Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Sabtu, 29 Disember 2018

T 121 : NASIHAT BA'DA ISYAK


Kalau ada banyak waktu dan kesempatan untuk berfastabiquul khairat maka pergunakanlah kesempatan itu dengan sebaik-baiknya walaupun hanya berupa sebuah senyuman terhadap siapapun.



T 120 : BENARKAH KITA SUDAH BERHIJRAH?


RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM bersabda yang bermaksud :


“Orang Yang Berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah.”
(HR.Bukhari)






T 119 : AMALAN TERBAIK


Amal ini menjadikan kalian yang terbaik: Membaca TASBIH, TAHMID, TAKBIR setiap selesai solat sebanyak TIGA PULUH TIGA kali.



T 118 : ADAP DAN KELEMBUTAN


Islam sejatinya penuh adab dan kelembutan, memadamkan api tentu tidak boleh dengan minyak tapi dengan air yang menyejukkan.



T 117 : GIVE AND GIVE


Ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang bekerja sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing galak.

Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar biri-biri petani.
Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tapi ia tidak mahu peduli.
Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa biri-biri, sehingga terluka parah.
Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.
Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dan berkata;

"Saya boleh saja menghukum pemburu itu, dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya, tapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?”
Petani itu menjawab bahawa ia lebih suka mempunyai seorang Sahabat.
"Baik, saya akan menawari anda sebuah solusi yang mana anda harus menjaga biri-biri anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga anda tetap sebagai sahabat”.
Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju. Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim.

Dia mengambil tiga biri-biri terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak tetangganya itu, yang mana mereka menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan biri-biri tersebut.

Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu biri-biri pak tani.
Sebagai rasa terima kasih atas kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya, petani mengirimkan daging biri-biri dan keju buatannya.
Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi Sahabat yang baik.
-Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong.
-Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian yang luar biasa.


T 116 : CATATAN PINGGIR


Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berpesan:

ﺍﺗَّﺒﻊ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﻬﺪﻯ ﻭﻻ ﻳﻀﺮﻙ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺴﺎﻟﻜﻴﻦ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻭﻃﺮﻕ ﺍﻟﻀﻼﻟﺔ ﻭﻻ ﺗﻐﺘـﺮَّ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺍﻟﻬﺎﻟﻜﻴﻦ .

“Ikutilah jalan kebenaran dan jangan bersedih dengan sedikitnya jumlah orang yang menapakinya. Dan jauhilah jalan-jalan kesesatan dan jangan terpedaya dengan banyaknya jumlah orang yang celaka (kerana mengikutinya).”
(As-Shawaiqul Mursalah: 3/ 86)

Kisah kali ini membuat saya merenungi kembali ucapan seorang dosen semasa di bangku ma'had dulu. Bahawa ujian terberat setelah mendapat hidayah adalah kemampuan bertahan dan mati di atas hidayah tersebut. Itulah hikmah mengapa kita selalu memohon hidayah kepada
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dalam solat kita.

Dahulu, tokoh dalam kisah ini begitu mencintai Sunnah, namun kini sikapnya berubah.
Anehnya perubahan itu dianggap sebagai suatu hidayah. Adakah yang lebih merugi dari orang yang menganggap kesesatan sebagai hidayah?

Maha Benar
ALLAH SUBHANAHU WA TAALA  yang telah berfirman:

“Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya.”
(QS: Al-Kahfi: 103-104)

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk daripada Allah sedikitpun?”
 (QS: Al Qasas: 50)

Begitulah akhir cerita orang-orang yang memulai pelajaran hidupnya dengan dialektika-dialektika berfikir.
Kecerdasannya membuat dia lupa bahawa dirinya kecil dan jahil di hadapan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA. Semoga dia cepat kembali ke pangkuan hidayah.
Akhi fillah.

Lebih baik menjadi setitik putih di atas lembaran hitam ketimbang menjadi abu-abu.
Allahumma tsabbitna alal huda.


