Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Isnin, 30 Julai 2012

D 56 LIMA Keistimewaan Sejarah Rasulullah SAW

Dalam sejarah Rasulullah saw. terkumpul beberapa keistimewaan yang membuat orang yang mempelajarinya mendapatkan kesenangan ruhiyah, akliyah, dan sejarah, sebagaimana pelajaran ini adalah suatu hal yang sangat perlu diketahui oleh para ulama syariat dan para da’I yang mengajak kepada agama Allah Swt. yang memperhatikan kemaslahatan masyarakat. agar mereka boleh menyampaikan syariat islam kepada orang lain dengan penuh kesabaran,  hal ini dapat membuat mereka bertahan dan tetap konsisten ketika berhadapan dengan keadaan-keadaan yang sulit, sehingga ia dapat menyaksikan masyarakat menerima dakwahnya, dan akan terwujud perbaikan yang didakwahkan oleh orang-orang yang menginginkan perbaikan, dan akan terwujud keberhasilan dan ketepatan dalam meraih sasaran. Berikut kami akan paparkan secara global tentang keistimewaan-keistimewaan sejarah Rasulullah saw.

Pertama:

Sejarah Rasulullah saw. adalah sejarah yang paling valid mengenai sejarah seorang nabi yang diutus, dia agung dan pembaharu, telah sampai kepada kita sejarah hidup Rasulullah saw. melalui jalur-jalur ilmiah yang sangat sahih (valid/akurat) dan sangat kuat tidak tergoyahkan, sebagaimana yang akan kita lihat dalam pembahasan sumber-sumber sejarah,  sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai fakta-faktanya yang nyata dan kejadian-kejadiannya yang besar, yang memungkinkan bagi kita sekarang mengetahui dengan mudah hal-hal yang ditambahkan dalam sejarahnya tersebut pada masa-masa sekarang ini, baik hal tersebut dari segi kejadian-kejadian, mukjizat-mukjizat, atau bahkan orang yang bodoh yang ingin menambahkan sifat-sifat yang menakjubkan kepada Rasulullah saw. yang melebihi apa yang diinginkan Allah Swt. kepada Rasul-Nya .

Sesungguhnya ciri dari keabsahan sebuah sejarah ialah valid dan tidak ada keraguan di dalamnya hal ini tidak terdapat dalam sejarah para Rasul Allah Swt. terdahulu. Sebagai contoh Musa as. Sejarahnya yang valid yang kita dapati telah bercampur dengan hal-hal pemalsuan dan kebohongan yang dimasukkan oleh orang-orang Yahudi. Kita tidak akan mampu berfokus ke kitab Taurat yang ada sekarang, untuk mengeluarkan dari kitab tersebut tentang sejarah Nabi Musa as. Yang Valid, beberapa ahli kritik orang barat telah meragukan beberapa isi dari kitab Taurat tersebut, namun sebahagian dari mereka memastikan bahawa sebahagian dari isi kitab ini ditulis pada masa Nabi Musa as. Masih hidup sebagaimana yang terdapat dalam kitab Taurat.

Oleh kerana itu, tidak ada jalan bagi seorang muslim untuk mempercayai keabsahan sejarah hidup Nabi Musa as. Kecuali dengan melalui al Quranul Kariem dan sunnah yang Valid.

Demikian juga mengenai sejarah hidup Nabi Isa as., injil-injil yang dikenal orang-orang Kristian sejak bertahun-tahun yang lalu, telah di pilih –tanpa melalui cara yang ilmiah yang valid- di antara beratus-ratus injil yang tersebar pada orang-orang Kristian pada waktu itu, kemudian penisbahan kitab-kitab injil ini ke penulisnya tidak melalui proses yang ilmiah yang valid, dia tidak diriwayatkan dengan sanad (istilah ilmu hadits) yang bersambungan ke penulisnya, di mana perselisihan juga telah terjadi di antara para ahli kritik orang-orang barat mengenai nama-nama beberapa penulisnya? dan di tahun berapa ia menulisnya?

