Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Khamis, 8 November 2012

J 89 Allah SWT memberi kekuatan kepada semua makhluknya

Surah Al-Infithar

Ayat : 6.
Hai manusia, apakah yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.

Ayat : 7.
Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

Ayat : 8.
Dalam bentuk apa saja yang dia kehendaki, dia menyusun tubuhmu.

Nota :
Lihatlah pemberian daya tenaga yang Allah SWT berikan kepada semut dalam mengurus kehidupan untuk beribadat kepada Allah SWT.
Maka kita sebagai manusia yang beriman sepatutnya mempersembahkan segala tenaga yang telah Allah SWT kurniakan kepada kita ke arah melaksanakan segala tuntutan yang Allah SWT sebutkan dalam al-Quran Al-Karim.

Ya Allah, jadikanlah diriku daripada kalangan bukan mereka yang melakukan kelalaian terhadapMu…  Amin Ya Rabbal Alamin.

Rujukan :

http://www.ibtesama.com/vb/showthread-t_253553.html




J 88 Mengawal emosi dengan penuh keimanan dan keilmuan

Apa yang akan kami tampilkan pada tulisan ini dapat menyentuh setiap jiwa kita, bahkan boleh jadi  artikel ini mungkin menjadi penyebab perubahan secara signifikan bagi beberapa pembaca yang belum mendapatkan ilmu ini ….

Apa yang akan kami tampilkan pada tulisan ini dapat menyentuh setiap jiwa kita, bahkan boleh jadi  artikel ini mungkin menjadi penyebab perubahan secara signifikan bagi beberapa pembaca yang belum mendapatkan ilmu ini, atau apa yang disebut oleh para ilmuwan sekarang dengan bahasa pemrograman pada saat emosi, tapi apa yang dimaksud dengan bahasa pemrograman ini, dan dari mana asalnya? .. .

Siapa di antara kita yang pada satu hari tidak pernah menyesal terhadap kata yang diucapkan atau tindakan yang dilakukan? Siapa di antara kita yang tidak berpikir pada suatu hari dapat mengatur emosi dan perasaannya? Siapa diantara kita yang tidak ingin mampu mengendalikan hati dan tindakannya dihadapan orang lain?
Inilah beberapa pertanyaan yang ingin saya jadikan sarana untuk memulai penelitian guna memberikan gambaran dari apa yang akan kita fahami. Namun sebelum itu saya ingin menarik perhatian pembaca terhadap sesuatu yang menarik perhatian saya juga; bahwa buku-buku yang berhubungan dengan jawaban pertanyaan-pertanyaan ini banyak diminati oleh pembeli di tingkat dunia!

Bahwa apa yang akan kami tampilkan pada tulisan ini dapat menyentuh setiap jiwa kita, bahkan boleh jadi  artikel ini mungkin menjadi penyebab perubahan secara signifikan bagi beberapa pembaca yang belum mendapatkan ilmu ini, atau apa yang disebut oleh para ilmuwan sekarang dengan bahasa pemrograman pada saat emosi, tapi apa yang dimaksud dengan bahasa pemrograman ini, dan dari mana asalnya? .. .

Apakah yang dimaksud dengan Neuro Linguistic Programming  (NLP)?

Secara sederhana, banyak kalangan yang sudah mendengar akan istilah baru ini “NLP” “Neuro-Linguistic Programming”, namun sayangnya sebagian dari mereka tidak memahami apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan ini dan apakah ada ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengannya?

Sebagian pembaca mungkin akan terkejut bahwa ilmu pengetahuan ini, dan ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan keilmiahannya lebih dari 30 tahun telah termaktub secara lengkap di dalam Al-Quran sejak empat belas abad yang lalu! Kami akan membuktikan fakta ini melalui serangkaian artikel secara imaniah dan ilmiah, dan dua hal ini adalah yang paling utama di antara yang lainnya, dan kita akan membaca apa yang dinyatakan dalam Al-Quran Al-Karim, lalu kita bandingkan dan tadabburkan sehingga kita dapat berkesimpulan bahwa Al Quranlah kitab yang pertama kali berbicara tentang NLP bukan para ilmuwan Amerika!

Bahawa ilmu ini muncul pada tahun tujuh puluhan yang lalu, sebab awal penemuannya adalah kerana adanya persepsi diperlukannya pengembangan pengetahuan dalam diri manusia. Yang mana pada saat itu beberapa orang mencapai sukses besar dalam hidupnya, dan inilah yang menarik perhatian beberapa ilmuwan untuk memutuskan mempelajari alasannya. Kemudian mereka berkesimpulan pada dua point penting:

1 – Bahawa setiap orang pasti boleh mencapai kesuksesan dalam berbagai urusan hidupnya, iaitu dengan menggunakan apa yang ada pada keinginannya iaitu mencapai sukses,  atau “strategi” dalam bekerja sehingga mampu membawa kesuksesan.

2 – Setiap orang pasti memiliki kemampuan untuk mencapai sukses, itu bererti bahawa kita juga boleh mencapai sukses serupa jika kita mengikuti jalan yang sama.
Jadi, secara sederhana kita boleh katakan: bahawa ilmu Neuro Linguistic Programming  (NLP) ini adalah “cara mengendalikan otak Anda”! (1).

Program ini sangat bergantung pada bekal pengetahuan pembaca terhadap berbagai metode, idea dan keterampilan yang membuatnya menjadi seorang yang sukses dan berpotensi. Namun hal yang paling menjamin Anda untuk sukses adalah bagaimana mengendalikan ego diri atau otak atau kawalan terhadap emosi, yang mana – secara sederhana – cara belajar bagaimana mengoptimalkan fikiran Anda!

Para cendikiawan telah menemukan bahawa emosi dan perasaan serta indera yang ada pada diri manusia tidak berjalan secara acak seperti yang diduga sebelumnya, namun ada program yang secara ketat selalu mengawalnya, dan inilah rahsia adanya peluncuran istilah “pemrograman” pada ilmu ini.

- Kata “Pemrograman” menunjukkan bahawa ada program khusus tentang emosi dan perasaan yang dapat dikendalikan oleh program, sama seperti kita mengendalikan komputer!

- Kata “Bahasa” adalah penggunaan kata-kata untuk berkomunikasi dengan orang lain dan berkomunikasi dengan diri sendiri. Setiap penggunaan bahasa selalu berada dalam bimbingan emosi.

- Kata “Emosi” bererti bahawa kita harus menyedari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang kita inginkan. Sama seperti pengetahuan tentang komputer yang sedang Anda gunakan, semakin banyak pengetahuan tentang perangkat yang ada di hadapan Anda, maka semakin baik dalam memiliki kemampuan dan mengawal perangkat ini dan mengambil keuntungan dan manfaat dari berbagai fitur-fiturnya (2).