Madinah 22-06-1436 H
ACT El-Gharantaly CATATAN PINGGIR


T 115 : BELAJAR DARI PENJUAL GADO-GADO


Kisah Daripada Seorang Teman....
Pulang Pejabat, singgah dulu untuk beli titipan orang rumah, Kali ini dititipin Gado-gado.
Akhirnya ketemu gerobak Gado-gado, kok ini gerobaknya kosong tidak ada orang yang jaga.
"Bu, ini tukangnya mana Buu?" tanyaku ke tukang cucur di sebelahnya.
"Oh, lagi solat asar Buu. Sudah dari tadi, sebentar lagi datang."  jawabnya.
Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri sudah saya tinggal langsung.
Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.
Tak berapa lama datanglah penjual gado-gafo tersebut,
"Beli gadi-gado Buu satu." Ucapku.
Entah mengapa, tiba-tiba berubah fikiran, "dua bungkus Buu."
Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli gado-gado juga. Entah dari mana mereka, tadi saya menunggu sendiri tidak ada orang lain, tiba-tiba mereka datang memesan gado-gado
Ma syaa Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan solat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai Atau mungkin pegawai-pegawai pejabat, rela menunda-nunda solat bahkan meninggalkan solat hanya kerana alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalau ALLAH SUBHANAHU WA TAALA lah yang mengatur rezeki.
Penjual gado-gado ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya untuk solat, seakan-akan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari solat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan ALLAH SUBHANAHU WA TAALApun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.
Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, nescaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
(HR Ibnu Hibban)



T 114 : SIAPA SAHABAT SEJATI?


Sahabat sejati bukanlah dia yang selalu membenarkan perkataanmu, tapi dia yang selalu berkata benar kepadamu, walau kadang perkataannya menyinggung perasaan.
Sahabat yang tulus adalah dia yang tulus menasihatimu demi kebaikanmu, bukan dia yang tulus memuji pada sesuatu yang tidak terpuji.

Sahabat sejati adalah dia yang tidak mencelakakan dirimu baik di dunia mahupun di akhirat. Dan "PERSAHABATAN SEJATI" ialah mereka yang mengikat persahabatan dengan tali iman. Kerana ia akan terus kekal hingga hari kiamat.
Bukan persahabatan yang dibangun di atas nafsu dan kelalaian, kerana ia tidak akan lama bertahan.

Bahkan di akhiratpun mereka saling bermusuhan. ALLAH SWT berfirman,

ﺍﻟْﺄَﺧِﻠَّﺎﺀُ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻋَﺪُﻭٌّ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ

“Sahabat-sahabat karib (di dunia) pada hari itu (kiamat) akan saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf (43) : 67)

Dan sungguh rugi orang-orang yang mengambil sahabat dari orang-orang yang jauh dari agama ALLAH, kerana kelak justeru mereka akan menyesal dengan penyesalan yang amat dalam.

Betapa tidak? Kerana ALLAH SWT telah berfirman,

 ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﻳَﻌَﺾُّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻢُ ﻋَﻠَﻰ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺘَﻨِﻲ ﺍﺗَّﺨَﺬْﺕُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ ‏( 27 ‏) ﻳَﺎ ﻭَﻳْﻠَﺘَﻰ ﻟَﻴْﺘَﻨِﻲ ﻟَﻢْ ﺃَﺗَّﺨِﺬْ ﻓُﻠَﺎﻧًﺎ ﺧَﻠِﻴﻠًﺎ ‏( 28 ‏) ﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺿَﻠَّﻨِﻲ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﺟَﺎﺀَﻧِﻲ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻟِﻠْﺈِﻧْﺴَﺎﻥِ ﺧَﺬُﻭﻟًﺎ ‏( 29 )


“Pada hari ketika orang-orang zalim menggigit jari tangan mereka, seraya berkata, “Duhai, seandainya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul (utusan ALLAH).
Duhai seandainya aku TIDAK MENJADIKAN FULAN sebagai SAHABATKU. Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari petunjuk (al Quran) ketika ia datang kepadaku, dan sungguh syaitan benar-benar licik terhadap manusia.”
(QS. al-Furqan (25) : 27-29)

Maka, carilah sahabatmu dari mereka yang beriman dan berakhlak mulia.