Jika hal ini terjadi dalam sejarah para rasul Allah Swt. para pemilik agama yang menyebar di seluruh dunia, maka keraguan akan semakin kuat mengenai sejarah pemilik agama-agama dan filosofi-filosofi yang lain yang pengikutnya berjuta-juta orang jumlahnya di dunia, seperti Budha dan konghuchu, kerana riwayat-riwayat yang diambil oleh para pengikut mereka mengenai sejarah mereka tidak mempunyai dasar yang valid dari segi tinjauan pembahasan ilmiah, akan tetapi hal tersebut adalah suatu hal yang dibuat-buat oleh para pendeta di antara mereka, dan akan semakin bertambah pemalsuan dan kebohongan-kebohongan di dalamnya dari generasi sebelumnya, tidak mungkin akan dibenarkan oleh akal yang sihat yang terbebas dari sifat fanatisme terhadap agama-agama tersebut. Oleh sebab itu, kita mengatakan bahawa sejarah yang paling valid dan kuat secara mutawatir (istilah ilmu hadits) adalah sejarah hidup Rasulullah saw.

Kedua:

Sesungguhnya kehidupan Rasulullah saw. sangat jelas dalam setiap tingkatannya, dari sejak ayahnya Abdullah menikahi ibunya Aminah sampai Rasulullah saw. meninggal, kita mengetahui banyak tentang kelahirannya, masa kecilnya, masa remajanya, usahanya sebelum beliau saw. diangkat menjadi seorang nabi, perjalanannya keluar dari kota mekah, sampai beliau saw. diutus oleh Allah swt. sebagai seorang Rasul yang mulia, kemudian setelah itu kita mengenal dengan gambaran yang sangat jelas dan sempurna setiap dari keadaannya dari tahun ke tahun, sehingga sejarah hidup Rasulullah saw. sangat jelas dan terang seperti terangnya sinar matahari di siang hari, sebagaimana yang dikatakan oleh beberapa orang dari ahli kritik barat:

“Sesungguhnya Muhammad saw. adalah satu-satunya yang dilahirkan dengan sinar matahari (dikeranakan jelas dan terangnya sejarah hidup beliau)”.
Dan hal ini yang sangat sulit untuk dicontoh oleh para rasul sebelumnya. Seperti halnya Nabi Musa as. Kita tidak mengetahui sedikitpun mengenai masa kecilnya, masa remajanya dan kehidupannya sebelum beliau diangkat menjadi seorang nabi, kita hanya mengenal sebagian kecil dari kehidupannya setelah beliau diangkat menjadi Nabi, akan tetapi hal tersebut tidak memberikan kepada kita gambaran kehidupannya secara sempurna.

Demikan juga Nabi Isa as. kita tidak mengetahui sedikitpun tentang masa kecilnya, kecuali apa yang diberitakan oleh injil-injil sekarang, bahawasanya beliau as. masuk ke Haikal (tempat ibadah) orang yahudi, dan berdiskusi dengan orang-orang alim mereka, Cuma kejadian ini yang menyebutkan tentang masa kecilnya, kemudian kita tidak mengetahui mengenai keadaannya setelah beliau as. di angkat menjadi nabi kecuali hal-hal yang berkaitan dengan dakwahnya, dan sedikit sekali kita menemukan tentang cara-cara hidupnya, selain dari hal tersebut tidak terungkap.

Sementara ketika kita beralih ke sejarah hidup Rasulullah saw., sumber-sumber yang valid menjelaskan dengan terperinci mengenai kehidupan peribadi Rasulullah saw., seperti cara makannya, berdirinya, duduknya, pakaiannya, bentuknya, penampilannya, cara bicaranya, pergaulannya dengan keluarganya, ibadahnya, solatnya, pergaulannya dengan para sahabatnya, bahkan kerana sangat terperincinya riwayat mengenai Rasulullah saw. terdapat riwayat mengenai jumlah rambut dan janggutnya yang putih.

Ketiga:

Sesungguhnya sejarah hidup Rasulullah saw. menceritakan tentang sejarah hidup seorang manusia yang Allah swt. memuliakannya dengan memberikan risalah kenabian kepadanya, maka beliau adalah seorang manusia biasa dan tidak akan keluar dari fitrahnya sebagai seorang manusia biasa, kehidupannya tidak dipenuhi dengan mitos-mitos, sedikitpun beliau tidak pernah menyandarkan sifat ke-Tuhanan kepadanya, jika kita membandingkan hal ini dengan apa yang diriwayatkan oleh orang-orang Kristian tentang sejarah hidup Isa as., dan apa yang diriwayatkan oleh orang-orang Budha mengenai Budha dan para penyembah berhala tentang tuhan-tuhan mereka, yang mereka sembah. Sangat jelaslah perbezaan antara sejarah hidup Rasulullah saw. dan sejarah mereka.

