Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Sabtu, 14 Mac 2020

V 31 : DOA PARA MALAIKAT BAGI ORANG YANG MENDOAKAN SAUDARANYA

Di antara orang-orang yang berbahagia dengan selawat para Malaikat adalah orang yang didoakan oleh saudaranya dari kejauhan, begitu pula orang yang mendoakannya. Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”
(HR.Muslim)

Di dalam Syarh Shahiih Muslim ada sebuah komentar untuk hadits ini, penulis berkata:

“Dalam hadits ini ada sebuah keutamaan doa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya. Seandainya seseorang berdoa untuk satu kelompok umat Islam, maka ia akan mendapatkan pahala yang telah ditetapkan, dan seandainya ia berdoa untuk seluruh kaum muslimin, maka yang aku fahami, ia pun mendapatkan pahala yang telah ditentukan.”
(Syarh an-Nawawi XVII/49)

Orang-orang yang gigih dalam mendapatkan selawat para Malaikat, mereka semua bersemangat dalam mendoakan saudara-saudara mereka sesama muslim tanpa sepengetahuan saudara yang didoakannya itu dan hal ini sentiasa ada.

Mari Sertakan Saudara Seiman kita dalam doa-doa kita
Mintakan kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA pertolongan, kesabaran, keselamatan, kekuatan, kecukupan, dan ampunan untuk saudara-saudara seiman kita khususnya di Palestin, Syria, Uighur, Mesir, Afghanistan, Yaman, Rohingya, Afrika, India semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA sentiasa melindungi dan menjaga iman mereka dalam menghadapi setiap ujian berat yang sedang mereka jalani dan kita tidak dilalaikan untuk sentiasa ingat dan bersyukur atas nikmat yang ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA berikan.
Sehebat apapun makar tipudaya mereka tidak akan mampu menghilangkan Islam di Uighur.
Islam akan terus ada di Uighur dengan izin ALLAH.
"HASBUNALLAHU WANI'MAL WAKIL."




V 30 : PERJALANAN HIDUP MANUSIA SEBELUM MATI

Tidak ada satu pun orang yang mengetahui seperti apa akhir perjalanan hidupnya di dunia. Apakah menjadi baik atau sebaliknya, malah menjadi buruk pada akhir ajalnya, wal'iyadzubillah. Hanya ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA yang mengetahuinya.

Kisah seorang ahli ibadah berikut ini patut menjadi bahan pelajaran bagi kita semua. Syekh Taqiyuddin al-Hanbali dalam Mashaib al-Insan min Makaid as-Syaithan menukilkan perjalanan hidup Syekh Barshisha. Sebelum akhir hidupnya, Barshisha merupakan seorang hamba Allah yang ahli ibadah dan sangat baik budi pekertinya.
Selama hidupnya, dia mempunyai 60 ribu anak murid dan semua anak muridnya itu menjadi ulama dan para wali ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA.

Amat  luar biasanya, Barshisha, dalam perkara ibadah, sampai-sampai menarik decak kagum para malaikat. "Mengapa kalian kagum dengan Barshisha? Padahal, Aku lebih tahu. Barshisha itu akan kafir dan masuk neraka jahanam selama- lamanya," demikian dialog Sang Khalik dengan para malaikat, seperti dinukilkan oleh Syekh Taqiyuddin dalam kitabnya tersebut.

Kisah yang sama juga ditulis oleh sejumlah ulama, di antaranya, Imam at-Thabari dalam tafsir surah al-Hasyr ayat 16-17 dari riwayat Ibnu Mas'ud, Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, dan al-Bidayah wa an-Nihayah Juz II, serta Imam al-Qurthubi. Pernyataan ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA itu ternyata didengar iblis.

Iblis yakin bahawa Sang Alim tersebut akan binasa dalam perangkapnya. Benar saja, iblis pun mulai menyiapkan agenda-agenda untuk memperdaya sasarannya itu. Iblis mendatangi kediaman Barshisha. Iblis menyamar sebagai seorang hamba Allah yang soleh dan taat. Ia meminta bertemu dengan Barshisha. Kemudian, Barshisha memperkenalkan diri dan bertanya pada tamunya.