T 113 : JADILAH SEBAGAIMANA KEHENDAK IMAN

Jadilah kalian wahai muslimin dan muslimat, sebagaimana yang dikehendaki oleh iman kalian.
Janganlah kalian berpecah belah dan saling bermusuhan.
Janganlah kalian saling mengacuhkan atau menghajar.
Jadilah kalian seperti bangunan yang saling menguatkan antara bangunan yang satu dengan yang lainnya.

Di dalam Al Quran Allah SWT berfirman,

"Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, iaitu: "Bersyukurlah kepada Allah dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur(kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibubapamu, hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak
ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu lah kembalimu, Maka akanKu beritakan kepadamu tentang apa yang telah kamu kerjakan.
(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, nescaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Teliti lagi Maha mengetahui. Hai anakku, dirikanlah solat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh
Allah) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia kerana sombong, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai."
(QS (Luqman: 12-19)

 Di dalam Al Quran Allah SWT berfirman, "Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, iaitu: "Bersyukurlah kepada Allah dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar)."
Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapamu, hanya kepadaKu lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah
kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu lah kembalimu, Maka akanKu beritakan kepadamu tentang apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, nescaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Teliti lagi Maha mengetahui. Hai anakku, dirikanlah solat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia kerana sombong, dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai."
(QS (Luqman: 12-19)



T 112 : WASIAT - NASIHAT LUQMAN AL HAKIM

Ini adalah 50 Nasihat Luqman Al Hakim kepada masyarakat kita, Anaknya. Apabila aku tidak sempat menyampaikan kepada anak-anakku, Semoga suatu hari mereka sempat membaca 50 Nasihat ini dan mengamalkannya. Semoga mereka menjadi anak yang Soleh dan Solehah, berbakti kepada orang tua, menjadi pembela bagi agamaNya, bermanfaat bagi bangsa dan negaranya. Aamiin.

Luqman Al-Hakim mengajar anaknya ilmu yang datang daripada sisi Allah Yang Maha Mengetahui. Beliau pernah berpesan dan menasihati anaknya:

1. “Wahai anak kesayanganku! Allah SWT memerhatikan dirimu dalam kepekatan malam, semasa engkau bersolat atau tidur lena di belakang tabir di dalam istana. Dirikan solat dan jangan engkau berasa ragu untuk meninggalkan perkara makruh dan melempar jauh segala kejahatan dan kekejian.”

2. “Wahai anakku! Selalulah berharap kepada Allah SWT tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai Allah SWT. Takutlah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takut (takwa), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Allah SWT.”

3. “Wahai anak! janganlah engkau mempersekutukan Allah SWT (dengan sesuatu yang lain), sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar.”

4. “Wahai anakku, Bersyukurlah kepada Tuhanmu kerana kurniaanNya. Orang yang mulia tidak mengingkari Penciptanya kecuali orang yang kufur.”

5. “Wahai anakku! Bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah seperti orang yang mencari kayu api, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.”

6. “Wahai anakku! Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Jika engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama TAKWA, isinya ialah IMAN dan Layarnya adalah TAWAKKAL kepada Allah SWT.”

7. “Wahai anakku! Orang-orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan daripada Allah SWT. Orang yang insaf dan sedar setelah menerima nasihat orang lain, maka dia akan sentiasa menerima kemuliaan daripada Allah SWT juga.”

8. “Wahai anakku! Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riak yang akan mendatangkan cela pada dirimu.”

9. “Wahai anakku! Jangan engkau berjalan sombong serta takbur, Allah SWT tidak meredai orang yang sombong dan takbur.”