Bahawa pemrograman sangat penting bagi manusia yang sihat sebagaimana sangat penting bagi manusia yang sedang sakit, kerana itu tidaklah penting bagi Anda yang sedang menghadapi suatu masalah sehingga harus memiliki dan mempelajari kaedah-kaedah pemrograman, namun sebaliknya Anda harus dapat mengambil keuntungan dari kaedah-kaedah ini dan mencuba berlatih mengaplikasikannya pada saat kondisi sihat dan prima, kerana hal tersebut akan membuat Anda lebih kuat pada saat mengalami dilema dan kondisi sulit.

Saya akan memberitahukan kepada Anda wahai pembaca yang budiman bahawa salah satu dari kami memiliki banyak kelebihan dalam kemampuan dan potensi namun tidak mampu menggunakannya kerana kurangnya pengetahuan tentang hal itu! Padahal itu akan memberikan lebih banyak solusi dari suatu masalah dari sekadar menyedari besarnya masalah ini!!

Gambar (1) Anda boleh membayangkan otak Anda sebagai satu unit perangkat presisi-rekayasa, yang beroperasi sesuai dengan program khusus, dan Andalah yang akan mengelola program ini dan ini adalah bahagian dari kunci kesuksesan! Adapun jika Anda tidak menyedari kenyataan ini, maka otak Anda akan diatur oleh teman-teman, keluarga,  masyarakat dan pengaruh-pengaruh lain yang ada di sekitar Anda, dan Anda akan menjadi orang yang emosional dan tidak mampu mengendalikan diri atau emosi.

Bagaimana mengendalikan emosi?

Ini adalah suatu proses yang sangat sederhana dan hanya perlu menemukan hukum yang sederhana dan mempraktikan hukum ini. Saat ini, para cendikiawan mengatakan bahawa ada otak  yang ada di dalam dapat mengendalikan emosi dan perasaan manusia dan bahkan mampun mengendalikan berbagai tindakan! Namun hal ini kita tidak menyedari langsung kerana berada di bawah sedar atau tersembunyi.

Namun berbagai percubaan membuktikan akan fakta ilmiahnya yaitu bahawa fikiran sedar saat kita berfikir di dalamnya serta berinteraksi denganya merupakan hubungan komunikasi langsung dengan akal bawah sedar dengan saluran yang sempit. Sebagai contoh, Anda dapat memberikan pesan kepada fikiran bahawa Anda harus melakukan sesuatu. Dan bersamaan dengan terulangnya pesan, maka fikiran bawah sedar akan merespon dan mulai melakukan perubahan.

Para cendikiawan telah menemukan bahawa masa di mana komunikasi aktif antara fikiran sedar dan fikiran bawah sedar adalah masa sebelum tidur selama beberapa minit, dan setelah bangun dari tidur selama beberapa minit. Adalah Dr Joseph Murphy yang telah mendapatkan suatu kesimpulan setelah melakukan ribuan percubaan dalam bukunya “Kekuatan fikiran bawah sedar Anda” (3), yang telah terjual lebih dari satu juta eksemplar! Hasil ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan emosi dan marah dengan frekuensi yang dilakukan setiap hari sebelum tidur dan setelah bangun tidur dengan ungkapan seperti berikut: “Mulai saat ini Saya akan menjadi seorang lelaki yang tenang dan seimbang, jauh dari emosi dan hasilnya akan muncul pada prilaku saya keesokan harinya.”

Dr Murphy telah mengubati banyak kasus melalui metod ini dan hasilnya sangat bagus dan semua orang merasakan adanya perbaikan dalam emosi bahkan di antara mereka ada yang menjadi lebih tenang dan santai daripada orang rata-rata!

Sekarang kami berharap bahawa semua orang tahu, terutama mereka yang tidak yakin dengan ajaran Islam bahawa Nabi saw telah berbicara tentang fenomena ini dengan jelas, beliau telah menyampaikan tentang pentingnya komunikasi dalam fikiran bawah sedar sebelum tidur dan sesudah bangun dari tidur, dan memerintahkan kita untuk memanfaatkan masa tersebut dengan berdoa. Doa apakah itu?
Rasulullah saw telah mengajarkan kepada kita untuk selalu membaca doa sebelum tidur, iaitu:

“اللهم إني أسلمتُ وجهي إليك وفوضّتّ أمري إليك وألجأتُ ظهري إليك رغبة ورهبة إليك لا ملجأ ولا منجى منك إلا إليك آمنتُ بكتابك الذي أنزلت وبنبيك الذي أرسلت”

 “Ya Allah, aku menyerahkan wajahku kepada Engkau dan aku serahkan segala urusanku kepada-MU, aku sandarkan tubuhku kepada-MU, dalam suka dan duka kepada-MU, sesungguhnya tidak ada tempat untuk bersandar dan memohon kecuali kepada-MU, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau berikan kepada Nabi sebagai utusan-MU”.

Marilah merenung bersama saya bagaimana kata-kata ini memberikan pesan pengkondisian terhadap sikap gundah, masalah dan problem sosial yang telah terakumulasi akhir-akhir ini! Berapa banyak kata-kata ini mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman serta stabiliti diri bagi mereka yang mengatakannya sebelum tidur.

Para ilmuwan Amerika memperlakukan pesakit dan mengajarkan kepada mereka untuk berbicara pada diri sendiri: “Setelah ini saya akan menjadi orang yang  tenang dan seimbang serta jauh dari emosi dan hal ini akan tampak hasilnya pada perilaku saya esok hari ..”.

Namun Nabi saw juga mengajarkan kepada kita bagaimana berkomunikasi dengan Allah dan menyerahkan kepada-Nya segala kegundahan dan perasaan yang ada di hadapan-Nya, serta menyerahkan segala urusan kepada-Nya kerana Dialah yang memberikan keputusan sesuai dengan kehendak-Nya. Pertanyaannya adalah: Apakah ada yang lebih indah dan lebih baik yang menjadi doktor selain Allah?!
Kita ingat di sini kata-kata Ibrahim as:

“الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ * وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ * وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ * وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ * وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ
 يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ”

 “Dialah yang menciptakanku dan memberikan petunjuk kepadaku * yang memberikan makan dan minum kepadaku * jika aku sakit Dialah yang menyembuhkanku* dan Dia pula yang mematikan dan menghidupkanku kembali* dan Dialah Zat yang aku berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan nanti”.
(As-Syuara:78-82).

Jadi, inilah pemrograman Alquran yang mengajarkan kepada kita aturan yang paling penting dalam penyembuhan; bahawa Allah adalah Zat yang mampu mengubati bukan akal bawah sedar atau doktor, dan keduanya tidak lain kecuali sebagai sarana yang diciptakan oleh Allah untuk digunakan sebagai cara penyembuhan. Ini bererti bahawa kekuatan untuk menyembuhkan melalui Al-Quran jauh lebih besar daripada perawatan diri, tetapi jika menggunakan Al-Quran dan Psikologi secara bersamaan maka hasilnya akan sangat bagus dan signifikan.