"Engkau ini siapa dan apa maksudmu?" Iblis menjawab, "Aku ini hamba Allah yang beribadat kepadaNya dan aku ingin pula membantu tuan dalam hal-hal ibadah." Kemudian, Barshisha berkata kepadanya. "Barangsiapa bermaksud beribadah kepada Allah maka sesungguhnya Allah akan mencukupinya sebagai teman baik."
Syahdan, selama beberapa hari, iblis menampakkan kegigihan dan kesungguhannya beribadah. Iblis beribadah tiga hari tiga malam berturut-turut tanpa tidur, makan, dan minum. Pemandangan ini pun membuat Barshisha takjub. "Aku ini pernah tidur dan aku ini makan dan minum sedangkan engkau tidak makan sama sekali, padahal aku beribadah kepada Allah bertahun-tahun tanpa sanggup meninggalkan makan minum. Oleh kerana itu, apakah dayaku agar aku ini boleh menjadi seperti engkau?" Tanya Barshisha.
Iblis menjawab, "Pergilah engkau dari tempat ini dan kerjakan larangan Allah, kemudian setelah itu taubatlah kepada Allah kerana Dia Maha Pengasih maka engkau akan mendapat kemanisan bertaubat kepadaNya."
Barshisha bertanya, "Bagaimana aku akan mendurhakai Allah setelah aku menyembahNya sekian lama?"
Iblis menjawab, "Manusia apabila berdosa memerlukan keampunan atas segala dosa-dosanya."
Barshisha bertanya, "Apakah dosa yang baik saya kerjakan?" Iblis menjawab, "Zina."
Barshisha berkata, "Kalau begitu, pasti aku tidak melakukannya." Iblis menjawab, "Engkau bunuh seorang hamba Allah yang mukmin." Barshisha berkata, "Aku tidak akan lakukannya." Iblis berkata lagi, "Kalau begitu minum sajalah air yang memabukkan, ini adalah yang lebih gampang dan ini adalah tidak ada hubungan dengan orang lain."
Barshisha bertanya, "Di manakah aku akan mendapatkan minuman ini?" Iblis berkata, "Engkau pergi ke salah satu kampung yang menjual minuman yang memabukkan." Dengan serta-merta, Barshisha pun pergi ke tempat yang ditunjukkan Iblis itu. Setelah ke tempat itu, Barshisha pun menemui seorang wanita cantik lagi cakap yang pekerjaannya menjual minuman keras.
Barshisha membeli sebotol khamar dari perempuan itu, kemudian meminum hingga ia pun mabuk.
Dalam kondisi mabuk itulah, Barshisha lantas menzinai perempuan itu. Kemudian, dengan tiba-tiba, suami sang perempuan tiba di rumah. Merasa terdesak, akhirnya Barshisha membunuhnya.

Setelah kejadian itu, iblis kembali menyamar sebagai manusia biasa. Lantas, iblis membawa Barshisha kepada penguasa pada zaman itu. Penguasa menjatuhkan hukuman bahawa Barshisha harus dipukul 80 kali akibat meminum khamar dan ditambah 100 kali kerana berzina. Untuk pelanggaran terakhir, iaitu membunuh nyawa tak berdosa, Barshisha diganjar harus disalib.

Tatkala Barshisha dinaikkan ke tiang salib, iblis datang ke tempat Barshisha. Iblis menyamar seorang lelaki yang baik. Iblis bertanya, "Bagaimanakah pendapatmu tentang keadaanmu sekarang?" Barshisha menjawab, "Malang bagi orang yang percaya kepada teman yang jahat, tentulah orangnya akan binasa."
Iblis menjawab, "Aku telah beribadat bersamamu sekian tahun lamanya, akulah yang menyebabkan engkau disalib. Jika engkau menghendaki turun dari tiang salib, aku akan menurunkan engkau. "Barshisha menjawab, "Itulah yang aku maksudkan. Turunkanlah aku. Aku akan berikan apa yang kau pinta dariku."
Berkatalah iblis, "Nah, sujudlah kepadaku." Barshisha menjawab, "Bagaimana aku bersujud, padahal aku terikat di tiang ini?" Iblis menjawab, "Sujudlah dengan menganggukkan kepalamu." Maka, Barshisha pun mengisyaratkan kepalanya dengan maksud sujud kepada iblis. Dengan sujud Barshisha, kafirlah ia kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA dan pada agamaNya.

Lantas, apakah iblis tetap menolong Barshisha?
Tidak. Ketika ia telah berhasil menyesatkannya, ia lepas tangan. Iblis berkata, "Aku melepas diri dari engkau (Barshisha), aku takut kepada Allah, Tuhan yang Maha Besar serta sekalian alam."
(QS al-Hasyr [59]: 16).

Tugas kita sebagai manusia yang lemah dan tak berdaya ini adalah berusaha bagaimana agar boleh mendapatkan pertolongan ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA dari awal kehidupan sampai akhir. Sesungguhnya kesejahteraan seorang hamba bukan ketika hidup, melainkan pada penghujung hidupnya.
Dan, kerana Dialah pemilik hati sesungguhnya. "Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikkannya sesuai kehendakNya."
(HR Muslim dari Abdullah bin Amr RA).