10. “Wahai anakku! Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.”

11. “Wahai anakku! Bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah dia terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah.”

12. “Wahai anakku! Apabila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.”

13. “Wahai anakku! Sesesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.”

14. “Wahai anakku! Bergaul rapatlah dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.”

15. “Wahai anakku! Janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan hati, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, dan janganlah mensia-siakan hartamu.”

16. “Wahai anakku! Sekiranya kamu di dalam solat, jagalah hatimu, sekiranya kamu makan, jagalah kerongkongmu, sekiranya kamu berada di rumah orang lain, jagalah kedua matamu dan sekiranya kamu berada di kalangan manusia, jagalah lidahmu.”

17. “Wahai anakku! Usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, berusahalah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.”

18. “Wahai anakku! Berdiam diri itu adalah hikmah (perbuatan yang bijak) sedangkan amat sedikit orang yang melakukannya.”

19. “Wahai anakku! Janganlah engkau menghantarkan orang yang tidak cerdik sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.”

20. “Wahai anakku! Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.”

21. “Wahai anakku! Sesungguhnya orang bertalam dua muka bukan seorang yang jujur di sisi Allah SWT.”

22. “Wahai anakku! Jauhilah bersifat dusta, sebab berbohong itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.”

23. “Wahai anakku! Sesiapa yang berbohong hilanglah air mukanya dan sesiapa yang buruk akhlaknya banyaklah dukacitanya.”

24. “Wahai anakku! Bersabarlah di atas apa yang menimpa dirimu kerana yang demikian itu menuntut kepastian kukuh daripadamu dalam setiap kejadian dan urusan.”

25. “Wahai anakku! Apabila engkau mempunyai dua pilihan di antara takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.”

26. “Wahai anakku! Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.”

27. “Wahai anakku! Janganlah engkau terus menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah terus memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.”

28. “Wahai anakku! Aku pernah makan makanan yang baik dan memeluk yang terbaik tetapi aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih lazat daripada kesihatan.”

29. “Wahai anakku! Seandainya perut dipenuhi makanan, akan tidurlah akal fikiran, tergendala segala hikmah dan lumpuhlah anggota badan untuk beribadat.”

30. “Wahai anakku! Apabila perutmu telah penuh sesak dengan makanan, maka akan tidurlah fikiranmu, menjadi lemah hikmahmu dan berhentilah (malas) seluruh anggota tubuhmu daripada beribadat kepada Allah SWT dan hilanglah kebersihan hati (jiwa) dan kehalusan pengertian, yang dengan sebab keduanyalah dapat diperoleh lazatnya munajat dan berkesannya zikir pada jiwa.”

31. “Wahai anakku! Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.”

32. “Wahai anakku! Jangan engkau berlaku derhaka terhadap ibu dan ayahmu dengan apa jua sekalipun, melainkan apabila mereka menyuruhmu derhaka kepada Yang Maha Berkuasa.”

33. “Wahai anakku! Allah mewasiatkan dirimu; berbuat baiklah dengan ibu dan ayahmu. Justeru, jangan engkau mengherdik mereka dengan perkataan mahupun perbuatan dibenci.”

34. “Wahai anakku! Seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang kamu lakukan, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam-tanaman.”

35. “Wahai anakku! Orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah SWT, maka dia tawadduk kepada Allah SWT, dia akan lebih dekat kepada Allah SWT dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada Allah SWT.”

36. “Wahai anakku! Seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak mengelamunkan hal-hal yang tidak benar.”

37. “Wahai anakku! Andainya ada sebutir biji sawi terpendam di dalam batu, pasti ketahuan jua oleh Tuhanmu Yang Maha Melihat, Allah Amat Mengetahui segala sesuatu, zahir mahupun batin atau apa yang engkau sembunyikan di dalam dadamu.”

38. “Wahai anakku! Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.”

