Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

V 167 : ASMAUL HUSNA ( 74. AL ZOHIR )

AL ZOHIR   ( الظاهر )   ALLAH Yaa Zohir Yang Maha Nyata menegaskan kepada kita DIA nyata, dapat dilihat dan sesungguhnya hadir. Kehadira...

Isnin, 13 Ogos 2012

G 51 SEPULUH PERKARA MENCAPAI CINTA ALLAH SWT

Setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah swt. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

Pertama, membaca Al Quran dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini boleh dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku iaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Quran, pen]

Kedua, mendekatkan diri kepada Allah swt dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib.  Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah swt dan bukan hanya sekadar menjadi seorang pecinta.

Ketiga, terus-menerus mengingat Allah swt dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah swt akan diperoleh sekadar dengan keadaan zikir kepada-Nya.

Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah swt daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah swt. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah swt tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah swt dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah swt. Oleh kerana itu, mu’athilah,  fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah swt), jalan mereka dalam mengenal Allah swt telah terputus (kerana mereka menolak nama dan sifat Allah swt tersebut).

Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan kurnia Allah swt yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, inilah yang begitu istimewa- iaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah swt dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. 

Kelapan, menyendiri dengan Allah swt di saat Allah swt turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Quran). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah swt dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian  diapun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahawa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat menghalang antara dirinya dan Allah Taala.

Semoga kita sentiasa mendapatkan kecintaan Allah swt, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahawa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati. 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh
***
Selesai disusun selepas shalat shubuh, 6 Jumadits Tsani 1430 H, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com


Tiada ulasan:

Catat Ulasan