V 29 : APAKAH PENGHAYATAN SOLAT

Apakah engkau merukukkan badan lahir engkau sahaja di waktu solat?
Sedangkan batin engkau, engkau tidak terasa rukuk?
Kalau jasad lahir engkau sahaja yang rukuk, rukuk itu engkau tidak hayati, rukuk engkau tidak ada erti apa-apa.

Di waktu engkau sujud. Apakah hati engkau sujud sama? Anggota lahir sahaja? Tidak terasa apa-apa?
Ia hanya sekadar exercise sahaja, ertinya engkau bersenam. Kalau hati engkau tidak ikut berserta sujud.

Di kala engkau berdiri solat, terasakah engkau berdiri di hadapan Tuhan yang tidak bercara?
Terasa Tuhan melihat, tahu, mendengar dan berkuasa di atas engkau. Di waktu itu engkau malu kepadaNya. Hingga terpaku hati dan fikiran engkau dengan Tuhan, tidak sempat engkau mengingati perkara-perkara lain.
Di ketika itu kebesaran Tuhan sahaja yang engkau rasa. Kalau di waktu berdiri tidak terasa apa-apa terhadap Tuhan. Mengapa engkau berdiri?
Untuk apa engkau berdiri? Seolah-olah engkau berdiri sahaja-sahaja!

Berdiri tidak punyai erti apa-apa. Kalau sepanjang masa engkau bersolat begitu rupa. Rupanya selama ini engkau bersenam, bersenam dengan rupa orang bersolat. Kerana itulah solat engkau tidak merubah perangai. Sama saja seperti orang yang tidak bersolat. Hakikatnya engkau belum bersolat.



V 28 : ASMAUL HUSNA DAN ERTINYA

Ya Allah (Dzatullah).
Ya Rohman (Maha Pengasih).
Ya Rohim (Maha Penyayang).
Ya Malik (Maha Merajai).
Ya Qudus (Maha Suci).
Ya Salam (Maha Pemberi Kesejahteraan).
Ya Mu'min (Maha Pemberi Keamanan).
Ya Muhaimin (Maha Pengatur).
Ya 'Aziz (Maha Perkasa).
Ya Jabar (Maha Gagah).
Ya Mutakabbir (Maha Pemilik Kebesaran).
Ya Kholiq (Maha Pencipta).
Ya Bari (Maha Menyeimbangkan).
Ya Mushowir (Maha Pembentuk Rupa makhluk).
Ya Ghofar (Maha Pengampun).
Ya Kohar (Maha penakluk).
Ya Wahab (Maha pemberi kurnia).
Ya Rhazaq (Maha Pemberi Rezeki).
Ya Fathah (Maha Pembuka Rahmat).
Ya 'Alim (Maha mengetahui).
Ya Khobidh (Maha Menyempitkan).
Ya Basith (Maha melapangkan).
Ya Khofidh (Maha Merendahkan).
Ya Rofi' (Maha Meninggikan).
Ya Mu'iz (Maha Memuliakan).
Ya Mudzil (Maha Menghinakan).
Ya Samii' (Maha Mendengar)
Ya Bashiir (Maha Melihat).
Ya Hakam (Maha Menetapkan).
Ya Adl (Maha Adil).
Ya Lathiif (Maha lembut).
Yakhabir (Maha mengenal).
Ya Halim (Maha Penyantun)
Ya 'Azhim (Maha Agung).
Ya Ghafuur (Maha Pengampun).
Ya Syakuur (Maha Pembalas Budi).
Ya 'Aliy (Maha Tinggi).
Ya Kabir (Maha Besar)
Ya Hafizh (Maha Melihara).
Ya Muqiit (Maha Mencukupi)
Ya Hasib (Maha pembuat Perhitungan).
Ya Jalil (Maha Luhur)
Ya Kariim (Maha Pemurah).
Ya Raqiib (Maha mengawasi)
Ya Mujib (Maha mengabulkan)
Ya Wasi' (Maha Luas).
Ya Hakim (Maha Bijaksana)
Ya Waduud (Maha Mengasihi).
Ya Majid (Maha Mulia)
Ya Baa'its (Maha Membangkitkan).
Ya Syahid (Maha Menyaksikan).
Ya Haqq (Maha Benar).
Ya Wakil (Maha Memelihara).
Ya Qowwiyu (Maha Kuat).
Ya Matiin (Maha kukuh)
Ya Waliy (Maha Melindungi).
Ya Hamid (Maha Puji).
Ya Muhshii (Maha Menghitung)
Ya Mubdi' (Maha Memulai).
Ya Mu'iid (Maha mengembalikan Kehidupan).
Ya Muhyii (Maha Menghidupkan).
Ya Mu'mit (Maha Mematikan).
Ya Hayyu (Maha Hidup).
Ya Qayyu um (Maha Mandiri).
Ya Waajid (Maha Penemu).
Ya Maajid (Maha Mulia).
Ya Wahiid (Maha Tunggal).
Ya Ahad (Maha Esa).
Ya Shamad (Maha Tempat Bergantung/Meminta).
Ya Qaadir (Maha Menentukan).
Ya Muqtadir (Maha Berkuasa).
Ya Muqadiim (Maha Mendahulukan).
Ya Mu'Akhir (Maha Mengakhirkan).
Ya Awwal (Maha Awal).
Ya Akhir (Maha Akhir).
Ya Dzaahir (Maha Nyata).
Ya Bathiin (Maha Ghaib).
Ya Waali (Maha Memerintah).
Ya Muta'alii (Yang Maha Tinggi).
Ya barru (Maha Dermawan).
Ya Tawwaab (Yang Maha Penerima Taubat).
Ya Muntaqim (Maha Pemberi Balasan).
Ya 'Afuww (Maha Pemaaf).
Ya Ra'uuf (Maha Pengasuh).
Ya Malikal Mulki (Maha Menguasai Kerajaan Semesta)
Ya Dza Lalaali Wal ikraam (Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan).
Ya Muqsith (Maha Pemberi Keadilan).
Ya Jamii' (Maha Mengumpulkan).
Ya Ghaniyy (Maha Kaya)
Ya Mughnii (Maha Pemberi Kekayaan).
Ya Maani (Maha Pencegah).
Ya Ad Dhaar (Maha Penimpa Kemudaratan)
Ya Nafii' (Maha Memberi Manfaat).
Ya Nuur (Maha Menerangi).
Ya Haadii (Maha Pemberi Petunjuk).
Ya Badii' (Maha Pencipta Tiada Bandingan).
Ya Baaqii' (Maha Kekal).
Ya Waaristh (Maha Pewaris).
Ya Rashyid (Maha Pandai).
Ya Shabuur (Maha Sabar).
Semoga ALLAH SUBHANAHU WA TA‘ALA akan memberkahi kita semua. Aamiin…