Oleh kerana itu, akan terwujud pengaruh yang sangat mendalam dalam perangai manusia atau masyarakat terhadap pengikut mereka, orang yang mengakui bahawa Nabi Isa as. adalah Tuhan begitupun Budha, keduanya sangat jauh untuk dijadikan sebagai panutan dalam konsep kemanusian dalam kehidupan peribadinya dan masyarakat. Sementara Rasulullah saw. sentiasa akan menjadi contoh yang ideal bagi manusia bagi siapapun yang ingin hidup bahagia dan mulia peribadinya, keluarganya dan lingkungannya, oleh kerana ini Allah Swt. berfirman, yang ertinya:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)  hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.  
(QS: Al Ahzab: 21).

Ke empat:

Sejarah hidup Rasulullah saw. meliputi seluruh segi-segi kemanusian dalam diri seorang manusia, dia menceritakan kepada kita tentang sejarah masa remaja Muhammad Saw. yang sangat jujur (al amin) sebelum Allah Swt. mengangkatnya sebagai Rasul, sebagaimana juga dia menceritakan kepada kita tentang sejarah Muhammad Saw. sebagai seorang da’I yang mengajak kepada agama Allah swt. (Islam), yang menggunakan beberapa wasilah atau cara-cara yang baik agar diterima dakwahnya, beliau saw. mengerahkan segala kemampuannya untuk menyampaikan risalahnya, sebagaimana sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahawasanya beliau saw. adalah seorang pimpinan suatu Negara yang mengatur negaranya dengan tatanan yang kuat dan valid, dan menjaganya dengan segenap perhatiannya, keikhlasannya, dan kejujurannya  sehingga boleh mencapai suatu keberhasilan.

Sejarah ini juga menjelaskan kepada kita bahawa beliau saw. adalah seorang suami dan ayah yang penuh dengan kasih sayang, dan berperangai indah, beliau saw. memisahkan dengan jelas antara hak dan kewajiban bagi setiap suami dan isteri serta anak-anak. Sejarah ini juga menerangkan kepada kita bahawa Rasulullah saw. adalah seorang guru atau pendidik yang membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran yang sangat ideal, yang tertuang dari roh beliau ke dalam roh mereka, dari jiwa beliau saw. ke dalam jiwa mereka, yang membuat mereka  (para sahabatnya) mengikuti beliau saw. dari hal-hal yang terkecil sampai yang besar.

Sejarah ini juga  menerangkan kepada kita bahawa Rasulullah saw. seorang yang menunaikan kewajipan-kewajipan persahabatan, memenuhi ketentuan-ketentuannya dan etika-etikanya, sehingga hal ini menjadikan para sahabatnya sangat mencintai beliau sama seperti mereka menyayangi diri mereka masing-masing, yang melebihi cinta mereka terhadap kerabat mereka dan keluaga mereka. Sejarah Rasulullah saw. juga menjelaskan kepada kita bahawasanya beliau saw. adalah seorang ahli perang, pemberani, pemimpin yang menang, ahli politik yang sukses, tetangga yang jujur, dan beliau saw. adalah seorang yang menepati janji.

Sejarah Rasulullah saw. meliputi setiap aspek kehidupan manusia dalam masyarakat, sehingga mampu untuk ditauladani oleh setiap da’I, setiap pemimpin, setiap bapak, setiap suami, setiap teman, setiap pendidik, setiap ahli politik dan setiap pemimpin suatu Negara. Dan lain-lain sebagainya.

Kita tidak akan menemukan suatu sejarah hidup yang multi kompleks seperti ini bahkan yang mirip dengannya dari sejarah para rasul terdahulu yang tersisa untuk kita sekarang ini, dan pendiri-pendiri agama baru, begitupun filosofis-filosofis  klasik dan moden.  Musa as. dianggap sebagai pemimpin umat yang menyelamatkan umatnya dari perbudakan, dan beliau as. Menjelaskan kepadanya tentang kaedah-kaedah dan dasar-dasar yang baik untuk ke maslahatannya saja, akan tetapi tidak ada yang dapat diambil oleh para ahli perang dalam sejarahnya,  begitupun bagi seorang pendidik, bagi ahli politik, bagi pemimpin Negara, bagi para ayah, dan bagi para suami.

