berfirman:

Yang Bermaksud : "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka itu yakni yang datang sesudah orang-orang yang dahulu sama mengucapkan: "Ya Tuhan kita, ampunilah kita semua serta saudara-saudara kita yang telah mendahului kita dengan keimanan."
(al-Hasyr:10)

945. Daripada Aisyah radhiallahu anha bahawasanya ada seorang lelaki berkata kepada Nabi s.a.w.: "Sesungguhnya ibuku itu meninggal dunia secara mendadak dan saya mengira andaikata ia dapat berbicara tentu ia akan bersedekah. Adakah ibuku akan memperoleh pahala jikalau saya bersedekah untuknya?" Beliau s.a.w. bersabda: "Ya."
(Muttafaq 'alaih)

946. Daripada Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:

Yang Bermaksud : "Jikalau seseorang manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amalannya melainkan dari tiga perkara, iaitu sedekah yang mengalir atau ilmu pengetahuan yang dapat diambil kemanfaatannya atau anak yang soleh lagi Muslim yang mendoakan padanya."
(Riwayat Muslim)





Bab 161 Berdoa Untuk Mayat Sesudah Dikuburkan Dan Duduk Di Sisi Kuburnya Sebentar Untuk Mendoakannya Serta Memohonkan Pengampunan Untuknya Dan Untuk Membaca Al-Quran.




943. Daripada Abu 'Amr, ada yang mengatakan Abu Abdillah dan ada pu!a yang mengatakan Abu Laila, iaitu Usman bin Affan r.a. katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila telah selesai dari menanam mayat, lalu beliau berdiri atas kuburnya dan bersabda:

Yang Bermaksud : "Mohonkanlah pengampunan untuk saudaramu semua ini dan mohonkanlah untuknya supaya dikurnia ketetapan jawapan ketika ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir nanti. Sebab sesungguhnya ia sekarang ini ditanya oleh dua malaikat itu."
(Riwayat Abu Daud)

944. Daripada 'Amr bin al-'Ash r.a., katanya:

Yang Bermaksud : "Jikalau engkau semua telah memakamkan saya, maka berdirilah di sekitar kuburku sekadar selama waktu menyembelih seekor unta lalu dibagi-bagikan dagingnya, sehingga saya dapat merasa tenang bertemu dengan engkau semua dan saya dapat memikirkan apa-apa yang akan saya jawabkan kepada utusan-utusan Tuhanku yakni malaikat yang akan menanyakan sesuatu."
Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadis ini sudah diuraikan selengkapnya yang panjang di muka - lihat Hadis no. 709.

Imam as-Syafi'i rahimahullah berkata:

Yang Bermaksud : "Disunnahkan kalau di sisi mayat yang sudah dikuburkan itu dibacakan sesuatu dari ayat-ayat al Quran dan jikalau dapat dikhatamkan al Quran itu seluruhnya, maka hal itu adalah baik."






Khamis, 30 Mei 2013

Bab 160 Memberikan Nasihat Di Kubur




942. Daripada Ali r.a., katanya:

Yang Bermaksud : "Kita semua sedang mengantarkan seorang jenazah ke makam Baqi' al-Gharqad, lalu kita didatangi oleh Rasulullah s.a.w., kemudian beliau s.a.w. duduk dan kitapun duduk di sekelilingnya. Beliau s.a.w. membawa sebuah tongkat yang lengkung kepalanya lalu beliau menundukkan kepalanya dan mulai membuat garis-garis halus di bumi dengan tongkatnya itu. Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Tiada seorangpun dari engkau semua itu, melainkan sudah ditentukan tempat duduknya dari neraka dan tempat duduknya dari syurga." Para sahabat lalu berkata: "Ya Rasulullah, apakah kita tidak boleh menyandarkan diri kita pada catatan kita itu?" Beliau s.a.w. menjawab: "Beramallah, kerana setiap orang itu dipermudahkan jalannya untuk apa yang ia diciptakan untuknya" maksudnya ialah jikalau memang ditakdirkan baik, maka mudah sekali orang itu melakukan kebaikan, sedang jikalau ditakdirkan buruk, maka mudah pula meiakukan keburukan. Selanjutnya Ali r.a. menyebutkan Hadis ini sampai habis.
(Muttafaq 'alaih)







Bab 159 Menyegerakan Mengembalikan Hutangnya Mayat Dan Menyegerakan Dalam Merawatnya, Kecuali Kalau Mati Secara Mendadak, Maka Perlu Dibiarkan Dulu Sehingga Dapat Diyakinkan Kematiannya.




940. Daripada Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:

Yang Bermaksud : "Diri seorang mukmin itu tergantung kerana hutangnya, sehingga hutangnya itu dilunaskan."  Maksudnya bahawa urusannya itu masih tidak dapat diselesaikan, apakah ia selamat dari siksa atau akan binasa kerana siksa. la tetap ditahan sampai hutangnya dipenuhi oleh keluarganya yang masih hidup.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa, ini adalah Hadis hasan.

941. Daripada Hushain bin Wahwah r.a. bahawasanya Thalhah bin al-Bara' r.a. sakit, lalu didatangi oleh Nabi s.a.w. perlu meninjaunya kemudian beliau s.a.w. bersabda:

Yang Bermaksud : "Sesungguhnya saya tidak melihat Thalhah ini, melainkan ia sudah meninggal dunia. Maka dari itu, semestinya beritahukanlah hal itu padaku dan segerakanlah memberikan perawatan padanya sampai dimakamkan, sebab sesungguhnya saja tidak patut bagi mayatnya seseorang Muslim itu kalau ditahan di antara keluarganya," maksudnya kalau mati siang, kuburkanlah pada siang itu juga, demikian pula kalau malam, juga kuburkanlah pada malam itu juga.
(Riwayat Abu Daud)





Bab 158 Menyegerakan Mengubur jenazah




938. Daripada Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:

Yang Bermaksud : "Segerakanlah menguburkan jenazah itu. Jikalau ia baik, maka itulah suatu kebaikan yang engkau semua berikan padanya, sedang jikalau ia selain yang sedemikian yakni jenazah buruk, maka itulah suatu keburukan yang engkau semua letakkan pada leher-lehermu semua."
(Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: fa khairun tuqaddi-munaha 'alaih Jadi ilaihi diganti 'alaihi.

939. Daripada Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Nabi s.a.w. bersabda:

Yang Bermaksud : "Jikalau jenazah itu tetah diletakkan dalam usungan atau pendosa lalu orang-orang lelaki membawanya di atas leher-leher mereka untuk dimakamkan dalam kubur. Maka jikalau jenazah itu seorang yang soleh, iapun berkatalah: "Dahulukanlah aku maksudnya segerakanlah dalam menguburkan jenazahku kerana ingin segera mengetahui kerahmatan Allah dalam kubur itu. Tetapi jikalau jenazah itu tidak soleh, maka ia berkata kepada keluarganya: "Aduhai celaka diriku, ke manakah engkau semua hendak pergi membawa jenazahku ini?" Suaranya itu didengar oleh setiap benda, melainkan manusia dan andaikata manusia itu dengar, nescayalah ia akan tidak sedarkan diri atau akan mati sekali."

(Riwayat Bukhari)