V 27 : 5 AMALAN JARIAH ANAK-ANAK UNTUK IBUBAPA YANG TELAH PERGI


Seorang anak yang baik boleh melakukan pelbagai kebaikan lain untuk membantu ibubapanya yang telah meninggal dunia dengan ikhtiar dan usaha seperti;

1- Banyakkan Bersedekah
Pelbagai sedekah boleh dilakukan, terutama sedekah jariah seperti derma kepada pembinaa masjid, mewakafkan tanah untuk tapak perkuburan, derma pakaian kepada rumah anak yatim.

Selalulah sedekahkan al-Fatihah, surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, surah an-nas dan ayat-ayat al Quran yang lain dan sebaiknya dibaca sendiri oleh anak-anak mereka. Selain itu, lakukanlah upah haji untuk mereka (niat haji untuk ibubapa yang telah meninggal dunia yang belum sempat menunuaikan haji).

2- Selesaikan hutang-piutang mereka
Jika semasa hidupnya ibubapa pernah berhutang, berusahalah untuk membayar semua hutang itu, seperti hutang dengan bank, ansuran kereta dan lain-lain pinjaman.

Manakala hutang dengan Allah SWT adalah anzar yang penah dilakukan oleh arwah, ni termasuklah fidyah meninggalkan puasa. Selain itu, tunaikanlah wasiat dan janji yang tidak sempat dilakukan semasa mereka hidup.

3- Melakukan Amal Soleh
Sebagai anak yang soleh, jauhkan diri dari melakukan perkara-perkara yang dilarang oleh Allh SWT, seperti maksiat dan tidak menutup aurat.

Elakkan bergaduh sesama adik beradik kerana berebutkan harta pusaka, sebaliknya banyakkan beramal soleh dengan berbuat kebaikan dan tuntutan agama. Ini kerana segala kebaikan ini akan memberikan saham kepada ibubapa di alam barzakh sana.

4- Menjaga Silaturahim Dengan Keluarga Dan Sahabat Baik Mereka
Salah satu cara lain untuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal adalah menjaga silaturahim, menghormati dan membantu keluarga, dan para sahabat mereka. Dalam hadis Rasulullah bersabda;

“Sesungguhnya suatu hal yang paling berbakti ialah silaturahim seorang anak kepada kerabat yang mencintai ayahnya.”
[Hadis Riwayat Muslim]

Ini kerana, menghormati mereka beerti kita menghormati kedua orang tua kita.