39. “Wahai anakku! Engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu adalah bilamana engkau mempunyai jiran yang jahat.”

40. “Wahai anakku! Aku pernah memindahkan batu-bata dan memikul besi, tetapi aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih berat daripada hutang.”

41. “Wahai anakku! Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.”

42. “Wahai anakku! Apakah tidak engkau perhatikan, apa yang Allah bentangkan bagimu apa-apa yang ada di langit dan di bumi daripada kebaikan yang amat banyak?”

43. “Wahai anakku! Apa yang engkau menikmati di kehidupan ini lantaran kurniaanNya yang penuh keamanan, keimanan dan kebaikan yang melimpah ruah, di taman dunia yang subur mekar dengan bunga-bungaan serta tumbuhan yang berseri-seri.”

44. “Wahai anakku! Ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu.”

45. “Wahai anakku! Janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH SUBHANAHU WA TAALA bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.”

46. “Wahai anakku! Jangan engkau buang dunia ini ke bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.”

47. “Wahai anakku! Tidak ada kebaikan bagimu untuk mempelajari apa yang belum kamu tahu sedangkan kamu belum beramal dengan apa yang kamu tahu.”

48. “Wahai anakku! Ingatlah dua perkara iaitu ALLAH SUBHANAHU WA TAALA dan mati, lupakan dua perkara lain iaitu kebaikanmu terhadap hak dirimu dan kebaikanmu terhadap orang lain.”

49. “Wahai anakku! Kehinaan dalam melakukan ketaatan kepada ALLAH SUBHANAHU WA TAALA lebih mendekatkan diri daripada mulia dengan maksiat (perkara menyebabkan dosa) kepadaNya. Janganlah anakku undurkan melakukan taubat, sebab kematian datangnya tiba-tiba, sedang malaikat maut tidak memberitahukannya terlebih dulu.”

50. “Wahai anakku! Sesungguhnya lama bersendirian itu dapat memahami untuk berfikir dan lama berfikir itu adalah petunjuk jalan ke syurga.”



T 111 : REZEKI DARIPADA ALLAH SWT


Dulu, saya fikir solat dhuha dan membaca Quran itu adalah pembuka pintu Rezeki dan dulu saya fikir Rezeki itu berwujud seperti wang, banyak job, urusan pekerjaan yang lancar, banyak tabungan, punya banyak aset sana sini, intinya harta atau wang yang banyak.

Setelah mencari makna rezekii dalam Islam sesuai yang tertera dalam Al Quran dan hadist ternyata saya salah besar. Langkah kaki yang mudah untuk hadir ke majlis ilmu itu adalah rezeki. Langkah kaki yang dimudahkan untuk solat berjamaah di mssjid itu adalah Rezeki.

Hati yang ALLAH SWT selalu jaga dan jauhkan dari sifat iri, dengki dan kebencian itu pun adalah Rezeki. Punya teman-teman yang soleh dan ikhlas untuk saling ingat mengingatkan tentang kebaikan itu juga rezeki. Punya orang tua yang sakit-sakitan adalah Rezeki kerana itu merupakan ladang amal pembuka pintu syurga.

Tubuh yang sihat itu adalah rezeki bahkan ketika diuji dengan sakitpun itu juga adalah bentuk lain dari rezeki kerana sakit adalah penggugur dosa dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk-bentuk rezeki daripada ALLAH SWT yang kita tak sedari.

Justeru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita berkecukupan dan penuh kemudahan dan kebahagiaan. Mungkin jika kita dalam keadaan demikian justeru akan membuat kita kufur, sombong, bahkan lupa diri dari mengingat ALLAH SWT.
Padahal banyak sekali hak ALLAH SWT yang belum atau tidak kita tunaikan. Jadi, bersyukurlah atas segala nikmat yang ALLAH SWT telah kurniakan kepada kita.