Sekarang kita akan cuba membahas langkah praktik untuk pengubatan emosi dari sisi  ilmu pengetahuan moden dan Al-Quran Al-Karim.

Langkah-langkah Ilmiah dan praktik untuk pengubatan emosional kronik

1 – Selama lebih dari setengah abad yang lalu Para psikologi menegaskan bahawa ada langkah mendasar yang harus dilakukan untuk mengatasi emosi, iaitu pengakuan adanya ketidakseimbangan atau penyakit. Kerana emosi psikologi jika terus berkembang maka akan menjadi penyakit yang terus menghantui diri seseorang sepanjang hidupnya, dan penyakit ini tidak akan boleh sembuh kecuali dengan adanya pengakuan bahawa penyakit ini ada dalam dirinya dan harus bergerak cepat untuk melakukan langkah penyembuhannya.

Ini adalah fakta ilmiah dan bukan pendapat para psikologi, atau sekadar teori yang boleh salah dan boleh benar, hal demikian terjadi kerana para cendikiawan telah menegaskan akan fakta ini, atau secara nyata seseorang dapat berkomunikasi dengan dirinya setelah muncul emosi secara langsung dan mencuba mengakui terhadap dirinya bahawa dirinya sangat cepat dan melakukan kesalahan dalam emosi ini. Ini adalah langkah yang paling penting dalam pengubatan emosi.

2 – Langkah kedua dan juga sangat penting serta sebagai komplementer untuk yang pertama adalah mencuba memberikan pesan kepada dirinya dengan mengatakan kepadanya: “Aku harus menghentikan emosi, kerana ini merupakan tindakan salah dan mengakibatkan hasil yang tidak baik serta menyebabkan banyak malu.”
Pesan ini harus diulang dan merasakan adanya kepuasan terhadapnya, dengan kata lain harus meniatkan diri untuk tidak kembali pada sikap emosi yang dapat merugikan dirinya sendiri.

3 – Ada langkah praktik lain yang harus dilakukan oleh orang yang “emosional” iaitu memulai segera secara aplikatif bersikap toleran dan pemaaf terhadap orang lain. Dalam penelitian telah ditemukan bahawa manusia yang paling panjang usianya adalah orang yang paling toleran dan pemaaf! Jadi, Anda harus memiliki kemampuan untuk mentolerir dan memaafkan orang-orang yang menyakiti, menyinggung atau mengganggu Anda. Kerana tanpa langkah ini, Anda  tidak akan mampu memperbaiki diri dan emosi akan tetap mengendalikan diri Anda. Sebagaimana para peneliti saat ini juga menegaskan bahawa dengan berinfak (mengeluarkan sebahagian harta) kepada fakir miskin dan membantu mereka memperoleh sesuatu mendapatkan ketenangan dan kenyamanan hidup, akan mengubati penaykit emosi yang ada dalam dirinya (4).

Bahawa sikap pemaaf atau toleran sangatlah urgen dan penting kerana keduanya akan menjadi sarana penyembuh emosi dari akarnya, kerana alasan utama yang ada di balik setiap emosi adalah perasaan bahawa orang lain telah menyakitinya dan kemudian mencuba bereaksi secara emosional terhadap mereka dalam bentuk balas dendam. Jika diputuskan untuk mengirim pesan kepada dirinya maka pada saat yang bersamaan dirinya harus mentolerir orang lain dan mengulangi pesan ini lalu menemukan diri agar selalu toleran dan memaafkan!

4 – Ada prosedur internal lain yang harus dilakukan iaitu perlawanan terhadap emosi dan berusaha memadamkan api dengan mengulangi pesan: “Aku harus menahan emosi sekecil apapun” (5).
Pesan ini akan menemukan jalannya akal bawah sedar yang merupakan kawalan utama emosi.

5 – Sebagaimana ada cara lain yang dapat dilakukan iaitu melakukan aktiviti apapun dan meyakini diri  bahawa perbuatan tersebut akan mengarah pada keberhasilan yang Anda inginkan, namun ketika hal tersebut gagal maka harus diubah dengan cara lain dan melakukan tindakan/aktiviti lain untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan. Kerana yakin terhadap kesuksesan adalah bahagian dari keberhasilan, maksudnya adalah bahawa  jika Anda yakin bahawa Anda akan berhasil dalam melakukan sesuatu maka keyakinan tersebut akan menjadi cara yang efektif untuk menuju keberhasilan dalam suatu pekerjaan.

Kerana itu, Anda harus yakin dan sangat yakin bahawa Anda memiliki kemampuan untuk menyembuhkan emosi sehingga penyakit ini akan hilang dengan mudah dan gampang, namun Anda harus mengkomunikasikan diri dan terus-menerus mendorongnya untuk menghilangkan sikap emosi ini dan tidak keras kepala atasnya.
Gambar (2) Bahawa otak Anda wahai pembaca yang mulia adalah sebuah mesin yang selalu siap menerima perintah dan petunjuk, jika mesin ini diarahkan pada berbagai pesan yang bermanfaat secara terus-menerus maka Anda akan berhasil menyembuhkan emosi dan Anda yakin akan hal tersebut, kerana mesin ini akan menjawab secara bertahap, dan Anda akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi ini. Ingat jangan pernah meninggalkan pesan-pesan negatif atau gelap terhadap otak Anda, namun berikan dan masukkan pesan-pesan yang positif dan cerah saja ke dalam otak Anda.
Sekarang, setelah kita melihat langkah-langkah perawatan secara ilmiah pada pemrograman otak manusia, bagaimana dengan pemrograman yang ada dalam Al-Quran??!

Langkah-langkah perbaikan melalui kitab suci Al-Quran

Al-Quran telah memberitahukan kepada kita tentang sifat dan karakteristik syurga yang dijanjikan Allah swt kepada orang-orang yang bertakwa:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”.
[Ali Imran: 133].

Namun apa saja karakteristik dan sifat orang-orang yang bertakwa?
Allah swt berfirman dalam ayat berikutnya:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 “(iaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.
[Ali Imran: 134].

Ayat di atas mencakup tiga tindakan nyata dalam melakukan perbaikan diri dari emosi:

1 – Berinfak dari sebagian harta yang dimiliki pada orang miskin: Ini dibenarkan oleh para ulama bahawa yang demikian akan mendapatkan semacam stabiliti psikologi manusia: “Mereka yang berinfak pada waktu senang dan susah”.

2 – Berusaha untuk memadamkan api emosi dengan berbagai cara dan tidak mentolerirnya sehingga meluncur ke arah yang lain: Kaedah inilah yang  dikenal orang banyak dengan kedisiplinan diri (6): “Dan yang mampu menahan amarah”.