Nabi Isa as. Adalah seorang da’I yang zahid sehingga beliau wafat tanpa memiliki harta, rumah dan barang-barang yang lain, akan tetapi sejarah hidup beliau as. Yang terdapat pada orang-orang Kristian beliau as. Tidak berperan sebagai pemimpin yang militan, bukan juga seorang pemimpin suatu Negara, bukan juga seorang ayah, bukan juga seorang suami –kerana beliau tidak pernah menikah- dan beliau as. Juga bukan seorang pembuat undang-undang, dan selain dari hal-hal tersebut yang telah di gambarkan dalam sejarah Muhammad saw.

Dan hal ini juga tidak terdapat dalam Budha, Konghuchu, Ariesto, Aplato, dan Napoleon, dan selain dari mereka yang dianggap sebagai orang-orang besar dalam sejarah, kerana mereka tidak dapat dijadikan sebagai tauladan –sekalipun mereka ada benarnya- kecuali satu sisi dari sisi-sisi kehidupan yang muncul dan terkenal dalam kehidupannya, dan Cuma Muhammad saw. dalam sejarah yang boleh dijadikan sebagai tauladan oleh seluruh kalangan manusia.

Kelima:

Dengan sejarah hidup Muhammad saw. saja,   adalah sudah cukup sebagai bukti bahawasanya risalah yang di bawa oleh Muhammad saw. dan kenabiannya adalah benar. Dia adalah sejarah seorang manusia biasa yang berjalan menyebarkan dakwahnya dari satu kemenangan ke kemenangan yang lain, bukan dengan cara hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang awam atau mukjizat, akan tetapi dengan cara alami, Rasulullah saw. telah menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan siksaan, beliau saw. menyampaikan dakwahnya dan mendapatkan pengikut, beliau berperang, beliau seorang yang bijaksana, beliau saw. sesuai dengan kepemimpinannya, sebelum beliau saw. wafat dakwahnya telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab dengan Iman,  bukan dengan cara paksaan dan penaklukan.

Sebagaimana yang diketahui dari kebiasaan-kebiasaan orang-orang arab dan perlawanan mereka terhadap dakwahnya dengan berbagai macam bentuk perlawanan sehingga beliau saw. hampir terbunuh, dan barangsiapa yang mengetahui singkatnya waktu yang dipakai oleh Muhammad saw. dalam menyampaikan risalahnya sampai beliau saw. wafat iaitu 23 tahun, dia akan yakin bahawasanya Muhammad saw. adalah benar-benar utusan Allah swt.,  dan hal-hal yang Allah swt. berikan untuknya seperti  kebulatan tekad, ketetapan hati, kekuatan, pengaruh dan pertolongan tidak lain kecuali bahawasanya beliau saw. adalah benar-benar seorang nabi.

Maka sejarah hidup Rasulullah saw. memberikan kepada kita suatu bukti kebenaran risalah yang di emban oleh Rasulullah saw. dengan cara yang rasional, adapun mukjizat-mukjizat yang terdapat dalam diri Rasulullah saw. bukanlah suatu dasar utama berimannya orang-orang arab dengan dakwahnya, bahkan kita tidak menemukan suatu mukjizat beliau saw. yang  membuat orang-orang kafir yang keras kepala mengimaninya, bagaimanapun mukjizat yang bersifat materialis hanya menjadi hujjah bagi orang yang menyaksikannya, orang-orang muslim yang tidak pernah bertemu Rasulullah saw. dan tidak pernah melihat mukjizatnya, namun mereka beriman dengan risalahnya dengan dalil ‘aqliy yang pasti mengenai kebenaran dakwah Rasulullah saw. Di antara dalil ‘aqliyah tersebut, ialah: al Quranul kariem, dia adalah termasuk mukjizat ‘aqliyah, yang membuat setiap orang yang berakal sihat dan bijak untuk beriman dengan kebenaran dakwah dan risalah Muhammad saw.
Hal ini berbeda dengan sejarah-sejarah para nabi yang terdahulu yang tedapat disisi para pengikut mereka, hal tersebut menunjukkan kepada kita bahwa orang-orang beriman kepada mereka ketika mereka melihat mukjizatnya, tanpa menggunakan akal mereka dalam mempelajari dasar-dasar dakwahnyakemudian mereka tunduk dengan dasar-dasar tersebut.