T 110 : LINDUNGI DIRIMU


Selimutilah dirimu dengan zikir sebagai pelindung dari kejahatan manusia dan jin.












T 109 : KEUTAMAAN PENGHAFAL AL QURAN


1. Menjadi Manusia Terbaik

ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al Quran dan mengajarkannya."
(H.R Bukhari)

2. Di Angkat Darjatnya Oleh Allah SWT

ﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺮْﻓَﻊُ ﺑِﻬٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍَﻗْﻮَﺍﻣًﺎ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﺑِﻪٖ ﺍٰﺧَﺮِﻳﻦَ

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Sesungguhnya Allah mengangkat darjat beberapa kaum dengan kitab (Al Quran) ini dan menghinakan yang lain dengannya."
(H.R Muslim)

3. Bersama dengan Malaikat Yang Mulia

ﺍَﻟْﻤَﺎﻫِﺮُ ﺑِﺎﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔْﺮَﺓِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺭَﺓِ

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Orang yang mahir membaca Al Quran, maka nanti akan berkumpul bersama-sama dengan para malaikat yang mulia dan taat."
(H.R Bukhari dan Muslim)

4. Memperolehi Darjat yang Tinggi Di Syurga

ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟِﺼَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥِ : ﺍِﻗْﺮَﺍْٔ ﻭَﺍﺭْﺗَﻖِ ﻭَﺭَﺗِّﻞْ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ﺗُﺮَﺗٍّﻞُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ , ﻓَﺎِﻥَّ ﻣَﻨْﺰِﻟَﻚَ ﻋِﻨْﺪَ ﺍٓﺧِﺮِ ﺍٓﻳَﺔٍ ﺗَﻘْﺮَﺅُﻫَﺎ

Daripada Abdullah bin'Amru bin Ash RA berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Dikatakan kepada orang yang hafal Al Quran, bacalah Al Quran! dan Naiklah! dan bacalah dengan tartil, sebagaimana kamu melakukannya ketika di dunia, kerana kedudukanmu (di akhirat) ada di akhir ayat yang kamu baca."

5. Orang Tuanya mendapat Mahkota Kemuliaan Di Akhirat

ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺍَٔ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥَ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴﻪِ، ﺍُﻟْﺒِﺲَ ﻭَﺍﻟِﺪَﺍﻩُ ﺗَﺎﺟًﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺿَﻮْﺅُﻩُ ﺍَﺣْﺴَﻦُ ﻣِﻦْ ﺿَﻮْﺀِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻓِﻰ ﺑُﻴُﻮﺕِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ﻇَﻨُّﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺬِﻯ ﻋَﻤِﻞَ ﺑِﻬَﺬَﺍ

"Barangsiapa yang membaca Al Quran dan mengamalkan isi kandungannya nescaya Allah akan memakaikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya kelak pada hari kiamat. Sinarnya lebih terang dari pada sinar matahari yang menyusupi rumah-rumah di dunia, sekiranya (matahari) itu di dalam rumah kalian, bagaimanakah menurut kalian terhadap orang-orang yang mengamalkannya (Al Quran)?"
(H.R Abu Daud)

6. Menjadi Keluarga Allah SWT yang Berada di Atas Bumi

ﺍِﻥَّ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍَٔﻫْﻠِﻴﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣَﻦْ ﻫُﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ : ‏( ﻫُﻢْ ﺍَٔﻫْﻞُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥِ ﺍَٔﻫْﻞُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺧَﺎﺻَّﺘُﻪُ )

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari jenis manusia, sahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah? beliau menjawab: "Ahlul Quran mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang diistimewakannya."
(H.R Ahmad)

7. Mendapat Syafaat Dari Al Quran

ﺍِﻗْﺮَﺅُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥَ ﻓَﺎِﻧَّﻪُ ﻳَﺎْٔﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻟِﺎَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ

"Bacalah Al Quran kerana sesungguhnya Al Quran akan menjadi Syafaat pada hari kiamat bagi pembacanya (penghafalnya)."
(H.R Muslim)

8. Boleh Memberi Syafaat Kepada Keluarganya

ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺍَٔ ﺍﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻈﻬَﺮَﻩُ، ﻓَﺤَﻞٌ ﺣَﻠَﺎﻟَﻪُ ﻭَﺣَﺮَﻡَ ﺣَﺮَﺍﻣَﻪُ،ﺍَﺩْﺥُﻪَﻟَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﺷَﻔَﻌَﻪُ ﻓِﻰ ﻋَﺸَﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻛُﻠُّﻬُﻢْ ﻗَﺪْ ﻭَﺟَﺒَﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Barangsiapa yang membaca Al Quran dan menghafalnya, lalu menghalalkan apa yang dihalalkanNya dan mengharamkan apa yang diharamkanNya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Syurga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafaat kepada 10 orang Keluarganya yang kesemuanya telah diwajibkan masuk neraka."
(H.R Ahmad dan Tirmidzi)

9. Mempunyai Kemuliaan yang dibanggakan

ﺍِﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺷَﺮَﻓًﺎ ﻳَﺘَﺒَﺎﻫُﻮﻥَ ﺑِﻪٖ، ﻭَﺍِﻥَّ ﺑَﻬَﺎﺀَ ﺍُﻣَّﺘِﻲ ﻭَﺷَﺮَﻓَﻬَﺎ " ﺍَﻟْﻘُﺮْﺍٓﻥِ "

Daripada Aisyah Radhiyallahu Anha berkata bahawa RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM bersabda,

"Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai Kemuliaan yang mereka banggakan dan sesungguhnya kebanggaan dan kemuliaan umatku adalah Al Quran."
(H.R Abu Nu'aim-Alhilyah)

10. Dibanggakan Oleh Allah SWT di Sisi Para Malaikat

ﻣَﺎ ﺍﺟْﺘَﻤَﻊَ ﻗَﻮْﻡٌ ﻓِﻰ ﺑَﻴْﺖٍ ﻣِﻦْ ﺑُﻴُﻮﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻳَﺘَﺪَﺍﺭَﺳُﻮﻥُﻩَ ﻓِﻴﻢَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ، ﺍِﻟَّﺎ ﻧَﺰَﻟَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﺴَّﻜِﻴﻨَﺔُ ﻭَﻏَﺸِﻴَﺘْﻬُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔُ ﻭَﺣَﻔَّﺘْﻬُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻼٓﺀِﻛَﺔُ ﻭَﺫَﻛَﺮَﻫُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴﻤَﻦْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah (masjid), membaca kitabullah (Al Quran), saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun atas mereka, Rahmat akan meliputi mereka, para malaikat akan menaungi mereka, dan Allah akan menyebut mereka kepada malaikat yang ada di sisiNya."
(H.R Muslim)

11. Merupakan Pilihan Allah SWT untuk Di Warisi Al Quran

ﺛُﻢَّ ﺍَﻭْﺭَﺛْﻨَﺎ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺻْﻄَﻔَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻧَﺎ

“Kemudian Kitab itu Kami Wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami.”
(Q.S Fathir 32)

12. Memiliki Kedudukan Ilmu yang Tinggi

ﺑَﻞْ ﻫُﻮَ ﺍٓﻳَﺎﺕٌ ﻓِﻲ ﺻُﺪُﻭﺭِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍُٔﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.”
(Q.S Al Ankabut 49)

13. Memiliki Perniagaan yang Tak Pernah Rugi

ﺍِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺍَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَ ﺍَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺳِﺮًّﺍ ﻭَﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻟَﻦْ ﺗَﺒُﻮﺭَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Quran) dan mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
(Q.S Fathir 29)

Semoga memotivasi dan menginspirasi.
# Menghafal Al Quran adalah projek seumur hidup.