3 – Sebagaimana ayat di atas juga mencakup praktik sikap toleran dan memaafkan terhadap orang lain, hal inilah yang banyak ditegaskan oleh para ulama sekarang bahwa toleran dan pemaah adalah cara terbaik untuk mengatur emosi. “Dan orang-orang mudah memberikan maaf kepada orang lain”.
Kemudian akan kita baca dan bahas ayat selanjutnya di mana Allah swt berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”.
(Ali Imran: 135).

Ayat di atas juga mencakup tiga langkah praktik untuk mengubati kezaliman diri, dan kita semua tahu bahawa emosi dan terburu-buru serta ceroboh adalah jenis kezaliman manusia terhadap dirinya sendiri. Adapun tiga langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1 – Pengakuan terhadap dosa dan kesalahan: ketika orang beriman melakukan kesalahan atau kezaliman terhadap dirinya sendiri, emosi atau ceroboh dalam dalam melakukan suatu tindakan maka harus segera menyedari dan mengakui kesalahannya: “Mereka yang selalu memohon ampun terhadap kesalahan-kesalahan mereka”, Ayat tersebut menegaskan akan adanya pengakuan bersalah, karena mohon ampun dan meminta pengampunan Allah tidak akan terjadi kecuali setelah orang yang beriman merasa bersalah dan berdosa lalu bersegera mohon ampun kepada-Nya. Para peneliti menegaskan bahawa pengakuan bersalah terhadap diri sendiri adalah jalan menuju perbaikan diri. Namun Al-Quran memerintahkan kepada kita untuk mengakui dosa-dosa kepada Allah SWT semata!! Kerana Dialah Zat yang paling mampu untuk memberikan kesembuhan.

2 –Yakin  bahawa emosi dan kesalahan ini dapat diubati: Para ulama menegaskan bahawa tingkat keyakinan pesakit merupakan setengah dari pemulihan sekalipun banyak, dan inilah makna dari ayat Allah: “Dan tidak ada yang mampu memberikan ampunan kecuali Allah” Bahawa kata-kata memberikan perasaan percaya diri yang tinggi dan besarnya kemungkinan mendapat pengampunan dosa dan bahawasanya emosi ini mungkin tidak akan terulang lagi.

3 – Para ulama dan cendikiawan NLP juga menegaskan bahawa cara yang paling ideal untuk mengubati mental disorders dan emosi, adalah dengan memiliki kehendak yang cukup dan kuat untuk tidak mengulangi emosinya dan tidak keras kepala atasnya. Pertanyaannya adalah: Bukankah itu yang disebutkan dengan ayat ini: “Dan tidak bersikap keras pada apa yang mereka lakukan?

Sekarang perhatikan teks Al-Quran:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ
 الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ * وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ * أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”.
(Al-Imran: 133-136).

Tanyalah kepada orang yang telah mencubanya!!

Saya akan memberitahukan kepada Anda sesuatu yang sangat penting yang sedang terjadi pada diri saya sejak dua puluh tahun yang lalu ketika saya menghafal Kitab Allah (Al-Quran), bahawa saya selalu berhenti pada sebahagian ayat yang memberikan pengaruh terhadap diri saya, lalu saya ulangi puluhan kali dan kemudian saya tulis di atas kertas dan meletakkannya di depan mata sambil merenungkan kata-kata dan maknanya, dan pada waktu itu saya merasakan bahawa ayat-ayat ini memberikan dampak besar pada keimanan, keyakinan dan prinsip-prinsip yang ada pada diri saya.
Kerana itu saya tidak akan pernah lupa pada salah satu yang indah dan menakjubkan yang saya tulis dan saya tampal di dinding kamar tidur saya, iaitu firman Allah:

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(Yunus: 107).

Saya sampaikan kepada Anda wahai pembaca budiman, bahawa ayat ini telah menyembuhkan saya lebih dari 90 peratus dari perasaan sedih, depresi, gelisah, takut dan ragu-ragu! Bagaimana caranya hal itu boleh terjadi?

Saat ini banyak hal yang menyebabkan orang menderita perasaan sedih dan depresi oleh kerana frustrasi yang dialami oleh manusia akibat gagal dalam mengerjakan sesuatu, atau adanya kesalahan dalam perilaku atau ceroboh dalam mengeluarkan kata-kata lalu ditemukan bahawa hal tersebut adalah salah, atau sebagai hasil kegagalannya dalam suatu ujian atau kegagalan dalam menjalin hubungan cinta.

Ketika saya tahu bahawa setiap kesulitan yang menimpa diri saya adalah berasal dari Allah swt, dan merupakan perkara yang telah ditakdirkan oleh Allah swt sebelum diciptakan, dan bahaya ini tidak mungkin  dapat dihilangkan dan tidak ada seorangpun dapat menghilangkan dan mengungkapnya kecuali Allah yang Maha Kuasa semata. Maka  sayapun berkata: Kenapa saya harus sedih, cemas dan frustrasi? Jika Allah adalah Maha Penyayang dari orang yang berkasih sayang pasti mampu mendeteksi kerosakan ini, Dan apakah ada yang lebih indah daripada ini?

Sungguh kepuasan yang baru ini telah merubah banyak hal baru dalam hidup saya, maka berubahlah waktu yang telah kita habiskan untuk berfikir tentang masa lalu terhadap berbagai kesalahan dan masalah, kali ini beralihlah kepada waktu yang lebih efektif dengan selalu membaca Al-Quran, dan saya membacanya atau mempelajari sesuatu yang baru dari berbagai ilmu pengetahuan!

Jadi marilah sama-sama melihat kata-kata ini “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia” Bagaimana mampu mengubah kehidupan manusia secara keseluruhan, dan bagaimana mengubah waktu yang hilang kepada waktu berbuah dan efektif!

Namun bagaimana dengan bahagian kedua dari ayat ini? “Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, Maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya”. kata-kata ini penuh dengan kasih sayang, optimisme dan vitaliti yang mampu memberikan perubahan dalam banyak hal.

Saya telah berkali-kali menderita rasa cemas dan takut tentang hal-hal yang akan terjadi, atau membayangkan bahawa hal itu akan terjadi, seperti kegagalan prediksi dalam pekerjaan, atau harapan dari kesalahan dalam pelaksanaan. Bahkan dengan demikian saya sering menjadi ragu-ragu untuk melakukan sesuatu: Apakah saya mampu melakukannya atau tidak?

Namun ketika saya membaca kata-kata ilahiyah ini saya menyedari bahawa kebaikan apapun yang akan menimpa saya tidak mungkin datang keluar dari kehendak Allah! Sebagaimana saya juga mengakui bahawa suatu kebaikan yang akan menghampiri saya, tidak akan ada yang dapat menolaknya atau membuat dia menjauh dari saya kecuali Allah SWT!

Saya berkata pada diri saya sendiri, jika semua kebaikan adalah dari Allah, kenapa saya harus cemas dan takut? Jika hal yang saya akan lakukan dan khuatirkan tentang konsekuensinya (hasilnya), jika konsekuensi ini (hasilnya) berada di tangan Allah dan Dialah  yang akan memberikan saya semua kebaikan maka tidak ada  yang mampu menghentikannya, jadi mengapa harus bimbang untuk melakukannya, selama itu baik dan diredhai oleh Allah?