5- Menziarahi Kubur Mereka
Berziarahlah ke kubur mereka sambil berdoa, selain membersihkan kawasan tersebut. Dengan menziarahi kubur juga membuatkan kita sentiasa mengingati kematian yang semestinya akan dilalui oleh setiap makhluk Allah.

Meskipun kedua orang tua kita sudah meninggal, kita seharusnya tetap berbakti kepada mereka dengan cara melakukan cara-cara di atas, sebagai kewajipannya seorang anak yang soleh.

Sayangilah ibubapa kita semasa masih hidup atau sewaktu mereka telah meninggal dunia sekalipun. Sesungguhnya sangat besar jasa mereka kepada kita sepanjang kehidupan mereka, dari waktu melahirkan sehinggalah mereka tiada. Allah SWT jua yang membalasnya. al-Fatihah!

Syukur kita masih diberikan peluang oleh Allah SWT, gunakan peluang ini dengan sebaiknya. Siapkan bekalan kita secukupnya sebelum pulang.

Jumaat, 13 Mac 2020

V 26 : MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAH


Islam ialah agama yang dibawa oleh RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM iaitu agama yang diredai oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.

Perkataan Islam itu ertinya : menyerah diri dan menurut perintah.

Rukun Islam :

Rukun Islam itu lima perkara :

Pertama : mengucap dua kalimah syahadah

Kedua : sembahyang sehari semalam lima waktu

Ketiga : memberi zakat (dan fitrah)

Keempat : puasa Ramadhan

Kelima : mengerjakan haji (dan umrah) ke Baitillah Al-Haram

Rukun Islam yang Pertama

Kalimah Syahadah

Rukun Islam yang pertama ialah mengucap dua kalimah syahadah iaitu :

“Aku mengaku(bersaksi) bahawa tiada tuhan yang sebenarnya melainkan Allah dan aku mengaku(bersaksi) bahawa Nabi Muhammad itu pesuruh Allah.”

Hendaklah disertakan dengan mengucap dua kalimah syahadah itu membenarkan dengan hati bahawa tiada tuhan yang sebenar melainkan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan bahawa Nabi Muhammad itu sebenarnya Rasul (pesuruh) yang diutuskan oleh ALLAH SUBHANAHU WA TAALA kepada sekelian alam ini.

Kandungan Kalimah Syahadah :

Di dalam dua kalimah syahadah itu terkandunglah kepercayaan kepada ketuhanan yang sebenar dan kepercayaan kepada Rasul.
Seseorang yang berlafaz dengan dua kalimah syahadah itu adalah memberi pengakuan akan adanya tuhan yang sebenar iaitu ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan memberi pengakuan bahawa sebenarnya Tuhan telah mengutuskan Rasulnya kepada sekelian alam ini iaitu NABI MUHAMMAD  SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM.

Syarat- syarat Sah Syahadah :

Apabila seorang bukan Islam mengucap ia akan dua kalimah syahadah itu serta dengan kepercayaan di dalam hatinya maka jadilah ia seorang Islam dan terpeliharalah dirinya, hartanya, dan nyawanya seperti mana terpeliharanya diri harta dan nyawa seorang Islam.

Maka syarat sah syahadah itu enam perkara :

Pertama : hendaklah tertib lafaz-lafaz syahadah itu seperti yang dinyatakan itu.
Kedua : hendaklah melafazkan kedua-dua kalimah syahadah itu dengan berturut-turut.
Ketiga : hendaklah faham akan makna kedua-duanya.
Keempat : hendaklah mendustakan sekilan perkara yang menyalahi bagi maksudnya syahadah itu.
Kelima : hendaklah menggunakan perkataan “أشهد” pada keduanya.
Keenam : jangan syak pada keduanya.

V 25 : TIGA DOA JANGAN DILUPAKAN DALAM SUJUD

1. Mintalah dimatikan dalam keadaan husnul khatimah :
Allahumma inni as'aluka husnal khatimah.
Ertinya : "Yaa Allah aku meminta kepadaMu husnul khatimah."

2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum mati:
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut.
Ertinya: "Yaa Allah berilah aku rezeki taubat nasuha(atau sebenar-benarnya taubat) sebelum mati."

3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas agamanya:
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika.
Ertinya: "Yaa Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu."

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik dengannya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat. Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, kerana tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Syurga ALLAH SUBHANAHU WA TAALA.