Contoh yang paling jelas mengenai hal tersebut ialah sejarah Isa as. Allah Swt. menceritakan kepada kita melalui al Quran bahawasanya Allah Swt. menjadikan penopang pertama dalam menarik orang-orang yahudi untuk mempercayai kebenaran risalahnya, ialah Allah Swt. memberikan kepada Isa as. Mukjizat yang boleh menyembuhkan penyakit kusta, menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang mati, serta mengabarkan kepada mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah mereka, semua hal tersebut dengan izin Allah Swt.

Semua injil yang ada pada saat ini mengabarkan kepada kita bahawasanya umat nabi Isa as. beriman kepadanya disebabkan kerana mukjizat-mukjizat tersebut, bukan kerana beliau adalah seorang rasul sebagaimana yang telah diceritakan oleh Al Quranul kariem, akan tetapi kerana mereka  menganggap Isa as. Sebagai tuhan dan anak tuhan (Maha Suci Allah Swt. dari hal-hal tersebut), orang-orang kristian setelah al Masih tersebar dengan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kemampuan orang-orang biasa, dalam safar a’maalu rrusul (bahagian kitab perbuatan-perbuatan rasul) adalah suatu bukti tentang hal tersebut, sehingga boleh kita mengatakan bahawa agama Kristian yang dipercayai oleh para pengikutnya adalah agama yang berdiri berdasarkan mukjizat dan hal-hal yang di luar dari kebiasaan sebagai manusia biasa bukan dengan hasil penalaran akal.

Dari sini kita dapat melihat perbezaan yang nyata dalam sejarah Rasulullah saw. bahawasanya tidak satupun orang yang beriman kepada beliau saw. kerana menyaksikan mukjizatnya, akan tetapi dengan penalaran akal dan perasaan, jika Allah swt. telah memuliakan rasulnya dengan beberapa mukjizat, hal itu hanya suatu bentuk kemuliaan terhadap Muhammad saw. dan bantahan terhadap orang-orang yang menolaknya orang-orang yang sombong, barangsiapa yang meneliti al Quran dia akan menemukan bahawasanya Muhammad saw. memakai cara pendekatan rasional dalam menyebarkan dakwahnya, begitupun pemandangan-pemandangan sebagai bukti ke Agungan ciptaan Allah Swt. yang boleh terjangkau oleh panca indra, dan dengan mengenal peribadi Rasulullah saw. secara lengkap beliau adalah seorang yang buta huruf hal ini adalah suatu bukti bahawasanya diturunkannya al Quran kepada beliau saw. adalah bukti kebenaran risalah Muhammad saw.

Allah Swt. berfirman dalam surah al ‘Ankabut, yang ertinya:

“Dan orang-orang kafir Mekkah berkata: mengapa tidak di turunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” katakanlah: “sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahawasanya Kami telah menurunkan kepadamu al Kitab (al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman”.  
(QS.  Al ‘ankabuut: 50-51).

Dan ketika orang-orang Quraisy memaksa meminta mukjizat, Allah swt. memerintahkan Rasulullah saw. untuk menjawab mereka dengan mengatakan: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi rasul”.
(QS.  Al Israa’: 93).

Cuba anda perhatikan Firman Allah swt. yang ertinya:

“Dan mereka berkata: “kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kamu, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.  Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu, hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca” katakanlah: Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi Rasul”.
(QS. Al Israa’: 90-93).

Demikianlah al Quran menetapkan dan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahawasanya Muhammad saw. adalah seorang manusia biasa yang diangkat sebagai Rasul, dan bahawasanya beliau saw. tidak mengandalkan mukjizat dalam mengemban risalahnya, akan tetapi Rasulullah saw. berbicara kepada hati dan akal, Allah swt. berfirman yang ertinya:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, nescaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam”.
(QS. Al  An’am: 125).

Tulisan Dr.Mustafa as...


Tiada ulasan:

Catat Ulasan