Hasilnya adalah bahawa ayat tersebut memberikan kontribusi dalam memberantas keraguan, ketakutan dan kecemasan, dan sungguh ayat rabbaniyah ini  telah memberikan perubahan perilaku saya. Tidak ada lagi keraguan dalam diri saya sebelum melakukan sesuatu. Maksudnya apa? Ini bererti penghematan waktu juga, sekarang saya memiliki banyak waktu untuk dapat memperoleh manfaat dalam melakukan  pengembangan ilmu dan pengetahuan saya.

 “Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Ini adalah bagian ketiga dari ayat yang mulia, ini bererti bahwa Allah swt adalah yang memberikan pilihan kepada saya dan kepada siapa yang Dia kehendaki untuk diberikan kebaikan, jadi bagaimana saya boleh menjamin bahawa Allah swt akan memberikan kebaikan kepada saya? pertama-tama bagaimana kita harus memperbaiki hubungan dengan Allah Yang Maha kuasa.

Bahawa langkah pertama dalam memperbaiki hubungan kita dengan Allah adalah menghadapkan jiwa dan wajah sepenuhnya (dengan penuh keikhlasan) kepada Allah, tidak ada kepentingan lain kecuali mengharap redha Allah swt, maka dengan itu keluarlah hasil bahawa ayat ini sekalipun singkat namun penuh dengan petunjuk yang mampu mengubah perilaku manusia sepenuhnya, ayat ini adalah sarana untuk melakukan repemrograman otak dan mengubah informasi yang tersimpan dengan informasi yang mampu mengawal perasaan ragu, takut dan cemas menuju informasi yang penuh dengan kekuatan, optimisme dan kepercayaan diri, serta ketenangan jiwa.

Akhirnya

Anda harus memahami bahawa cara terbaik dan singkat untuk melakukan repemograman otak adalah mulai dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, bahkan cubalah  untuk merancang dan melestarikan hafalan Al Quran tanpa melihat keberhasilan atau kegagalan untuk melakukannya, Anda hanya perlu merancang dan tidak peduli terhadap informasi negatif yang dilakukan oleh iblis kepada Anda, cukup Anda berkata:
“Aku berniat menghafal Al Quran dan saya akan menerapkan ini dan aku berharap kepada Allah untuk membantu saya”.
Cubalah mengulangi terus pesan ini sebelum tidur dan setelah bangun tidur.
Saya yakin bahawa Anda pasti akan berhasil menghafal Al-Quran (dan inilah yang terjadi pada diri saya), dan Anda akan melihat perubahan besar dalam hidup Anda sebagai hasil dari menghafal ini, Anda juga akan melihat bagaimana perasaan takut, cemas, ragu dan sedih mulai memudar, dan bagaimana terjadi perubahan untuk memiliki perasaan optimis dan percaya diri, bahagia dan sukses.

Anda akan melihat setelah Anda memulai dari sebuah mimpi mengalami perkembangan untuk boleh menghafal dan memiliki kemampuan mental untuk itu, bagaimana terjadi perubahan terhadap memori seratus kali lebih baik, bagaimana menjadi lebih mampu berinteraksi dengan orang lain dan bahkan lebih banyak memperoleh keyakinan terhadap mereka, Anda juga akan menemukan diri Anda lebih baik untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain dan lebih mampu mengungkapkan apa yang Anda inginkan dengan mudah dan nyaman (Ini yang terjadi pada diri saya juga)!

Mungkin Anda wahai pembaca yang budiman bertanya-tanya apakah pembicaraan ini sangat berlebihan? Saya katakan bahawa pembicaraan ini hanya berdasarkan pengalaman yang nyata bukan sekadar teori yang tidak sulit untuk diterapkan.
Saya akan sampaikan kepada Anda sesuatu yang mungkin Anda sulit mempercayaianya!

Ketika saya masih kuliah di sebuah universiti, pada awal tahun pertama, pelajaran matematik merupakan pelajaran yang paling sulit bagi saya, dan saya telah melakukan ujian sebanyak enam kali pada pelajaran ini dan terus gagal, bahkan untuk mencapai nilai minimal saja tidak mampu mencapainya. Namun, setelah saya menghafal Al-Quran, saya mampu menulis enslikopedia tentang keajaiban angka dalam Al-Quran, dan tulisan ini memiliki  tebal 700 halaman, semuanya merupakan fakta-fakta yang saya temukan dalam  Al-Quran bukan kerana kelebihan diri saya, namun  berkat rahmat Allah dan hafalan Al-Quran!

Pertanyaannya adalah wahai saudaraku tercinta: Apakah Anda merasa yakin dengan pemrograman ilahiyah melalui Al-Quran ini?
———————
Abdul daem al-Kaheel



J 87 LIMA Ciri Khusus Pendakwah Di Jalan Allah SWT

Tidak dapat dinafikan lagi bahawa tugas dakwah memang bukan sebuah tugas yang ringan. Ia mempunyai banyak liku dan halangan yang rumit sama ada dari pihak luar ataupun dari dalaman sendiri.

Kadang-kadang tugas dakwah menjadi suatu beban berat untuk dipikul lebih-lebih lagi bagi mereka yang berkeperibadian lemah dan rapuh. Tugas itu menjadi tembok besar yang amat sukar untuk dilalui. Mereka akan merasa tertekan untuk menggalas tugas demi tugas. Terasa berat untuk menggerakkan kaki dan tangan menerima tugas tersebut. Dakwah yang berkesan dapat diukur apabila semakin lama ia dikumandangkan semakin luas pula pengaruhnya.

Manakala gerakan dakwah dikatakan efektif apabila semakin tua usianya, semakin pula ia dewasa dalam tindakbalas terhadap halangan dan tentangan yang dihadapinya sekaligus semakin ramai pula pendukungnya. Ini boleh diibaratkan dengan pohon kebaikan yang memiliki akar yang kukuh, pohonnya tinggi menjulang dan buah-buahnya mampu dinikmati oleh umat manusia.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”
(QS Ibrahim : 24-25)

Untuk menjadi gerakan dakwah yang berkesan, diperlukan prasyarat yang tidak mudah. Di samping manhaj yang jelas dan pemimpin yang handal, ia juga memerlukan rijal-rijal pilihan. Rijal-rijal pilihan inilah yang akan berusaha secara maksima untuk  menunaikan tugas mulia itu dengan sebaik-baiknya. Bahkan rijal yang berkeperibadian ‘amal da’awi’ akan menjunjungnya dengan gembira.

Tidak ada dalam diri mereka, kamus letih dan lemah menyambut tanggungjawab kerana tanggungjawab itu akan menjadi saat-saat bahagia untuk mengukir sejarah hidupnya dengan tinta emas bagi kemenangan dakwah ini sehingga tugas demi tugas dapat ditunaikan dengan baik.

Apabila rijal dakwah tidak lengah dalam masalah ini dan sentiasa berusaha untuk meningkatkan keperibadian dirinya dalam memikul amanah ini maka ia dapat menaklukkan dunia sebagaimana impian Imam Hasan Al Banna.
Beliau pernah mengungkapkan impiannya dalam ‘Risalahnya Kepada Pemuda’ bahawa ia sanggup menaklukkan dunia dengan rijal-rijal pilihan di bawah binaannya :

“Siapkan 12 ribu rijal-rijal pilihan, aku akan bina mereka dan aku akan taklukkan dunia bersama mereka.”

Mereka menjadi mulia bersama dakwah atau mati dengan keharuman sikap perilaku mereka  dalam amal Islam.

Rijal-rijal pilihan yang menjadi prasyarat ketiga ini setidak-tidaknya memiliki lima ciri khusus seperti berikut :

PERTAMA : MEMBANGUN RUH KEGHAIRAHAN

Rijal-rijal pilihan adalah mereka yang sentiasa membangun ruh keghairahan sehingga tertanam‘ghirah’ (semangat) dalam setiap aktivitinya. Mereka :

1.    Tidak pernah lemah sedikitpun dalam menghadapi rintangan.
2.    Tidak pernah layu dengan berlalunya zaman.
3.    Tidak pernah gentar terhadap tentangan dan halangan.

Bahkan mereka bagaikan batu karang di tengah lautan yang kukuh menghadapi terjangan ombak.
Maka, setiap kali memikul suatu amanah dakwah, rijal itu dengan rasa ikhlas dan penuh semangat melakukannya. Dalam setiap aktiviti tarbawi ia sentiasa :
‘menikmati’ BUKAN ‘terbeban’.
Abul ‘Ala Al Maududi pernah mengingatkan rijal-rijal didikannya :

“Apabila kamu menyambut tugas dakwah ini, janganlah ianya sebagaimana sikap kamu terhadap tugas yang menyangkut urusan peribadi kamu kerana jika begitu, maka dakwah ini akan mengalami kekalahan yang teruk. Oleh kerana itu, sambutlah tugas ini dengan ghairah.”

Beberapa tahun pertama penggabungan seseorang ke dalam putaran perjuangan dakwah bererti tahun pembinaan iaitu hari-hari di mana kita memberikan konsentrasi dalam aktiviti tarbawi, menguatkan kembali halaqah, pengajian, daurah dan sebagainya.

Di samping untuk rijal-rijal yang telah bergabung sejak sekian lama, waktu kita sekarang juga perlulah dimanfaatkan untuk melayani masyarakat sekitar dengan memberikan hak tarbiyah kepada mereka. Ini semua memerlukan ruh keghairahan rijal.Yang lebih penting lagi, di dalam menjalani paksi sosial ini, rijal-rijal dakwah perlulah lebih bersemangat dan berghairah dalam beribadah kepada Allah swt.

1.    Untuk apakah dakwah kita selama ini jika bukan untuk menggapai redhaNya?
2.    Apakah kebaikan yang akan kita dapatkan jika kita sendiri telah kehilangan ruh semangat dan keghairahan bertaqarrub kepada Allah Azza wa Jalla?

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membezakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebahagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada.’ Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” 
(QS Ali Imran : 139-140)

Oleh kerana  itu, sudah sepatutnya bagi rijal dakwah untuk sentiasa berusaha meningkatkan keghairahannya melalui amalan-amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah saw sehingga ghairahnya tidak kendur.

Selain itu ada banyak lagi cara-cara untuk memperkasakan keghairahan dalam perjuangannya  seperti :

1.    Melaksanakan ibadah-ibadah sunnah.
2.    Mengkaji sejarah kepahlawanan Islam.
3.    Membayangkan pahala dan balasan yang dijanjikan oleh Allah swt.
4.    Mencontohi kehidupan para rijal pilihan sepanjang zaman dalam menyebarluaskan dakwah ini, sehingga ianya menjadi bahan bakar agar semangatnya sentiasa bergelora.

Muhammad Ahmad Ar Rasyid mengingatkan bahawa :

“Gelorakan semangatmu wahai saudaraku dan jangan kendur sedikitpun serta marilah maju bersama kafilah dakwah ini. Siapa yang tidak lagi bersemangat maka janganlah ikut barisan kami.”

KEDUA : MEMBANGKITKAN SEMANGAT INISIATIF

Mari kita merenung kepada beberapa persoalan berikut :

1.    Tidak semua rancangan kita boleh berjalan seratus peratus.
2.    Tidak semua yang berlaku dan dilalui oleh dakwah sesuai dengan langkah-langkah yang telah diramalkan sebelumnya.
3.    Tidak semua jangkaan jamaah mampu menampung segala yang datang di masa hadapan.

Oleh yang demikian, semangat inisiatif amat diperlukan dan ianya perlu dilatih untuk mampu dimiliki oleh rijal-rijal dakwah.Ketika dakwah akan bersentuhan secara langsung dengan bidang politik, sifat dinamik iklim politik yang tidak terduga kerap berlaku di mana tidak mungkin semuanya boleh diramal secara tepat dan dipersiapkan langkah-langkah bagi menghadapinya satu persatu.

Tanpa kemampuan inisiatif, rijal-rijal dakwah akan menjadi kaku setiap kali menghadapi masalah baru dan perkara-perkara yang di luar dugaan. Inilah sebab mengapa setiap rijal dakwah  juga perlu menyediakan ruang ‘ketidakpastian’ dalam menghadapi kejutan-kejutan dalam dirinya.Inisiatif ini tidak hanya diperlukan dalam konteks gerakerja politik malah dalam setiap amanah dakwah yang dipikul oleh rijal dakwah, seringkali ada tuntutan untuk melakukan inisiatif.

Misalnya ketika seorang rijal dakwah diamanahkan sebagai jawatankuasa daurah sementara ‘muwajjih’ yang sepatutnya sampai seperti yang dijadualkan, namun belum juga tiba. Jika tidak memiliki inisiatif, peserta akan menjadi bosan kerana dibiarkan tanpa kegiatan. Ini memerlukan inisiatif rijal untuk memanfaatkan waktu tersebut atau mengganti ‘muwajjih’ tersebut jika memang ia tidak dapat hadir.

Demikian pula dalam aktiviti halaqah; jika ‘murabbi’ tidak juga datang sementara telefon bimbitnya tidak dapat dihubungi, perlu ada inisiatif dari para ‘mutarabbi’untuk memulai halaqah dengan aturcara program yang telah disepakati bersama.

Inisiatif ini perlu dimiliki oleh rijal dakwah dan bukan masanya lagi rijal dakwah hanya diam menunggu ‘taklimat’ lalu waktunya berlalu begitu sahaja tanpa ada manfaat bagi umat.

Inisiatif perlulah dikembangkan selama mana tidak bertentangan dengan syariat dan‘tsawabit’ dalam jamaah serta berasaskan ‘maslahah’.

Sayid Muhammad Nuh menceritakan murabbinya, Abbas As Sissi yang sentiasa kaya dengan inisiatif dalam berdakwah.

Beliau bukan hanya kaya dengan idea dan gagasan tetapi kaya pula dengan sikap dan perbuatannya hingga ramai orang yang terpaut hatinya kepada dakwah hasil inisiatifnya yang amat tinggi.

1.    Ada pemuda yang tertarik pada dakwah kerana ia menyebut namanya yang telah ia hafal.
2.    Ada pula orang yang berjiwa kasar menjadi pengikut dakwah lantaran ia buka dengan dialog-dialog yang menarik.

Mari kita berbalik kepada sejarah Islam yang menyimpan khazanah yang luar biasa tentang kreativiti, inovasi dan inisiatif di mana kita dapat lihat betapa dakwah menuai banyak manfaat dari inisiatif rijal-rijalnya.

Rasulullah saw sentiasa berusaha mengembangkan sikap berfikir secara kritikal dan menggali idea serta pendapat para sahabat melalui mekanisma syura.
Semua ini dilakukan oleh Rasulullah saw meskipun baginda didukung secara langsung oleh wahyu Allah yang memiliki kebenaran yang hakiki.

Pendekatan tarbiyah seperti ini menjadikan para sahabat sebagai umat yang unik. Boleh dikatakan setiap sahabat memiliki keunikan tersendiri yang patut ditiru oleh kita.
Mereka memiliki komitmen dan ketaatan yang utuh kepada Allah swt dan RasulNya namun bersamaan dengan itu, mereka juga hidup dengan kreativiti, inovasi dan inisiatif dalam memikul amanah dakwah dan kehidupan.

Justeru ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya itulah yang menjadikan mereka memiliki pandangan yang tajam (Bashirah) hingga melahirkan idea serta kreativiti yang jitu dalam menghadapi banyak persoalan.

INISIATIF MUS’AB BIN UMAIR

Dari inisiatif bijak Mus’ab bin Umairlah akhirnya masyarakat Madinah beriman dan menerima kaum Muhajirin.
Ketika beliau diutus oleh Rasulullah saw untuk berdakwah di Madinah, Mus’ab tidak menerima perintah secara terperinci kepada siapa beliau seharusnya hubungi ketika berada di sana.
Namun, hasil dari inisiatifnya sendiri, Mush’ab telah berusaha menemui dua tokoh besar Madinah yang bernama Sa’ad bin Mu’az dan Sa’ad bin Ubadah di mana kedua orang ini adalah tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh di Madinah ketika itu. Ketika keduanya menerima Islam, maka ramailah orang yang  mengikuti mereka.

INISIATIF SALMAN AL FARISI

Selain Mush’ab ada Salman Al-Farisi. Dalam situasi yang sangat genting dalam peperangan Ahzab, ia tidak duduk diam malah berinisiatif untuk memberi pendapat dan pandangan.
Berdasarkan pengalamannya di Parsi, ia mengusulkan agar melakukan strategi menggali parit untuk melumpuhkan kekuatan Musyrikin dan Yahudi yang siap sedia menggempur kaum Muslimin.
Melalui pertolongan Allah berkat idea Salmanlah yang menyebabkan kaum Muslimin tidak mampu ditaklukkan oleh pasukan sekutu Musyrikin dan Yahudi dan kemenangan berpihak kepada kaum muslimin.
  
INISIATIF HUBBAB BIN AL MUNDZIR

Ada lagi seorang sahabat ynag bernama Hubbab bin Al Mundzir yang mengusulkan agar Rasulullah saw beserta pasukan baginda mengambil tempat berdekatan dengan sumber mata air dalam perang Badar dan berkat inisiatif ini membawa sumbangan kepada kemenangan kaum muslimin dan sebagai akibatnya, pasukan Musyrikin dapat dikalahkan dalam perang Badar.
Inisiatif merupakan satu langkah maju ke depan dalam rangka ‘i’dadul quwwah’  iaitu menyediakan dan membangun kekuatan Islam.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa sahaja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” 
(QS Al-Anfal : 60)



KETIGA : MEMBANGUN JIWA TANGGUNGJAWAB

Rijal-rijal pilihan adalah mereka yang juga membangun jiwa tanggungjawab dalam dirinya.
Rijal sejati bukanlah mereka yang selalu mengelakkan diri dari memikul amanah; dan pada masa yang sama juga tidak bercita-cita untuk meminta amanah, tetapi ia perlu mengambil sikap pertengahan di mana ia bersedia menjalankan segala amanah dan siap melaksanakan setiap tanggungjawab yang diamanahkan oleh jamaah.
Rijal dakwah yang bertanggungjawab pada tugas yang diamanahkan kadang-kadang tidak dapat tidur nyenyak.

1.    Ia sentiasa berfikir secara serius untuk kemajuan dakwah.
2.    Ia merasa malu jika tidak dapat berbuat apa-apa.
3.    Ia merasa sedih jika dakwah tidak berkembang.
4.    Ia sangat senang kalau dakwah ini berkembang dan meraih ramai pengikut.
5.    Ia merasa tidak tenang apabila meninggalkan tugas yang masih berceceran di sana-sini.
6.    Ia akan sentiasa bersiap sedia menyongsong tugasnya.

Wajarlah apabila Imam Hasan Al Banna memandang sikap rijal yang tidak bertanggungjawab pada tugasnya sebagai perbuatan dosa. Paksi daulah yang menjadi cita-cita jamaah juga memerlukan ramai rijal-rijal dakwah yang teruji kepemimpinan dan tanggungjawabnya di segala bidang kehidupan.
Dakwah memerlukan rijal-rijal yang bersedia memikul tanggungjawab pada peringkat perundangan, eksekutif dan kehakiman. Namun dakwah juga tidak boleh kekurangan rijal yang berperanan memikul tanggungjawab pada peringkat mahasiswa dan profesional.

Semua rijal, tidak boleh tidak, mesti bersedia dan mampu mengambil tanggungjawab sesuai dengan kapasitinya tetapi semuanya perlu terlibat dalam tanggungjawab menolong agama Allah, sebagaimana para ‘hawariyyin’ yang telah mengambil tanggungjawab itu dan  mendeklarasikannya di hadapan Nabi dan pemimpin mereka iaitu Nabi Isa as :

“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” 
(QS Ali Imran : 52)

KEEMPAT : MEMBANGUN SEMANGAT PENGORBANAN

Ciri lain yang perlu ada pada rijal-rijal pilihan adalah semangat berkorban (At-Tadhiah).
Perjuangan dakwah pasti memerlukan pengorbanan kerana tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.
Pengorbanan itu boleh berupa pengorbanan :

1.    Waktu.
2.    Tenaga.
3.    Fikiran.
4.    Harta.
5.    Nyawa.

Sementara perjuangan yang tertinggi iaitu ‘jihad fii sabiilillah’memerlukan kombinasi pengorbanan semua perkara di atas.Jika dalam mengharungi dakwah ini kita belum berkorban, maka peranan kita dalam dakwah perlu dipersoalkan.

Bahkan, pengorbanan (At-Tadhiah) merupakan salah satu rukun bai’ah yang disyaratkan oleh Imam Hasan Al-Banna bagi rijal-rijal dakwah. Tentu sahaja, pengorbanan yang diterima oleh Allah swt adalah pengorbanan yang ikhlas, dari hamba-hambaNya yang bertakwa.

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.
(QS Al-Maidah : 27)

Pengorbanan di jalan dakwah merupakan kemestian dalam  perjuangan Islam di mana dengan keikhlasan rijal dakwah mengorbankan diri dan hartanya, inilah urusniaga yang akan dibeli oleh Allah dengan syurgaNya.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”
(QS At-Taubah : 111)

Muhammad Ahmad Ar Rasyid mengingatkan bahwa dalam perjalanan dakwah ini, kita janganlah bersikap seperti umat Nabi Musa yang duduk-duduk berdiam diri sahaja menunggu datangnya kemenangan dari perjuangan Nabinya sebaliknya hendaklah berusaha kuat untuk jalan dakwah ini dengan sentiasa berkorban dan tidak pernah kendur semangatnya untuk berkorban.

Tentu sahaja semangat berkorban ini tidak akan kendur apabila sikap kepatuhan rijal kepada ajaran ini tidak berkurang sedikitpun. Mereka mematuhi ketentuan yang sudah semestinya dilaksanakan dan mengukuhkan ruh maknawiyahnya setiap saat serta berada dalam stamina kemuncak kerohanian.

Said Hawwa menegaskan bahawa pengorbanan merupakan kepatuhan dan kepatuhan adalah syarat kemenangan. Maka persiapkanlah wasilah-wasilah kemenangan dengan meningkatkan semangat berkorban terus menerus agar kemenangan menjadi kenyataan yang dekat.

KELIMA : MENINGKATKAN POTENSI DIRI

Ciri kelima bagi rijal-rijal pilihan adalah meningkatkan potensi diri.
Setiap rijal sebagaimana manusia umumnya adalah peribadi yang unik. Masing-masing memiliki potensi yang tidak seragam.
Ada yang potensinya pada bidang :

1.    Seni.
2.    Komunikasi.
3.    Teknikal.
4.    Ekonomi dan sebagainya.

Potensi-potensi ini perlu dikembangkan walaupun ketika ini baru disedari potensinya tidak sesuai dengan profesyen yang diceburinya, ia bukan menjadi halangan untuk dikembangkan.Oleh yang demikian, dalam tarbiyah sering berlaku penggiliran amanah, perubahan struktur dan sebagainya kerana selain menyegarkan semangat dan menguatkan ketaatan pada jamaah dan kepimpinan, proses itu juga diperlukan untuk mengetahui potensi yang ada di dalam diri rijal tersebut.

Kadang-kadang kita mendapati seseorang yang kurang berjaya sebagai bendahari, namun ia sangat cepat berkembang justeru setelah ia dilantik sebagai ketua. Ternyata potensinya adalah memimpin orang; bukan mengurus belanjawan!
Demikian pula ramai ahli pidato yang handal yang kita temui dalam jamaah dakwah ini ketika mereka diamanahkan secara tiba-tiba bagi menggantikan ahli pidato sediada yang terhalang oleh sesuatu sebab.

Menyedari kedudukan potensi rijal bagi kelangsungan dakwah ini amat bermakna maka para rijal dakwah perlu mengasah dan mempertajamkannya kerana walauapapun potensi yang dimilikinya, ianya sangat berguna bagi dakwah ini.
Perumpamaannya seperti butiran pasir. Memang secara fizikalnya sebutir pasir yang sangat kecil saiznya apabila dibandingkan dengan bahan lainnya dalam sebuah bangunan terasa begitu amat kecil sekali di mana nampaknya ia bukanlah unsur penentu dalam kekukuhan bangunan tersebut.

Andaian ini benar apabila hanya sebutir pasir sahaja yang berpandangan demikian tetapi jika seluruh butiran pasir beranggapan yang sama maka robohlah bangunan tersebut.Oleh kerana itu, seseorang rijal dakwah tidak boleh memandang remeh terhadap berbagai potensi yang diberikan oleh rijal lainnya. Malah ia seharusnya menghargai potensi-potensi tersebut dan memberi semangat untuk berusaha terus meningkatkannya kerana Allah swt menyukai orang-orang yang dapat ikut serta dalam barisan dakwah ini dengan potensi yang diberikanNya.

“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
(QS Al Isra’ : 84) 

Jadi, setiap waktu yang berlalu, sedapat mungkin, potensi rijal dakwah hendaklah semakin tajam dan meningkat seperti ungkapan seorang ulama’ tatkala berjumpa dengan temannya menyatakan:

“Tidak aku temukan dalam dirinya setiap berlalunya waktu kecuali semakin meningkat kebaikan keperibadiannya.”

Apabila keadaan ini menjadi watak dan keperibadian para rijal dakwah, maka tidak mustahil kemenangan yang diimpikan itu adalah amat dekat.Semoga kita mampu menumbuhkan lima ciri-ciri rijal pilihan dalam diri kita sehingga langkah kita semakin mantap dalam mengisi paksi sosial dan paksi-paksi seterusnya dan hanya kepada Allah kita mengharapkan rahmat, taufik dan hidayahNya.

Ya Allah, berilah kemudahan kepada kami untuk meningkatkan ciri-ciri kelayakan sebagai rijal pilihan sehingga dakwah ini akan memberikan kesan yang mendalam terhadap pemikiran dan perilaku masyarakat yang akhirnya akan memenangkan DeenMu serta menjulang tinggi syariatMu di persada dunia.
Ameen Ya Rabbal Alameen

WAS
Labels: Fikrah
http://tinta-perjalananku.blogspot.com/2012/02/ciri-ciri-rijal-pilihan.html
Maklumat tentang gambar rujukan :

رجال ونساء حول الرسول صلى الله عليه وسلم
Author: Sa’d Yusuf Abu Aziz
Translator: Suleman Fulani
ISBN: 978-603-500-0338
Pages: 608
Weight: 2.01 lbs
Size: 6X9
Binding: Hardback
Click for sample pagesThe author has chosen one hundred personalities amongst the Companions. He compiled narrations, hadiths and incidences that contributed to the distinction of these individuals who have no similitude in the history of mankind after the Prophets of Allah and His Messengers. Their excellence is further clearly established from the study of these individuals, their attributes and their characters with which they were embellished. For this reason, they were from the best of people ever raised up for mankind